Content feed Comments Feed
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 728 X 90

Superbowl

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, ...
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 468x60

Bond with a vengeance

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, ...
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 468x60

Speed race

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus ...
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 468x60
CahayaBiru.com

Cabe langka, harga meroket

Diposkan oleh tono solo Monday, December 27, 2010

Kitabsolo-Cabai semakin langka di pasaran, di solo harga cabai mulai menembus angka rp 80.000/kg di tingkat pengecer, kondisi ini memperparah pedagang cabai karena pembeli mulai berkurang.

Hingga selasa ini/ harga cabai di berbagai pasar di solo belum ada kecenderungan turun/ bahkan perlahan harga cabai merangkak naik// untuk cabai rawit/ harga di tingkat pengecer sudah tembus ke harga rp70.000 hingga rp.80.000/kg// sedangkan harga cabai merah besar maupun cabe keriting rp 55.000/kg.
Tak hanya harga yang terus naik/ keberadaan cabai juga mulai langka/ seperti yang terjadi di pasar tradisional kadipolo/ solo/ para pedagang mulai kesulitan mendapatkan stok dagangan cabai//
Kalaupun ada kualitasnya tidak terlalu bagus/ hal ini juga diperparah dengan menurunnya minat pembeli cabai/ hampir setiap hari terjadi penurunan pembeli// sehingga menyulitkan para pedagang untuk menjual cabai//
Akibat meroketnya harga cabai beberapa hari terakhir ini/ beberapa pedagang cabai di pasar kadipolo mulai tidak berjualan/ mereka menunggu harga cabai normal/ sehingga para pembeli kembali ramai// kenaikan harga cabai kali ini/ menurut para pedagang cabai yang terbesar sepanjang mereka berjualan cabai//
Salah satu penyebab cabai langka dan harganya terus naik/ karena pengaruh cuaca yang tidak menentu sehingga banyak petani cabai yang gagal panen/ sehingga pasokan cabai berkurang//

Waspadai Cuaca Ekstrem pada 24-27 Desember

Diposkan oleh tono solo Thursday, December 23, 2010

Kitabsolo-Jakarta - Hati-hati bagi Anda yang beraktivitas pada tanggal 24-27 Desember. Hujan deras disertai dengan petir dan angin kencang akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jumat (24/12/2010), tekanan udara rendah terjadi di Samudera Hindia sebelah Tenggara Pulau Timur dan pumpunan angin yang memanjang dari Laut Jawa hingga Laut Banda. Kondisi ini mempengaruhi peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Beberapa daerah di Indonesia yang kemungkinan terjadi hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:­­­ Babel Kepulauan Riau Jakarta bagian selatan dan timur, Jawa Tengah bagian tengah dan selatan, DI Yogyakarta, Jawa Timur bagian barat, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Sulawesi Tengah bagian timur dan Selatan, Sulawesi Barat bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Sulawesi Selatan dan Maluku Tenggara.

Sementara wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah: NAD, Sumatera Utara bagian timur Bengkulu, Sumatera Selatan bagian timur, Lampung bagian selatan, Banten bagian selatan dan barat Jawa Barat bagian tengah, selatan dan timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur bagian selatan dan timur, Gorontalo, Papua bagian tengah dan selatan.

(anw/anw)

KitabSolo-–Jajaran Polresta Solo mengadakan apel gelar pasukan di Mapolresta setempat Kamis (23/12) pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk persiapan pengamanan menjelang perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2011.

Ratusan personil nantinya akan disebar di seluruh gereja, dan beberapa tempat rawan laiannya. Dengan pengamanan ini, diharapkan para umat kristiani khusuk menjalankan ibadahnya.jalannya upacara sendiri dihadiri jajaran Polresta Solo dan seluruh unsur Muspida Kota Solo serta tokoh lintas agama .

Kitabsolo-Wonogiri (Espos)–Jembatan penghubung Desa Gemantar dan Desa Kaliancar di Kecamatan Selogiri yang ambrol sekitar enam bulan lalu hingga saat ini belum diperbaiki. Hal itu mengakibatkan mobilitas warga dua desa menjadi terganggu.

Salah seorang warga Dukuh Ngaliyan Desa Gemantar, Juwandi, 70, menyebutkan jembatan ambrol karena terjangan banjir sungai di bawahnya. Meski keberadaannya sangat dibutuhkan, sejauh ini belum ada tanda-tanda prasarana itu segera diperbaiki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.

“Sebenarnya sudah sering ditinjau, tapi sampai sekarang belum juga ada tindak lanjutnya. Warga berharap jembatan diperbaiki secepatnya karena sangat penting untuk menunjang perhubungan di dua desa,” ungkapnya ketika ditemui Espos di sekitar lokasi jembatan, Kamis (23/12) siang.

Juwandi mengatakan warga di Dukuh Ngaliyan dan dukuh-dukuh lain harus memutar dengan jarak lebih jauh ketika pergi ke Desa Kaliancar dan sebaliknya setelah jembatan rusak. Menurutnya, hal serupa dialami warga saat hendak menuju Kota Wonogiri yang merupakan pusat kegiatan ekonomi.

Warga lain di Dukuh Tangsan, Mulyanto, 50, menyatakan hal senada. Seperti di Kaliancar, warga Desa Gemantar mengharapkan jembatan segera diperbaiki agar bisa dimanfaatkan secara normal. “Kalau dibilang penting ya penting, tapi kami hanya bisa menunggu sambil berharap itu diperbaiki.”

Secara terpisah Lurah Kaliancar, Sagimin, menyatakan kerusakan jembatan di perbatasan Dukuh Josutan, Kelurahan Kaliancar, dan Dukuh Ngaliyan, Desa Gemantar, terjadi sekitar enam bulan terakhir akibat terjangan banjir. Untuk proses perbaikan, jelasnya, laporan dan pengajuan telah disampaikan langsung melalui Pemerintah Kecamatan Selogiri, bukan oleh pihak kelurahan.

“Kami sebenarnya juga menunggu dan berharap perbaikan dilakukan secepatnya. Terlebih sarana tersebut memang penting dan dibutuhkan masyarakat. Pengajuan sudah, bahkan langsung melalui kecamatan, sekarang tinggal menunggu saja. Lebih cepat tentunya akan lebih baik,” sambungnya.

Pantauan Espos di lokasi, bangunan ambrol total di sisi sebelah utara, sedang di sisi selatan masih menyisakan sedikit badan jembatan. Agar tetap bisa dilewati pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, saat ini dipasang sesek dari bambu. Menurut warga, lalu lintas di jembatan cukup padat karena berada di jalur vital, tetapi kendaraan roda empat tetap dilarang melintas.

try

Kitabsolo-Jakarta - Ledakan yang terjadi di pelataran Masjid Syuhada, Yogyakarta, ternyata bukan berasal dari bom rakitan. Polisi memastikan benda yang meledak hanya petasan biasa.

“Itu bukan bom rakitan, cuma sejenis petasan besar,” kata Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafly Amar kepada wartawan, Kamis (23/12).

Menurut Boy, petasan itu dibungkus sedemikian rupa menyerupai bentuk seperti tabung. Namun menyebabkan ledakan yang cukup besar.

“Yang dibungkus tabung aluminium rawannya karena terjadi di luar pagar Mesjid Agung,” tandasnya.

Sebelumnya, bom rakitan meledak pada Kamis, pukul 14.00 WIB di halaman Masjid Syuhada, Yogyakarta. Polisi kini memeriksa sejumlah saksi untuk mendapatkan keterangan.

Dari hasil olah TKP, Polda DIY menyimpulkan petasan itu dilontarkan dan mengenai pohon, kemudian jatuh di dekat pagar masjid.

Saat meledak, bom ini membuat pengurus masjid dan warga sekitar kaget. Mereka lalu berbondong-bondong menuju lokasi ledakan. Tidak ada korban jiwa dalam ledakan ini.

dtc/tya

Perang baru di jalur Gaza

Diposkan oleh tono solo Wednesday, December 22, 2010

Kitabsolo-PBB mengatakan 62 orang Palestina akibat aksi Israel di Gaza

Selama kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza, maka akan ada perang baru di wilayah tersebut.

Penegasan tersebut disampaikan seorang perwira militer Israel dalam wawancara dengan BBC.

Ia mengatakan Hamas melakukan konsolidasi besar-besaran sejak aksi militer di Gaza dua tahun lalu dan sekarang posisi Hamas menjadi lebih kuat.

Penembakan roket dari Gaza meningkat dalam tujuh hari terakhir.

Seorang pejabat di kementerian pertahanan Israel mengatakan tank-tank yang dilengkapi sistem pertahanan rudal akan dikerahkan di dekat Gaza.

Sistem ini didesain untuk menghancurkan rudal, seperti Kornet AT-14 buatan Rusia, yang menghantam tank Merkava Mk3 milik Israel awal bulan ini.

"Untungnya rudal tersebut tidak meledak meski berhasil mengenai badan tank. Rudal ini sangat berbahaya," kata Letjen Gabi Ashkenazi, panglima militer Israel dalam rapat tertutup dengan parlemen Israel pada hari Selasa (21/12).

Serangan ke Hamas
Ashkenazi mengatakan pihaknya baru menemukan rudal ini karena sebelumnya tidak pernah dipakai bahkan dalam perang di Lebanon.

"Situasi di selatan masih sangat rapuh dan mudah meledak," kata Letjen Ashkenazi.

Sejauh ini tidak ada kelompok di Palestina yang mengaku telah menembakkan rudal Kornet AT-14.

Hamas juga diperkirakan tidak berada di balik peningkatan serangan roket ke Israel dari Gaza. Israel membalas penembakan roket dengan serangan udara.

Meski demikian, Israel mengatakan mereka akan meningkatkan serangan ke Hamas meski kelompok ini tidak bertanggung jawab atas penembakan roket ke wilayah Israel.

PBB mengatakan setidaknya 62 warga Palestina tewas akibat tindakan Israel di Gaza tahun ini.

Dua tahun lalu Israel melancarkan aksi militer selama 22 hari di Gaza, menewaskan sekitar 1.300 warga Palestina.

Korban di pihak Israel tercatat 13 orang.

(bbc/bbc)

Kitabsolo-Jakarta - Polri menggelar Operasi Lilin untuk mengamankan jalannya perayaan malam Natal dan Tahun Baru 2011. Sejumlah potensi kerawanan dan ancaman mendapat perhatian khusus dari Polri.

"Hasil kajian intelijen, prediksi kerawanan jelang hari Natal antara lain, terdapat kelompok separatis yang berusaha menunjukkan eksistensi yang berkelompok. Masih ada kelompok teroris yang belum tertangkap, mantan terpidana terorisme yang baru dan terus beraktivitas. Kita harus selalu waspada," ujar sambutan Kapolri Jenderal Timur Pradopo yang dibacakan langsung Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam apel Operasi Lilin Jaya, Monas, Jakarta Pusat (23/12/2010).

Polri telah menerjunkan 87.352 personel dan menggelar pos-pos pengamanan tahun baru dalam rangkaian Operasi Lilin. Hal itu didukung komponen masyarakat, dan sarana dan prasarana yang memadai.

"Masalah keamanan, ketertiban lalu lintas juga menjadi perhatian," lanjut Foke.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Agama, jumlah gereja yang ada di seluruh Indonesia mencapai 32.232 bangunan. Dari jumlah tersebut gereja tersebar di wilayah Provinsi Sumut, Sulut, Jateng, Kalbar, Papua, NTT, Maluku dan Jabar.

"Jumlah gereja terbanyak di NTT, Sumut, Papua, Sulut dan Kalimantan Barat," tuturnya.

Selain itu, Polri juga mewaspadai ancaman alam yang mungkin terjadi. "Adanya pemanasan global menyebabkan kondisi iklim tak tentu, seperti banjir, tanah longsor," tandasnya.

(ape/mok)

SBY kritik TV yg menjelekkan bangsa

Diposkan oleh tono solo

Kitabsolo-Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik tayangan televisi yang lebih suka menjelek-jelekkan bangsa sendiri dan tidak berimbang antara mengangkat berita yang baik dan buruk.

Dalam sambutannya pada peresmian pemancar digital TVRI di Auditorium Gedung TVRI, Jakarta, Selasa, Presiden membandingkan siaran televisi di Indonesia dengan televisi negara lain.

"Saya sering menonton televisi yang dimiliki negara-negara sahabat. Silahkan sekali-sekali lihat, daripada saya cerita lebih baik lihat sendiri. Rasanya tidak terlalu suka mereka menjelek-jelekkan bangsanya sendiri," tuturnya.

Presiden mengaku mengerti bahwa bagaimana pun media massa ingin bersikap netral dan memiliki idealisme namun selalu saja menyimpan keberpihakan.

"Saya ingin menjadi manusia yang realistik, televisi atau media massa bagaimana pun meski ada idealisme pers selalu ada posisi selalu ada keberpihakan. Saya tahu mungkin politik, kepentingan manajemen. Tidak apa-apa demokrasi memang begitu. Yang penting jangan sangat berlebihan," tuturnya.

Presiden mengingatkan rakyat sudah cerdas sehingga apabila pemberitaan dilakukan secara berlebihan apalagi vulgar maka rakyat tidak akan menyukainya.

Kepala Negara pun mengingatkan agar TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) selalu berimbang sehingga dengan demikian rakyat mendapatkan kebenaran.

Kitabsolo-Presiden pun mengapresiasi TVRI yang tetap bertekad menjaga komitmen untuk menjaga netralitas, indepedensi dan tidak komersial sebagai konsekuensi dari LPP.

"Tentu tantangan tersebut tidak mudah untuk dijawab TVRI tetapi itu adalah komitmen untuk diwujudkan dan dicapai," ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama TVRI Immas Sunarya dalam sambutannya meminta perhatian Presiden agar televisi nasional tersebut memperoleh anggaran lebih besar.

Menurut Immas, saat ini anggaran TVRI Rp500 miliar dan untuk memberikan pelayanan terbaik TVRI membutuhkan biaya Rp1,5 triliun per tahun.

Presiden dalam pidatonya berjanji untuk secara bertahap sesuai kemampuan negara menaikkan anggaran sampai lebih sesuai dengan yang diharapkan oleh TVRI.

Kitabsolo-Belasan tukang becak di solo, rela dadanya di tato lambang garuda/ demi mendukung timnas yang akan bertanding melawan tim sepakbola malaysia untuk memperebutkan juara piala AFF.


Banyak cara dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap tim nasional sepak bola indonesia yang akan bertanding memperebutkan gelar juara aff, seperti yang dilakukan sekitar lima belas tukang becak yang biasa mangkal di jalan slamet riyadi Solo, Kamis pagi.

Meskipun mereka tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan final piala aff antara Indonesia dengan Malaysia, namun untuk menunjukkan dukungannya, mereka rela ditato dadanya dengan gambar lambang burung garuda.

Sukardi, salah satunya, meskipun sejak pagi ia belum mendapatkan uang dari menarik becak, namun ia rela meluangkan waktu untuk ditato sebagai wujud dukungan terhadap Timnas, apalagi tato ini bukan permanen hanya tahan beberapa hari atau selama pertandingan final antara Indonesia dengan Malaysia.

“Indonesia menang, Indonesia juara, ganyang Malaysia, skor 2 untuk Indonesia 0 untuk Malaysia cukup,” ujar Sukardi.


Selain ditato, para tukang becak ini juga membawa poster pemain timnas sepak bola Indonesia, yang dipasang di becak mereka, para tukang becak inipun berharap indonesia bisa menjadi juara.

Hama Keongmas serang petani selogiri

Diposkan oleh tono solo Tuesday, December 21, 2010


Kitabsolo-Wonogiri (Espos)–Petani di sejumlah desa di Kecamatan Selogiri mengaku kewalahan mengatasi serangan keongmas yang selalu merebak ketika musim tanam dimulai.

Pemilik sawah harus melakukan penyulaman bibit guna mengganti tanaman yang mati.

Salah seorang petani, Paimin, 56, menyebutkan hama keongmas merebak sejak tiga tahun terakhir dan semakin bertambah setiap tahun di Selogiri.

Meski hanya menyerang tanaman padi yang masih muda, hal itu membuat petani sangat kerepotan karena perkembangbiakannya sulit dikendalikan.

“Kalau sabar dan telaten ya dipunguti satu per satu. Tetapi mereka yang tidak sabar ya dibiarkan. Jika sudah diserang petani harus ganti bibit tanaman yang mati,” ujarnya saat ditemui Espos di sela-sela kesibukannya menyulam bibit padi yang mati dengan yang baru, Selasa (21/12) siang.

Paimin mengatakan tanaman rentan terhadap serangan hama keongmas jika masih berusia kurang dari dua bulan. Setelah itu hama tersebut tidak banyak berpengaruh karena batang tanaman padi yang mulai mengeras.

Dia juga menjelaskan populasi keongmas kian sulit dikendalikan karena tiap satu ekor induk mampu menghasilkan telur dan menetaskan antara 50 – 75 ekor hama baru.

try

harga cabe meroket

Diposkan oleh tono solo

Kitabsolo-Harga cabe rawit di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, menembus Rp 52.000/kg, sejak tiga hari terakhir. Meroketnya harga cabe rawit ini dipicu terbatasnya barang di pasaaran. Harga minyak goteng curah juga naik hingga Rp 18.000/kg


Menjelang natal dan Tahun baru, sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat mulai merangkak naik, Menurut Ny Ning, salah satu pedagang di Pasar Gede Solo, untuk cabai merah besar, saat ini harganya mencapai Rp 32.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sebesar Rp 14.000 per kilogram. Sedangkan untuk cabai rawit, saat ini mencapai Rp 52.000 per kilogram, naik 100 persen dari sebelumnya yang hanya sebesar Rp 25.000 per kilogram. "Untuk cabai merah keriting, saat ini dijual Rp 40.000 per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 20.000 per kilogram," tuturnya.

Lonjakan harga cabai saat ini dipicu dengan menurunnya pasokan dari sentra pertanian karena sejumlah wilayah penghasil cabai mengalami musibah banjir. termasuk kabupaten Boyolali, yang gagal panen karena dampak letusan Gunung Merapi. Kenaikan harga cabai di beberapa kota besar di Pulau Jawa terjadi secara bertahap sejak dua pekan yang lalu. "Minggu lalu sudah naik dari harga normal, saat ini naik lagi bahkan lebih tinggi. Mungkin daerah seperti Sragen dan Ngawi saat ini masih banjir sehingga panen cabai juga berkurang," ujar Ning.

Mbah Maridjan setia jaga Merapi

Diposkan oleh tono solo Wednesday, October 27, 2010

KITABSOLO-Seribu pertanyaan dari publik tentang keberadaan Mbah Maridjan terjawab sudah. Juru kunci Gunung Merapi itu ikut gugur di pangkuan gunung penebar kesuburan itu. Amanah Sultan HB IX untuk menjaga gunung paling berbahaya di Indonesia itu, selesai sudah.

"Dilihat dari batiknya dan kopiah yang dipakai di kepalanya kita yakin (itu jenazah Mbah Maridjan)," kata petugas Tim SAR Yogyakarta, Suseno, saat ditemui di RS dr Sardjito, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010). Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sujud di dapur. Luka bakar terdapat di tubuhnya. Bajunya robek-robek.

Nama Raden Ngabehi Suraksohargo atau yang lebih terkenal dengan panggilan Mbah Mardijan melambung seiring dengan peristiwa meletusnya Gunung Merapi, Yogyakarta, pada 2006 lalu.

Mbah Maridjan terkenal karena sebagai juru kunci Gunung Merapi, dia tidak mau mematuhi perintah untuk turun gunung oleh Sultan Hamengkubuwono X. Akibatnya, mata dunia pun terbelalak pada sosok renta yang sangat sederhana ini.

Bahkan, saking terkenalnya pria kelahiran Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, tahun 1927 itu, Pemerintah Jerman yang saat itu sedang menggelar hajatan Piala Dunia bermaksud mengundang Mbah Maridjan untuk menghadiri pembukaan Piala Dunia 2006. Si Mbah lantang menolak. "Kalau saya ke Jerman, siapa yang mencari rumput sapi saya," tutur pria sepuh itu.

Bagaimana Mbah Maridjan setelah dikenal dunia? Apalagi Si Mbah saat ini telah menjadi ikon produk jamu "Roso-roso"! Adakah perbedaan dengan Si Mbah setelah lebih 'berada'? Ternyata tidak. Mbah Maridjan tetap seperti yang dulu, ramah, rendah hati dan selalu tersenyum menghadapi siapa pun meski belum kenal sama sekali.

"Saya ya tetap seperti ini," ujar Mbah Maridjan dengan Bahasa Jawa khasnya saat
ditemui detikcom di sela-sela kesibukannya yang terus menerima tamu di saat
musim liburan Natal dan Tahun Baru, Senin (24/12/2007) silam.

Mbah Maridjan menuturkan, pascameletusnya Gunung Marapi pada 2006 silam, banyak perubahan pada dirinya. Selain menjadi terkenal, dia menjadi ikon produk jamu yang juga membuat namanya semakin melambung.

"Tapi soal honor, itu bukan saya yang mengurusi. Tapi anak-anak saya, dan masyarakat juga menikmati hasilnya," papar pria bersahaja ini.

Pengalaman lucu pun diceritakan Mbah Maridjan saat pengambilan gambar dalam iklan tersebut. "Waktu itu saya diajari agar saya mengangkat tangan saya sambil membawa gelas dan mengatakan 'roso-roso'. Sering diulang," kata Mbah Maridjan disambut tawa para tamunya.

Karena usianya yang semakin renta, Mbah Maridjan mengaku sudah tidak kuat lagi melakukan aktivitas sehari-hari semisal berladang dan mencari rumput. "Rumput satu kali mencari biasanya bobotnya 50 kilo. Jadi pundak saya sudah nggak kuat untuk mengangkatnya," cerita Mbah Maridjan sambil tertawa.

"Kan sudah minum jamu 'roso-roso' itu, Mbah?" Mbah Maridjan hanya tertawa lebar
mendengar pertanyaan tersebut.

Sayangnya, saat itu Mbah Marijan tidak mau lagi difoto bareng dengan pengunjung. Hal ini berbeda 2006 lalu tatkala Si Mbah dengan sabar bersedia meladeni tamu yang hendak berpose dengannya.

"Nanti kalau mau difoto tembok saya sudah nggak bisa lagi menampung foto-fotonya," ujar si mbah sembari menunjukkan foto-foto Mbah Maridjan dengan berbagai pose yang terpampang di tembok rumahnya.

Namun kini, sosok sederhana dan rendah hati ini telah tiada. Mbah Maridjan menepati janjinya kepada Sultan HB IX untuk terus menjaga Merapi sampai akhir hayat.

Selamat jalan Mbah, di mata kami, sampeyan tetap roso! (anw/nrl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Korban Merapi mencapai 28 orang

Diposkan oleh tono solo

KITABSOLO-Jumlah korban tewas akibat sengatan awan panas Gunung Merapi terus bertambah. Hingga Rabu siang ini, RS Sardjito, Yogyakarta, telah menerima 28 korban tewas.


Jenazah-jenazah lainnya kini masih berada di ruang forensik RS Sardjito. Petugas kini masih melakukan identifikasi atas sejumlah jenazah karena ada beberapa yang belum dikenali.

Di antara korban tewas itu terdapat jenazah Mbah Maridjan, yang juga juru kunci Gunung Merapi. Kakek 83 tahun ini ditemukan kaku dalam posisi sujud di dapur.

Mbah Maridjan ikut tewas

Diposkan oleh tono solo

KITABSOLO-Nasib juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan sudah diketahui. Pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ini diyakini tewas. Anggota Tim SAR, Subur Mulyono, yang menyampaikan kabar duka ini.

Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat tadi pagi. "Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud di dekat rumahnya," kata Subur di RS Sardjito, Yogyakarta, Rabu 27 Oktober 2010.

Saat dievakuasi, posisi Mbah Maridjan masih sujud dengan luka bakar di tubuhnya. Subur mengaku mengenali jenazah tersebut dari batik yang dikenakan jenazah.

"Karena sering ketemu, saya yakin itu Mbah Maridjan -- dari batik yang dikenakan," tambah dia. Sampai saat ini, jelas dia, proses evakuasi sedang berlangsung.

Sebelumnya , petugas Kamar Jenazah RS Sardjito Yogyakarta, mengakui pihaknya sudah menerima jasad Mbah Maridjan.

"Benar, Mbah Maridjan sudah ada di sini," kata petugas tersebut.

Soal kondisi jenazah Mbah Maridjan, dia mengaku tak berani menggambarkannya. Yang jelas, "kami menerima jenazah tersebut pukul 06.30 WIB," tambah dia.

Mbah Maridjan meninggal di rumahnya bersama belasan orang lainnya. Termasuk, rekan kami, redaktur VIVAnews, Yuniawan Nugroho yang kembali naik ke atas gunung demi juru kunci Merapi itu turun.

Merapi meletus

Diposkan oleh tono solo

KITABSOLO-Gunung Merapi meletus dengan mengeluarkan awan panas, Selasa (26/10). Letusan terjadi sejak pukul 17.02 WIB. "Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Surono di Yogyakarta.

Menurut Surono, munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi. Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIB tersebut mengarah ke barat. Namun awan panas berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan.

Sirine bahaya di Kaliurang, Sleman, berbunyi pada pukul 17.57 WIB. Pada pukul 18.05 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menarik semua petugas dari pos pengamatan.

"Pada 2006, awan panas terjadi selama tujuh menit, namun pada tahun ini awan panas sudah terjadi lebih dari 20 menit," kata Surono. Lamanya awan panas tersebut menunjukkan energi yang cukup besar.

Pada pukul 18.00 WIB terdengar letusan sebanyak tiga kali yang terdengar dari pos Jrakah dan pos Selo yang disusul dengan asap membumbung setinggi 1,5 kilometer mengarah ke selatan. "Tipe letusan Merapi sudah dipastikan eksplosif," kata Surono.(ULF/Ant)

JAT bantah dua orang tsk perampok bank Medan anggotanya

Diposkan oleh tono solo Tuesday, October 5, 2010

Kitabsolo-Jamaah Anshorut Tauhid (JAT)membantah Alex dan Taufik Hidayat, dua orang tersangka perampok bank CIMB Medan yang tewas ditembak polisi, adalah anggotanya.

Jubir JAT, Abdul Rachim, menegaskan bahwa tidak memiliki anggota maupun struktur kepengurusan JAT di Sumatera Utara. "Berita di tipiwan itu fitnah, karena tidak konfirmasi ke JAT dulu,sebelum memberitakan" kata Rachim menanggapi berita TVOne yang menyiarkan wawancara dengan Ghazali tersangka lain.

Saat di wawancarai Ghazali mengatakan kalau Alex dan Taufik Hidayat adalah anggota JAT. Rachim juga tidak sependapat bahwa upaya perampokan bank di Medan bukanlah "Fai" karena dilakukan bukan di wilayah perang.

jenazah datang laskar berulah

Diposkan oleh tono solo Tuesday, September 28, 2010

Kitabsolo-Jenazah salah satu terduga teroris asal Solo, Yuki Wantoro, 20, dibawa pulang keluarganya. Rabu pagi jenazah sudah tiba di rumah duka, sayangnya kedatangan jenazah ini diwarnai aksi sejumlah orang yang sudah mencegat jenazah di setiap sudut masuk kampung. bahkan mereka bersitegang dengan para wartawan yang hendak meliput, meskipun wartawan sudah menyatakan bahwa dalam tugasnya dilindungi oleh undang-undang.
Namun seakan tidak mau tahu mereka tetap mengahalang halangi upaya wartawan untuk mendapatkan gambar, bahkan tidak segan-segan mereka mendorong dan membentak bentak. warga sekitar yang juga tidak nyaman dengan ulah orang-orang ini tidak mampu berbuat banyak, karena jumlah mereka ratusan orang. setelah beberapa saat disemayamkan di mesjid terdekat jenazah kemudian dibawa ke polokarto, Sukoharjo untuk di makamkan.
Di tempat ini, sejumlah warga menyatakan keberatan jika jenazah Yuki di makamkan di kampung mereka, namun mereka tidak bisa berbuat banyak. sementara itu perlakukan orang-orang ini terhadap para wartawan yang berada di pemakaman juga sama saat disemayamkan di rumah duka. sejumlah wartawan di usir dari area pemakaman dan dilarang mengambil gambar. Kenapa, apa salah wartawan? sedangkan wartawan hanya berusaha mengungkapkan fakta yang terjadi...

Densus88 terpisah dengan bareskrim

Diposkan oleh tono solo Thursday, September 23, 2010

Kitabsolo-Detasemen Khusus Antiteror 88 mulai hari ini memisahkan diri Badan Reserse dan Kriminal Polri. "Mulai hari ini Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 sudah resmi terpisah dari Bareskrim Polri dan telah ditandatangani oleh kapolri," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Rabu.

Adanya pemisahan itu, diikuti perubahan struktur di tubuh Mabes Polri, saat ini ada sosialisasi dan penandatangan organisasi dan tata kerja (OTK) Polri yang baru, ujarnya.

Perubahan struktur ini sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara RI, hal tersebut meliput perubahan struktur dan nama lembaga pada beberapa lembaga di kepolisian, kata Iskandar.

"Tidak ada lagi Densus di daerah, semua Densus itu terpusat di Mabes Polri," kata Kadiv Humas.

Iskandar mengatakan anggota polisi di daerah yang klasifikasinya sebagai anggota Densus mungkin saja yang terpilih di daerah akan dibawa ke pusat, bila klasifikasi kemampuannya bagus.

Sementara itu, anggota Tim Perubahan Struktur Brigjen Ronny F Sompie mengatakan Densus 88 Antiteror, saat ini terpisah dari Bareskrim langsung di bawah kapolri dengan pangkat bintang satu, namanya tetap badan.

Menurut Ronny, keputusan untuk tidak membuat Korps Densus agar nantinya tugas Densus 88 tidak berbenturan dengan Badan Antiteror.

Berdasarkan PP Nomor 52 tahun 2010, struktur Polri mengalami perubahan besar-besaran, dimana sejumlah nama badan Polri berubah nama seperti Babinkam menjadi Baharkam dan Divisi Pembinaan Hukum menjadi Divisi Hukum. Selain itu, dua jabatan Mabes Polri yakni Kalemdikpol dan Kabaintelkam berubah dari pangkat bintang Irjen menjadi Komjen yang menduduki jabatannya.( ngutip Antara News )

KitabSolo-Mabes Polri mengakui adanya dukungan dana asing terhadap operasional Datasemen Khusus (Densus) 88 Polri. Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Iskandar Hasan mengatakan, dana operasional Polri, temasuk Densus 88, berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN. "Dana operasional kita semua dari DIPA APBN, ujar Iskandar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (15/9), seperti dikutip lnilah.com.

Iskandar mengakui adanya bantuan negara asing yang diberikan kepada Polri, khususnya Densus 88. Namun, jelasnya, bantuan itu tidak berupa dana tunai untuk ope rasional Densus. "Bantuan yang didapat itu dalam bentuk paket proyek, baik itu pelatihan maupun pembangunan seperti di Semarang, JCLEC (Jakarta Centre for Law Enforcement

Cooperation) membangun kompleks itu. Dana itu tidak berupa dukungan dana operasional dana tunai," paparnya. Negara yang memberi bantuan terhadap Densus 88 Polri, imbuh Iskandar, adalah Australia, Belanda, dan Amerika Serikat. Ihwal bantuan asing kepada Densus 88 Ini mencuat karena sebelumnya Pemerintah Australia ingin memeriksa Densus 88 menyusul dugaan penyiksaan terhadap tahanan Republik Maluku Selatan.

Australia merasa berhak memeriksa Densus 88 karena melalui Australian Federal Police (AFP) ikut membiayai secara rutin detasemen itu. Harian The Age dan Sydney Morning Herald menyatakan, dana 40 juta dolar AS dikucurkan Australia untuk pendirian JCLEC.

Tiap tahun dikucurkan dana 16 juta dolar AS. Di laman JCLEC tercatat, Australia sejak 2004 me.lipat gandakan bantuannya untuk JCLEC menjadi 20 juta dolar AS per tahun, terutama untuk program kontraterorisme. Amerika Serikat tak mau ketinggalan. Kantor berita Reuters pada 18 Maret 2010 mengutip dokumendari Deplu AS sejak tahun 2003 yang aktif membiayai program kontraterorisme di sejumlah negara lewat Antiterorism Assistance Program (ATA). Dalam laporannya ke Kongres AS pada 2005, misalnya, ATA mengucurkan dana 5,4 juta dolar AS untuk Densus 88. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak intervensi asing. "Pemerintah harus tegas menolak intervensi yang dilakukan oleh pemerintah Australia, tegasnya, tb

Demo hari Tani Nasional

Diposkan oleh tono solo

KitabSolo-Seratusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta, menggelar aksi turun ke jalan untuk memperingati Hari Tani Nasional, Jumat pagi, 24 september 2010 di Bundaran Gladak Solo. Mereka mendesak pemerintah dan masyarakat agar lebih mengutamankan produk lokal dibandingkan dengan produk import.

Selain membawa poster dan spanduk, secara bergantian para mahasiswa ini melakukan orasi yang mengkritisi kondisi petani di indonesia yang dianggap tidak lagi berdaulat di negeri yang katanya agraris, akibat maraknya beras impor dan gula impor yang masuk ke indonesia sehingga membuat nasib petani semakin menderita.

Melihat kondisi seperti ini, para mahasiswa inipun menuntut keseriusan pemerintah untuk memperhatikan kesejahtaraan petani dengan pengembangan produk local, serta mengajak masyaraklat untuk tetap membeli produk local.

JAT bantah terlibat perampokan Medan

Diposkan oleh tono solo Wednesday, September 22, 2010

Amir sementara JAT, Ustaz Akhwan, menegaskan bahwa JAT belum memiliki anggota di Medan. "Kita belum buka cabang di Medan. Cabang JAT di luar pulau Jawa itu baru ada di Bima, NTB, makanya kita bingung jika dianggap terlibat," ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa JAT tidak menghalalkan perampokan untuk pencarian dana jihad. "Kami ini justru berasas amar maruf nahi mungkar, jadi tidak mungkin kami menghalalkan perampokan seperti itu," ungkap Akhwan.

Walau demikian, Ustaz Akhwan menyatakan bahwa JAT tidak akan mengambil langkah hukum atas fitnah ini. "Kalau kami laporkan sama saja. Saat proses pra peradilan, kami pasti kalah, hanya bikin sakit hati. Biar Allah saja yang membalas," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menuding adanya keterlibatan Abu Bakar Baasyir dalam perampokan di Medan, Agustus lalu. Ia menduga bahwa dana hasil rampokan tersebut digunakan untuk membiayai pelatihan militer di Medan.

Kronologis penyerangan Polsek Hamparan Perak

Diposkan oleh tono solo Tuesday, September 21, 2010

11 Anggota Polsek Hamparan Perak yang tengah berjaga tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan kurang lebih 12-15 orang pria tak dikenal. Pria yang membawa sejumlah senjata itu tiba-tiba menembaki kaca Polsek Hamparan Perak. 3 Personel pun terkena peluru panas mereka.

"Kurang lebih ada 6 motor melintas di depan Polsek. Setelah itu kembali dan langsung memberondong kaca Polsek," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9/2010).

Baharudin menceritakan kronologi peristiwa ini terjadi pukul 00.00 WIB. Setelah memberondong kaca Mapolsek dengan peluru, para pria tak dikenal ini membuang sebuah bungkusan yang berisi bensin yang diberi sumbu atau seperti bom molotov ke papan reklame yang ada di Polsek.

"Reklamenya terbakar. Terus mereka masuk ke dalam lokasi dan melakukan penembakan," jelasnya.

Tiga anggota Polsek Hamparan Perak tertembak. Satu anggota sedang patroli di depan, satu di depan tahanan, dan seorang lagi di ruang kerja. Bahkan pelaku penembakan juga sempat menghancurkan mobil patroli dengan bungkusan bensin yang dibawa.

"Mobil patroli yang di depan juga dikasih bensin sama mereka dilempar seperti bom molotov ke mobil itu," jelasnya.

Menurut Baharudin, pelaku saat itu tidak bisa dikenali karena menutup wajah mereka. Satu orang di antaranya menggunakan helm. Seluruhnya tampak mengenakan pakaian yang beragam.

(gus/vit)

Polri menduga pelaku penyerbuan Markas Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, terkait dengan penangkapan tersangka teroris oleh Densus 88 hari Minggu lalu. Jika benar pelakunya teroris, maka intelijen Polri dinilai lemah.

"Kalau benar itu teroris yang melakukan 'pembalasan', operasi intelinjennya lemah," kata Wakil Ketua Komisi I (pertahanan), TB Hasanuddin, kepada detikcom, Rabu (22/9/2010).

"Operasi intelijen kita kurang tajam, tidak mampu melempuhkan mereka sebelum mereka bergerak," imbuhnya.

Punawirawan TNI berpangkat terakhir mayor jenderal ini mengatakan, seharusnya setelah menangkap sejumlah tersangka teroris, Polri mendalami semua informasi dari mereka.

"Informasi harus dieksploitasi dulu, di mana kegiatan berpusat, dari mana senjata mereka didapat. Baru dilakukan operasi pembersihan," kata poitisi PDIP ini.

"Jangan belum menangkap semuanya, ini sudah mendapat serangan balasan," kata mantan sekretaris militer era Megawati dan SBY ini.

Lebih dari 15 orang yang diduga teroris terkait perampok Bank CIMB menyerbu Markas Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut dini hari tadi. Penyerangan ini adalah bentuk eksitensi karena kondisi mereka sudah terdesak.

"Mereka terpojok, terus frontal karena terdesak sehingga menyerang," ujar pengamat terorisme Mardigu WP kepada detikcom, Rabu (22/9/2010).

Mardigu menjelaskan para teroris tersebut melakukan aksi bertahan karena ruang lingkup mereka semakin sempit untuk bergerak.

"Ini bentuk upaya defense. Mereka terdesak marah, nggak ada support makanan dan mereka juga buron," imbuhnya.

Menurut Mardigu penyerangan teroris kepada kantor polisi bukan pertama kali terjadi. Namun biasanya tujuan mereka menyerang adalah mengambil senjata atau membebaskan rekan mereka yang ditahan.

"Di Ambon dan di Poso sering terjadi penyerangan ke kantor polisi. Jadi ini bukan pertama kalinya," tambahnya.

Mardigu belum bisa menduga aksi penyerangan ini dilakukan oleh kelompok teroris yang dipimpin oleh siapa.

"Itu yang belum kita dapat datanya. Tapi kalau dilihat dari aksi penyerangannya, orang-orang ini pernah berlatih di Aceh, Ambon dan Poso," jelasnya.

Bisa dibilang ini upaya balas dendam dari teroris karena rekannya banyak ditangkap? "Bisa dibilang begitu," tutupnya.

Pakai Senjata AK-47, M-16 & Pistol

3 Jenis selongsong peluru ditemukan di lokasi penembakan Polsek Hamparan Perak, Medan. Dari peluru yang ditemukan tersebut, pelaku penembakan diduga menggunakan senjata AK-47 atau AK-56, senjata SS1 atau M-16, dan pistol jenis FN.

"Senjata kita nggak tahu. Tapi ukurannya dari selongsongnya di TKP kita temukan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9/2010).

Baharudin mengatakan, 3 jenis peluru yang ditemukan polisi di TKP yakni jenis pertama berukuran 762 milimeter yang biasa digunakan untuk AK-47 atau AK-56, jenis kedua berukuran 556 milimeter yang biasa digunakan untuk senjata SS1 atau M-16, dan jenis lainnya berukuran 9 milimeter yang biasa digunakan pistol jenis FN.

"Kita masih otopsi lagi korban siapa dan kena peluru dari senjata yang mana saja," ungkapnya.

(gus/vit)

JAT dikaitkan lagi dengan terorism

Diposkan oleh tono solo

Kembali Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang dipimpin Abu Bakar Ba'asyir , dikaitkan lagi dengan para tersangka teroris yang ditangkap Densus88 di Sumatera Utara. Bahkan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) diyakini sebagai metamorfosis dari Jamaah Islamiyah (JI) yang kegiatannya terkait terorisme.

“Kelompok bisa berubah-berubah, nama juga. Dulu JI, sekarang JAT,” kata mantan Ketua Mantiqi III JI Nasir Abas, Selasa (21/9).

Menurut Nasir, JAT memiliki beberapa cabang. Berdasarkan manifesto JAT yang diperolehnya, terdapat kegiatan kemiliteran di JAT. “Selain itu ada pernyataan sikap antipemerintah, mengatakan pemerintah itu kafir dan thagut.”

Meskipun polisi telah menangkap 18 orang yang diduga terkait kegiatan terorisme di Sumatra Utara dan Lampung, namun Nasir mencurigai masih ada kekuatan teroris di daerah itu. “Masih banyak senjata yang belum ditemukan. Saya yakin masih banyak beredar. Kekuatan masih, termasuk personel bisa bertambah kalau aktif merekrut,” terang pria asal Malaysia ini.

Pada Senin lalu, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan kelompok Medan tergabung dalam Al Qaeda Aceh. Organisasi ini gabungan dari sejumlah faksi yakni JI, JAT, Darul Islam dan lainnya. Sedangkan Kadivhumas Polri Irjen Pol Iskandar Hasan menduga biaya pelatihan militer di Sinabung berasal dari Abu Bakar Ba’asyir.

Ba’asyir adalah Amir JAT. Namun menurut kuasa hukum Ba’asyir, Ahmad Kholied, JAT bukanlah kelompok teroris melainkan kelompok pengajian biasa. “JAT murni dakwah, tidak ada kegiatan militer. Anggotanya juga seupil. Lagi pula mau beli senjata dari mana. Ustad Abu juga tidak bisa pakai senjata,” kata Kholied.

Terbuka

JAT sendiri siap diluruskan jika dianggap salah dalam bertindak. “Kalau salah siap diluruskan. Kami terbuka agar tidak disudutkan dengan hal yang tidak kami lakukan,” ujar Sekjen JAT, Abdurrahman.

Abdurrahman menolak anggapan JAT metamorfosis dari JI karena JAT merupakan organisasi yang benar-benar baru dan tidak ada kaitannya dengan JI. Apalagi JI adalah organisasi yang tidak riil. “JI itu tidak riil, jadi kalau metamorfosis ya keliru,” ucap Abdurrahman.

Apakah ada kegiatan kemiliteran dan memiliki persenjataan? “Bukankah tidak boleh ada kegiatan seperti itu? Kalau sampai begitu nanti fatal. Kalaupun membentuk laskar namanya baris-berbaris, untuk membentuk. Senjata kami enggak ada. Paling pisau yang sudah pothol (copot) di dapur untuk memotong kue.” - Oleh : dtc

salah satu tersangka perampok CIMB Medan yang ditembak mati densus88 adalah Yuki warga Solo. Selasa sore, Orangtua Yuki Wantoro, 20, pelaku perampokan CIMB Medan asal Joyosuran, Solo menjalani tes deoxyribo nucleic acid (DNA), di Mapolsek Pasar Kliwon Solo, Selasa (21/9) malam.

Aparat Polresta Solo mengambil sampel DNA pembanding untuk memastikan identitas Yuki Wantoro yang tewas ditembak Tim Densus 88. Mabes Polri menyatakan Yuki terpaksa ditembak karena berusaha melawan. Saat disergap di Medan, Yuki menguasai 1,5 kg TNT siap rangkai. Berdasarkan pantauan Espos, pengambilan sampel berupa usapan air liur dan sampel darah sebanyak @ 2 CC itu dilakukan pada orangtua Yuki, yakni Sina Karyadi dan Ngatini.

Pengambilan sampel dipimpin langsung Paurkes Polresta Solo, Dr Aji Kadarmo. Selama kegiatan berlangsung, kedua orangtua Yuki didampingi Islamic Study and Action Center (Isac).

“Langkah ini merupakan upaya lanjut dari kepolisian guna memastikan korban tewas adalah bernama Yuki. Untuk itu, kami mengambil sampel pembanding dari orangtua. Di mana, nantinya akan dibandingkan dengan sampel sidik jari milik Yuki. Hasil pengambilan sampel air liur dan darah dikirim ke Dokpol Mabes Polri,” tegas Dr Aji Kadarmo mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana.

Sina Karyadi, 61, mengaku kaget saat mendengar anaknya tewas ditembak Densus. Sejauh ini, dirinya sama sekali belum mendapatkan surat pemberitahuan dari aparat kepolisian. Terlepas dari hal tersebut, kalau memang Yuki tersangkut kasus perampokan dan terlibat jaringan teroris, pihaknya mengaku pasrah.

Menurut Sina Karyadi, kali terakhir dirinya berhubungan dengan Yuki Wantoro, yakni beberapa hari sebelum Lebaran tiba. Saat itu, selama kurang lebih dua pekan, Yuki Wantoro berada di rumahnya yang beralamat di Tempen, RT 4/RW II, Joyosuran, Pasar Kliwon. Kemudian Yuki ditemui salah seorang temannya dari Padang untuk diajak berdagang di Jakarta.

“Saya juga tidak tahu latar belakang temannya yang dari Padang itu. Yang jelas, saya pun sebagai orangtua telah memberi restu kepada Yuki,” katanya saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa.

Menurut dia, di lingkungan keluarga anak nomor enam tersebut dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Di lingkungan sekitar, dirinya jarang mengikuti kegiatan-kegiatan kampung. “Di lihat dari pendidikannya, memang anak saya hanya lulus SLTP. Karena, saat sekolah di SMA swasta di Solo, dia keluar ketika kelas II. Dilihat dari ciri fisik, dia memiliki rambut pendek, wajah cerah, tinggi 160 cm,” katanya.

Menurut Ketua RT 4 Tempen, Joyosuran, Sarodi sebelum Yuki pergi meninggalkan Kota Solo, putra dari Sina Karyadi itu menyempatkan diri membuat kartu tanda penduduk (KTP). Di sisi lain, Yuki dikenal masyarakat sekitar sebagai pribadi yang tertutup. “Dia jarang ikut kegiatan di kampung. Sehabis salat, biasanya dirinya langsung pulang ke rumahnya,” kata dia.

Sementara satu tersangka perampokan lain yang berasal dari Karanganyar adalah Agus Sanyoto, 24, alias Saiful Sayaf, warga Dusun Jetak RT 3 RW V Desa Blorong, Jumantono. Pihak keluarga Agus mengaku belum mengetahui jika Agus terlibat dalam aksi perampokan maupun terorisme. Saat wartawan menyambangi rumah orangtuanya, ibu Agus, Parmi, langsung syok. Awak media lalu ditemui oleh kakak tertua Agus, Budi.

Sementara itu, Kepala Dusun Jetak, Sutarnyo mengatakan, Agus Sanyoto adalah anak keempat dari empat bersaudara pasangan Sular dan Parmi. Dua bulan sebelumnya, tambah Sutarnyo, ia pernah didatangi petugas yang mengaku dari kepolisian. “Terus terang saya kaget saat kepolisian mengatakan salah satu warga Jetak, ada yang terlibat dalam perampokan dan jaringan terorisme.”

Sementara itu komplotan teroris yang juga perampok Bank CIMB Niaga Medan segera dibawa ke Jakarta. Para tersangka itu diinterogasi secara intensif di Mabes Polri. “Tersangka diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri di RS Bhayangkara, Medan, Selasa.

Bambang Hendarso tidak merinci siapa saja para tersangka yang akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Yang pasti para tersangka teroris pimpinan Abu Tholut itu akan ditahan di Mabes Polri, “Hingga nanti disidangkan di pengadilan. Paling tidak sekitar satu pekan lagi.”

Jumlah tersangka jaringan terorisme di Medan bertambah satu orang. Densus kembali menangkap satu orang bernama Jaja. Dengan demikian, Polri sudah menetapkan 19 orang tersangka, termasuk tiga yang tewas ditembak. “(Jaja) Ditangkap di Binjai,” kata Kadivhumas Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri.

Sementara itu mengenai Abu Tholut, koordinator Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Michdan mengakui Amir Jamaah Ashorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir mengenal Abu Tholut ketika Ba’asyir dipenjara. Namun mengenai keterlibatan Abu Tholut dalam aksi di Medan, Michdan mengaku tidak mengetahuinya. “Apakah Abu Tholut itu yang mendesain atau dikatakan sebagai project officer di Aceh kita belum tahu. Ini kan belum dibuka persidangannya,” tukasnya.

Senada, Sekjen JAT, Abdurrahman, menjelaskan Abu Tholut pernah dekat dengan JAT. “Tapi itu sudah lama.” Abu Tholut tidak masuk dalam keanggotaan JAT. - Oleh : pso/m87/dtc

Sekelompok orang bersenjata laras panjang tiba-tiba menyerbu markas Kepolisian Resor Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (22/9/2010) antara pukul 12.00-00.30 dini hari tadi.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Oegroseno, menyatakan, para penyerang sekitar 11 atau 12 orang dengan menumpang enam sepeda motor.

Mereka langsung memberondongkan peluru ke arah kantor polisi itu. Akibatnya, selain kaca kantor rusak, tiga polisi juga tewas seketika.

“Penyerangan ini sama sekali tidak diduga, dan belum bisa diidentifikasi pelakunya. Sangat mungkin pelakunya sudah terlatih, karena pakai senapan laras panjang,” kata Oegroseno saat di lokasi kejadian, Rabu dini hari.

Ditanya Kompas soal kemungkinan serangan ini terkait dengan penyergapan para tersangka teroris sekaligus perampokan di Bank CIMB Niaga Medan, Oegroseno mengaku belum berani menyimpulkan.

Ia hanya memastikan, hubungan anak buahnya di Mapolsek Hamparan Perak dengan warga sekitar selama ini baik-baik saja. Dengan demikian, besar kemungkinan para pelaku bukan dari wilayah hukum Hamparan Perak.

Guna membekuk para pelaku, polisi menyebar ke tiga penjuru, terutama , daerah perbatasan seperti Belawan. Hingga kini, tim forensik masih berada di lokasi kejadian guna melakukan identifikasi.(Kompas.com)

Densus 88 Tangkap 18 Tersangka Teroris

Diposkan oleh tono solo

Dugaan bahwa perampokan Bank CIMB Niaga Medan dilakukan teroris tidak terbantahkan. Tidak hanya menangkap tujuh tersangka (tiga di antaranya tewas ditembak), Densus 88 ternyata berhasil melumpuhkan 18 orang yang diduga terkait dengan terorisme dalam operasi sejak Minggu (19/9). Bahkan, 15 tersangka lagi dilaporkan masih dikejar tim antiteror Mabes Polri tersebut.

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) memastikan, para perampok Bank CIMB Niaga di Medan pada 18 Agustus 2010 itu merupakan bagian dari jaringan terorisme. Mereka masih sekelompok dengan pelaku terorisme yang berlatih di Aceh dan Jawa Barat.

Dalam kasus latihan militer di Aceh itu, sudah diungkap 102 tersangka. Bahkan, 33 berkas perkara mereka dalam waktu dekat disidangkan di Jakarta. ''Kasus ini tidak terlepas dari latihan militer di Aceh dan Bandung. Ini juga berkaitan dengan pengembangan kasus terorisme yang diungkap di Bandung,'' kata BHD saat konferensi pers di Mapolda Sumatera Utara kemarin (20/9).

Selain itu, jelas dia, perampok Bank CIMB Medan berada di bawah komando Mustofa alias Abu Tholut, pengebom Atrium Senen yang pernah di penjara dan sekarang buron. ''Dari pengakuan tersangka, mereka mengaku digerakkan oleh Mustofa alias Abu Tholut yang sudah divonis 8,5 tahun dan mendapat remisi 4 tahun. Mustofa kembali bermain, beraksi lagi,'' ujarnya.

Mustofa, kata BHD, adalah mantiki atau pimpinan wilayah jaringan teroris untuk Aceh dan Sumatera Utara. Selain Mustofa dan Abu Tholut, lanjut dia, pria tersebut memiliki nama alias Imron. Buron dari kamp militer Aceh itu merupakan mantan narapidana teroris yang terlibat peledakan bom di Atrium Senen, Jakarta, 2001. Mustofa diduga kuat ikut latihan di Aceh. Terakhir, dia tinggal di Permata Hijau, Jakarta.

Dalam jumpa pers kemarin, Kapolri didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Iskandar, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Baharuddin Djafar, Gubernur Sumut Syamsul Arifin, serta jajaran petinggi Polda Sumut di aula Polda Sumut lantai IV.

Jaringan teroris yang merampok di Sumatera Utara itu, ungkap BHD, beranggota 33 orang. Tiga orang di antaranya ditembak mati di dua tempat di Sumatera Utara dan 15 orang ditangkap hidup-hidup. ''Jaringan dari kelompok teror yang melaksanakan kegiatan di wilayah Sumut mencapai 33 orang. Delapan belas tersangka sudah ditangkap dan tiga tersangka tewas di lokasi penangkapan,'' jelasnya.

Jaringan tersebut, kata dia, tidak terputus dengan perampokan sejumlah bank di Sumatera Utara tiga bulan terakhir. ''Sebelum CIMB Niaga dirampok, memang terjadi perampokan di Bank Sumatera Utara, Bank BRI, serta sebuah tempat penukaran uang di Medan dan sekitarnya,'' jelasnya.

Perampok CIMB Niaga Medan itu dilaporkan berhasil membawa lari uang Rp 400 juta. Dalam perampokan tersebut, anggota Brimob Briptu Immanuel Simanjuntak, 28, tewas karena dadanya diterjang dua peluru. Selain itu, dua satpam berkondisi kritis karena ditembus peluru.

Dari rangkaian aksi para teroris tersebut, Bank Sumut Belawan mengalami kerugian Rp 600 juta (30 April 2010), Bank BRI Amplas Rp 60 juta (13 Juni 2010), dan Money Changer Belawan Rp 97 juta (13 Juli 2010). ''Kelompok itu yang di Sumut juga sudah mempersiapkan diri untuk merampok di kawasan Tanjung Balai jika tidak berhasil ditangkap,'' ungkap BHD.

Menurut pengakuan para tersangka yang ditangkap, jelas dia, mereka sudah membeli peralatan di Lampung yang akan dibawa ke Sumut. ''Mereka membeli peralatan dari uang perampokan. Para pelaku tersebar di 13 titik Sumut. Tapi, mereka belum bisa diendus,'' katanya.

Mantan Kapolda Sumut itu menyebutkan, Densus 88 terpaksa melakukan baku tembak lantaran para tersangka memiliki senjata api. Penembakan tersebut dilakukan saat penggerebekan di kawasan Tanjung Balai.

Dua tersangka perampok yang juga teroris, Dani alias Ajo dan Dana, memiliki senpi FN-45. Sementara itu, Juki Wantoro alias Doni alias Rojer yang ditembak di Belawan juga memiliki senpi laras panjang.

Ridwan alias Iwan, 22, asal Jateng, ditangkap. Dari tangan dia, ditemukan bahan TNT seberat 1,5 kg. Dia ditangkap beserta Marwan alias Mak Nong, 39, warga Dusun VI, Hamparan Perak, dan Abah alias Beben alias Reza yang merupakan wakil Al Qaidah Mustaqin (MTQ) Aceh. Sementara itu, Taufik yang diduga menjadi penembak anggota Brimob yang tewas dalam perampokan di Bank CIMB Niaga sampai kini masih buron.

Kapolri juga menegaskan bahwa penangkapan oleh Densus 88 Mabes Polri tidak dilakukan untuk membatasi ruang gerak Kapolda Sumut dalam mengungkap kasus tersebut. Sebab, kasus yang terjadi di wilayah Sumut merupakan jaringan teroris.

''Saya perlu menegaskan sekali lagi, untuk kasus terorisme, penanganan sudah merupakan SOP dalam organisasi kepolisian RI, yakni ditangani Densus. Jangan disudutkan anggota yang sudah bekerja keras sampai mereka tidak berlebaran dengan keluarganya dan bahkan ada yang tidak melihat orang tuanya meninggal,'' tuturnya.

''Dengan demikian, diharapkan jangan ada pihak-pihak yang menafsirkan seolah-olah jajaran kepolisian terputus dan ada intervensi dari Mabes Polri. Itu merupakan rangkaian tindak pidana terorisme yang sudah berhasil diungkap Densus 88. Mulai Jantuh (Aceh), peristiwa Bandung, dan akhirnya kasus yang terjadi pada 19 September 2010,'' ungkapnya.

Sementara itu, menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar, Abu Bakar Ba'asyir diduga kuat terlibat dalam seluruh aksi terorisme tersebut. Berdasar fakta yang dikumpulkan di lapangan, Ba'asyir telah memberikan dana tunai Rp 150 juta. ''Seluruh kegiatan di Aceh akan ditunjukkan,'' tegasnya.

Dari hasil penggerebekan di Tanjung Balai, Jalan Bahagia, Minggu (19/9) pukul 20.30, tim Densus 88 berhasil menangkap J alias S, 30, warga Simpang Tiga Lempeng, Simpang Kawat; KG alias AJ, 45, warga Jalan Bahagia Gang Sehat, Kelurahan Datuk, Tanjung Balai; B alias A, 30, tewas tertembak, warga Desa Batu III, Tanjung Balai; serta Y alias W, 49, warga Joyo Surat, Solo, juga tertembak mati. Polisi mengamankan barang bukti dua senjata api dan sebuah AK-56 plus senjata tajam lain.

Iskandar menambahkan, senjata yang disita dari kawanan yang diduga merampok Bank CIMB Niaga Medan adalah senjata asli. Namun, Polri belum mengetahui asal senjata tersebut. ''Senjata asli, pabrikan,'' ujarnya.

Polri, kata dia, hingga kini terus menyelidiki asal senjata yang juga dimiliki TNI dan Polri tersebut. ''Itulah yang sedang kami teliti, dari mana didapatkan,'' ujarnya.

Namun, Polri sementara menduga senjata-senjata itu berasal dari luar negeri. ''AK, polisi punya, TNI punya. Tapi, mungkin masuk secara ilegal. Dari Filipina bisa, Thailand Selatan juga bisa,'' jelasnya.

Hingga kini, Polri telah menangkap 18 tersangka perampokan CIMB Niaga Medan beberapa waktu lalu, termasuk tiga tewas dan dua luka-luka. Mereka ditangkap di tiga tempat berbeda. Yakni, di Belawan dan Tanjung Balai, Sumatera Utara, serta Lampung.

Mereka memiliki peran yang berbeda-beda. Para pelaku yang ditangkap diduga terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam perampokan beberapa waktu lalu itu. Saat membekuk kawanan perampok di Belawan, polisi menemukan senjata yang identik dengan yang digunakan kawanan perampok Bank CIMB Niaga, Medan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Marwoto Soeto mengungkapkan, ada empat jenis senjata yang diduga dipakai kawanan perampok Bank CIMB Niaga Medan. Yakni, AK-47, M-16, SS-1, dan pistol Revolver. (jpnn/c5/iro)

Wartawan Sripo dibunuh?

Diposkan oleh tono solo Friday, September 17, 2010

Arsep Pajario (38) wartawan yang sehari-hari bekerja di harian Sriwijaya Post ditemukan tewas membusuk di rumahnya di Jalan S Suparman, Komplek Citra Dago Blok D No 9 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang. Diduga Arsep tewas lantaran dibunuh dengan racun.

Arsep ditemukan keluarganya, Mahardiko, sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (17/9/2010). Menurut Redaktur Pelaksana Sriwijaya Post Weny Ramdiastuti, kepada detikcom di kantornya, Jalan R. Sukamto, Jumat (17/9/2010) malam, saat ditemukan jenazah Arsep ditemukan oleh keponakannya, Mahardiko, pada posisi terlentang, mengenakan baju kaos putih bermotif, dan celana jins biru.

Tubuhnya membengkak. Di dekatnya ada racun nyamuk semprot. Dugaan awal bunuh diri, tapi setelah diperiksa polisi laptop, ponsel, dan dompetnya ikut raib. Pintu, jendela, dan atap tidak rusak sementara kunci rumah raib. Petugas forensik menyebut korban paling tidak meninggal tiga hari lalu (Rabu, 16/9/2010). "Hasil otopsi yang kami ketahui malam ini, limpahnya pecah akibat cairan. Kemungkinan diracuni," kata Wenny.

Sementara keluarga Arsep di Prabumulih sudah kehilangan kontak sejak Selasa (15/9/2010) lalu. Oleh karena itu, ibunya meminta ponakannya Mahardiko buat mengecek ke rumah Arsep yang tinggal sendirian.

Arsep memang tengah cuti Lebaran. Tapi seharusnya sudah masuk sejak Rabu (15/9/2010) kemarin. Anehnya, pada Kamis (17/9/2010) kemarin ponselnya bisa membalas pesan singkat yang dikirimkan Nila, wartawan Antara di Palembang. Nila menanyakan posisi Arsep, dibalas "Saya mudik".

Arsep mulai bekerja di Sriwijaya Post sejak tahun 1988. Kini sehari-hari, dia bertugas di kantor pemerintah Palembang.
(tw/ape)

Bupati baru Wonogiri 2010

Diposkan oleh tono solo Thursday, September 16, 2010

Kibtabsolo-Hasil sementara penghitungan suara Pilkada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri hingga ditutup pada pukul 20.20 WIB tadi malam, pasangan nomor empat yang diusung tiga partai politik, PAN, PPP dan Gerindra yang tergabung dalam Koalisi Wonogiri Bangkit (KWB), Danar Rahmanto-Yuli Handoko unggul dengan perolehan 205.970 atau 42,22% suara.

Disusul pasangan nomor satu yang diusung PDIP dan PKS yang membawa bendera Koalisi Merah Putih, H Sumaryoto-H Begug Poernomosidi dengan perolehan 129.894 atau 26,62% suara. Sementara pasangan nomor dua dari Partai Golkar dan sejumlah partai non parlemen berada di urutan ketiga dengan perolehan 93.133 atau 19,09% suara. Terakhir pasangan nomor tiga yang diusung Partai Demokrat dan enam partai non parlemen yang tergabung dalam Koalisi Satrio Bangkit (KSB) dengan perolehan 58.873 atau 12,07% suara.

Jumlah suara sah 487.870, sedangkan suara tidak sah 5.869. Jumlah TPS yang sudah melaporkan data sebanyak 1.665 TPS atau 82,18% dari total TPS sebanyak 2.026 TPS dengan DPT sebanyak 915.178 pemilih.

Hasil sementara ini diluar prediksi banyak kalangan, yang merasa dengan sinis menyebut Pilkada berakhir ketika Sumaryoto berpasangan dengan Begug. Apalagi jika melihat perolehan kursi partai pengusung di lembaga legislatif. Berdasarkan hal ini, di atas kertas, pasangan Sumaryoto-Begug dipastikan unggul dengan dukungan 50% kursi DPRD. Sedangkan pasangan Danar-Yuli hanya didukung 16% kursi.

“Ya itulah politik. Perolehan kursi partai pengusung di Pemilu legislatif tidak menjamin akan menang pula saat Pilkada. Hal ini bahkan terjadi di tingkat nasional,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Joko Purnomo, saat ditemui wartawan di sela-sela penghitungan suara.

Penghitungan suara berlangsung lebih lambat dari prediksi semula, yang ditargetkan selesai pukul 18.00 WIB. Menurut Joko, hal itu karena terjadi hujan deras di wilayah timur Wonogiri yang menyebabkan KPPS memilih menyelamatkan surat suara dan menunda penghitungan. Akibatnya, penghitungan di KPU yang semula direncanakan pukul 14.00 WIB molor menjadi pukul 15.00 WIB.

Selama penghitungan, tim sukses masing-masing pasangan calon berdatangan untuk melihat langsung. “Berat, berat,” ujar Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek kepada Espos, saat penghitungan menunjukkan perolehan pasangan Sumaryoto-Begug berselisih cukup jauh dari Danar-Yuli.

Selain dari partai pendukung Sumaryoto-Begug, tampak pula tim sukses dari pasangan Danar-Yuli, di antaranya anggota DPRD Jateng dari PAN, Subandi PR dan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Danar-Yuli, Sardi. Meski tak bisa menyembunyikan kegembiraan, mereka berusaha untuk tidak terlalu optimistis.

Di Ruang Data Setda Wonogiri, penghitungan perolehan suara juga dilakukan. Namun meski input data relatif lebih cepat, penghitungan ditutup lebih awal, sekitar pukul 19.00 WIB, dengan persentase suara yang masuk sekitar 60%. Di ruangan tersebut sempat hadir pula sejumlah tim sukses pasangan calon. Bahkan terlihat pula mantan Sekda Wonogiri, H Suprapto yang sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan H Sumaryoto ke PDIP. Penghitungan suara akan dilanjutkan Jumat (17/9) ini sedangkan penetapan perolehan suara akan dilakukan pada Selasa (21/9).

(Espos) shs

Pemred Solopos berpulang

Diposkan oleh tono solo Monday, September 13, 2010

Pemimpin redaksi (Pemred) Harian Umum (HU) SOLOPOS, YA Sunyoto berpulang ke pangkuan Tuhan YME, Selasa (14/9),pukul 01.00 WIB di RS dr Oen, Kandang Sapi, Jebres, Solo.

Sebelum meninggal YA Sunyoto menderita sakit beberapa waktu. YA Sunyoto meninggalkan satu orang istri dan lima orang anak. Jenazah saat ini sedang disemayamkan di kediamannya di Jalan Pandan 6 No 17, Griyan, Baturan, Colomadu, Karanganyar.

Saat ini ratusan pelayat sudah memadati rumah keluarga YA Sunyoto. Diantara tamu yang hadir tampak Wakil Pemimpin Umum PT Aksara Solopos Danie H Soe’oed, Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPRD SOlo YF Sukasno dan Sekretaris PMI Solo Sumartono Hadinoto.

Menurut rencana jenazah akan dikebumikan di kota Rembang dan akan diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 09.00 WIB.

tya

Aniaya wartawan, Dandim karanganyar dicopot

Diposkan oleh tono solo Sunday, September 12, 2010

Solo (Espos)–Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro langsung bertindak cepat dan tegas dengan mencopot jabatan Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikno, Rabu (8/9).

Pencopotan mendadak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut pengusutan kasus pemukulan yang bersangkutan kepada wartawan SOLOPOS, Triyono pertengahan pekan kemarin. Demikian ditegaskan Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Kolonel (Inf) Abdul Rahman Kadir di hadapan wartawan di Makorem, Rabu.

Untuk sementara waktu, jabatan Dandim Karanganyar akan dibebankan Danrem 074/Warastratama yang diwakili oleh Kasdim setempat. “Per hari ini memang ada perintah dari Pangdam agar Letkol (Inf) Lilik Sutikno tidak melakukan tugas dan tanggungjawab terhadap jabatannya. Hal itu berdasar surat perintah nomor 1375/IX/2010 tanggal 8 September 2010. Pertimbangan utama surat tersebut, yakni laporan kami yang menjelaskan bahwa benar Dandim Karanganyar telah melakukan pemukulan terhadap wartawan,” tegasnya.

Dia mengatakan, kendati keberadaan Dandim Karanganyar sudah dicopot dari jabatannya, namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya guna mengusut dan memproses yang bersangkutan di depan hukum. Untuk sementara, saat ini pihaknya masih memeriksa Letkol (Inf) Lilik Sutikno secara intensif.

“Dengan demikian, Kodam sudah ambil tindakan cepat dan tegas. Proses pemeriksaan masih berjalan dengan dibuktikan masih lanjutnya penanganan di Denpom. Secara umum, Letkol (Inf) Lilik Sutikno yang lulus Akmil tahun 1989 itu telah menjabat sebagai Dandim Karanganyar selama 2 tahun,” ulas dia.

Sebelumnnya, Komunitas wartawan di Soloraya mendesak pimpinan TNI AD segera mencopot jabatan Dandim Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikno. Hal tersebut didasari pada tindakannya yang langsung main pukul terhadap wartawan SOLOPOS, Triyono hingga menyebabkan luka lebam di sebelah mata kiri.

Menurut pantauan Espos di lapangan, seratusan wartawan baik cetak ataupun elektronik mendatangi Makorem 074/Warastratama Solo pukul 10.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, di antara mereka juga membentangkan spanduk berisi anti kekerasan terhadap wartawan. Di Makorem Solo, seratusan wartawan diterima dengan ramah oleh Danrem Solo. Di mana, antara Danrem dengan wartawan menggelar audiensi di aula Makorem setempat.

“Kami minta kepada pihak terkait untuk menuntaskan kasus kekerasan wartawan yang melanda teman kami Triyono (wartawan SOLOPOS). Untuk itu, kami berharap posisi Dandim Karanganyar saat ini segera dicopot,” terang Ketua PWI Solo, Budi Santosa di sela-sela audiensi berlangsung.

Pernyataan yang sama disampaikan perwakilan AJI Jakarta, Ulin. Peristiwa pemukulan seorang Dandim kepada wartawan sudah semestinya dibongkar secara tuntas. Di sisi lain, dirinya juga meminta agar TNI dapat mereformasi diri di tingkat internal.

pso

Kitabsolo-Pusat jajanan solo dibanjiri pengunjung. Para pemudik mencari oleh-oleh khas Solo untuk buah tangan keluarga di rumah. Salah satu lokasi yang ramai yaitu pusat oleh-oleh Solo Pasar Jongke. Lokasinya yang strategis membuat para pemudik menyerbu tempat itu.

Kebanyakan oleh-oleh yang dibawa antara lain intip, abon, kripik usus, belut, paru, ceker, ampyang jahe, madu mongso serta onde-onde.


Para penjual jajanan khas solo mengaku omset penjualan meningkat hingga 100 persen di hari biasa, namun begitu para penjual jananan khas solo tidak menaikkan harga, bahkan palayanan semakin ditingkatkan agar pembeli pada tahun mendatang kenbali untuk membeli olejh-oleh di tokonya.

Malaysia Rugi Rp 7,5 Triliun Akibat Serangan Hacker Indonesia

Diposkan oleh tono solo Sunday, September 5, 2010

sumber: http://ganyangmalingshit.wordpress.com/ & http://kompasiana.com/topjaya

Serangan para hacker Indonesia terhadap 500-an website Malaysia pada hari kemerdekaan mereka 31 Agustus 2010 kemarin masih saja menjadi buah bibir. Aksi heroik para hacker ini sungguh-sungguh monumental dan menaikkan moral sebagian masyarakat Indonesia yang mengetahui berita aksi tersebut.

Saya baca, dengar, dan lihat komentar berbagai pihak atas aksi hacker Indonesia ini. Mayoritas menganggap itu ide brilian, cerdas, taktis, dan seperti penilaian saya sendiri, itu membanggakan. Ada juga sih yang mengecilkan arti serangan mereka itu.

Lalu iseng-iseng saya mengalkulasi dampak serangan hacker Indonesia atas situs-situs penting Malaysia. Asal Anda tahu, masuk dalam ratusan situs yang dilumpuhkan itu adalah situs pemerintah, situs lembaga pendidikan, situs perusahaan, sekuritas, trading, dan masih banyak lagi jenis situs-situs komersial yang menggunakan intsrumen internet sebagai media transaksi.

Mari ambil perkiraan konservatif bahwa masing-masing lembaga yang dimediumi situs tersebut memiliki nilai transaksi antara minimal Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar per hari. Saya ambil nilai tengahnya Rp 500 juta nilai transaksi per hari, maka dalam sehari saja kerugian yang diderita oleh 500 situs/institusi itu mencapai Rp 250 miliar! Jika sebulan penuh gangguan itu tidak berhasil diatasi, kerugiannya akan mencapai Rp 7,5 triliun.

Hanya sebuah perang kecil yang dijalankan oleh anak-anak SMA atau kuliahan, dikerjakan di warnet-warnet atau dengan komputer-komputer dan laptop pinjaman, dampaknya sudah begitu menusuk ekonomi Malaysia. Anda bisa bayangkan, itu aksi-aksi spontanitas belaka, bukan aksi yang terencana layaknya perang para jenderal kita lho!

Saya telusuri informasi di internet, 2009 lalu hanya 100 website yang mereka ganyang. Kemarin meningkat menjadi 500 website dan Anda bisa bayangkan kerugiannya seperti apa. Kita tidak tahu esok hari akan berapa banyak lagi yang mereka lumpuhkan. Asal tahu saja, hacker Indonesia juga pernah menyusupi website Mossad, agen rahasia Israel. Pamor hacker kita kondang sekali di dunia maya.

Kalau sudah begitu, apa sih yang tidak bisa mereka sikat? Ekonomi Malaysia sebagai jantung kehidupan negara itu bisakah? Saya tidak menyepelekan kemampuan para hacker Indonesia ini. Salut atas patriotisme dan kecerdasan mereka.(tj)

Demo anti Malaysia dan SBY

Diposkan oleh tono solo

Kitabsolo-Di saat Pemerintah Republik Indonesia, berunding dengan pemerintah malaysia / di kinabalu, aksi unjuk rasa, menuntut agar presiden s-b-y, bersikap tegas atas perilaku malaysia, masih terjadi di tanah air. kekecewaan atas kebijakan, luar negeri s-b-y yang dianggap lembek memicu protes protes masyarakat.

Seperti yang terlihat, di bundaran gladag, kota solo, jawa tengah ini, senin siang, puluhan orang yang tergabung, dalam aliansi masyarakat untuk kesejahteraan. Amuk rakyat, turun ke jalan untuk berunjuk rasa, menyuarakan kekecewaan mereka, atas lemahnya posisi tawar, pemerintah tanah air pada negeri upin ipin.

Amuk rakyat menganggap, jika s-b-y masih terus / tidak bersikap tegas pada malaysia / berarti s-b-y layak untuk dilengserkan / dan diganti pemimpin lain / yang memperjuangkan kemandirian / di segala bidang politik / ekonomi / maupun di bidang budaya //
Dalam orasinya / massa menuntut agar / s-b-y bertanggung jawab / atas pelanggaran teritorial / yang dilakukan malaysia dengan mudah // selain itu / s-b-y juga harus bertanggung jawab / atas nasib ratusan w-n-i / yang terancam hukuman mati di malaysia / serta berbagai kasus kekerasan / yang menimpa t-k-i di malaysia //
Dalam aksi ini massa yang marah dengan sikap tidak tegas presiden ri/ juga membawa pocong dengan gambar foto presiden ri/ sby/ massa juga meninjak-injak foto sby sebelum akhirnya membubarkan diri//

Sragen (Espos)–Warga menggerebek pesta seks pelajar di sebuah rumah kosong di Dukuh Baoks,Ngrampal, Sragen. Sepasang pelajar berhasil diringkus warga akibat melakukan perzinaan, yakni SS, 17, pelajar STM swasta di Sragen dan Suk, 14, siswi SMP negeri di Sragen.

Akibat ulah perbuatan tak senonoh itu, SS, warga Kepoh, Wonotolo, Gondang, Sragen terpaksa mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen, Minggu (5/9). Peristiwa itu bermula, saat pasangan pelajar dimabuk asmara. Mereka lantas melampiaskan hasrat mereka ke sebuah rumah kosong di dukuh Baok.

Pada awalnya, warga sekitar curiga dengan adanya sebuah motor diparkir di teras rumah kosong. Mereka juga mendengar suara gaduh dalam dalam rumah. Beberapa warga mengintip rumah itu. Sontak warga kaget dan segera memanggil warga lainnya untuk menggerebek rumah kosong.

Warga menemukan pasangan pelajar dalam kondisi selesai berhubungan intim. Warga langsung menggelandang pasangan pelajar itu dan membawanya ke Mapolsek Ngrampal. Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi membenarkan peristiwa penggerebekan tersebut.

Menurut dia, SS terpaksa harus mejalani hukuman atas perbuatannya itu. “Karena wanita itu merupakan gadis di bawah umur, SS dikenai hukuman UU perlindungan anak. SS dijerat Pasal 81 ayat (2) UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. Atau denda sedikitnya Rp 60 juta dan maksimal Rp 300 juta,” ujarnya.

trh

Konfrontasi Malaysia-Indonesia (GANJANG MALINGSIA)

Diposkan oleh tono solo Monday, August 30, 2010

“Kalau kita lapar itu biasa

Kalau kita malu itu juga biasa

Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo…ayoo… kita… Ganjang…

Ganjang… Malaysia

Ganjang… Malaysia

Bulatkan tekad

Semangat kita badja

Peluru kita banjak

Njawa kita banjak

Bila perlu satoe-satoe!”

Hari itu Ir. Soekarno berapi-api sambil mengacungkan tangannya di mimbar terhormat. Bukan karena kebudayaan kita dicuri atau TKW kita disiksa majikannya di Kuala Lumpur, tapi karena terjadi konfrontasi terbesar antara Malaysia-Indonesia di tahun 1961-1966. Seluruh dunia menyaksikan sebuah konfrontasi terbesar diantara dua Negara serumpun, bagaimana dua Negara yang baru saja bebas dari kolonialisme memperebutkan bekas tanah koloni dari Inggris diujung pulau Borneo (Kalimantan)?.

Kata-kata “Ganjang Malaysia!” menjadi terkenal sehingga seorang penulis buku terkenal Will Fowler mengabadikan dalam bukunya dengan masih memakai ejaan Soekarno. Kemarahan Soekarno disulut oleh tindakan profokatif dari Federasi Tanah Melayu yang menginginkan (atas ide dan persetujuaan Inggris) menggabungkan Federasi Tanah Melayu, Singapura, Brunei, Serawak dan Sabah (Borneo Utara).

Tidak hanya itu, setelah terjadi demonstrasi anti Indonesia di Kuala Lumpur, para demonstran menyerbu kedubes Indonesia dan menginjak-injak lambang garuda pancasila dan foto presiden Soekarno. Meledaklah kemarahan Soekarno apalagi setelah mengetahui kalau perdana menteri Tuanku Abdurahman Malaysia disuruh menginjak lambang Negara Indonesia tersebut oleh para demonstran.

Presiden Soekarno langsung membentuk dan menyatakan DWIKORA sebagai pengobar untuk “mengganjang Malaysia”. Dikarenakan ini bukanlah perang terbuka atau perang antara pasukan regular masing-masing Negara, maka perseturuan dua Negara tetangga ini tidak disebut sebagai perang Malaysia-Indonesia tapi lebih dikenal konfrontasi Malaysia-Indonesia. Awalnya Soekarno tidak menginginkan terjadi konfrontasi dan TUanku Abdurahman pun berpikiran seperti itu. Tapi karena atas saran dan perintah dari Inggris, maka Pemerintah Malaysia melanggar perjanjian Manila yang menyatakan akan diadakan Referendum oleh PBB (UN). Mengetahui hal itu maka pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan langsung menindaknya.

Pemerintah Filipina yang juga mengklaim Sabah (Borneo Utara) tidak mengirimkan tentaranya atas kejadian pelanggaran perjanjian tersebut. Tapi Presiden Soekarno yang terlanjur sudah marah atas perlakuan Malaysia dan Inggris dengan Persemakmurannya yang menginjak-injak perjanjian tersebut, menyatakan konfrontasi. Presiden Soekarno mengatakan kalau Malaysia adalah boneka Inggris dan mengganggu kemerdekaan dan stabilitas Indonesia kedepannya.

Indonesia banyak melakukan propaganda untuk menakuti dan menebarkan teror bagi Persemakmuran. Seperti menggelar penyebaran selebaran dari udara oleh Tu-16 kedaerah Serawak dan menebarkan ketakutan kedalam wilayah Australia dengan menjatuhkan perlengkapan tentara di tengah daratannya. Persemakmuran dan Inggris tidak tinggal diam, mereka juga melakukan Operasi Claret yang dilakukan oleh SAS & SAS-R.

Operasi Claret adalah operasi dimana pasukan khusus inggris dan Australia menyusup kedaerah Indonesia di Klaimantan Timur. Padahal mereka berkomitmen hanya untuk bertahan tanpa menyerang kedaerah Indonesia. Hal ini diakui oleh Australia pada tahun 1996 atas terjadinya operasi Claret.

Selain menggelar pasukan khusus SAS (Inggris) & SAS-R (Australia), Persemakmuran juga mengirim SAS Slandia Baru, Gurkah (Pasukan Khusus dari Nepal yang dilatih oleh Kerajaan Inggris) dan pasukan dari daerah kolonialisme kerajaan Inggris lainnya. Indonesia mengerahkan RPKAD (KOPASSUS sekarang), pasukan SIliwangi dan KKO (Marinir sekarang).

Indonesia menyerang dari dua arah, yaitu dari Kalimantan Barat yang menyerang Serawak dan dari Kalimantan Timur yang menyerang Sabah. Sementara KKO dipersiapkan untuk menyerang pulau Sebatik bagian utara yang dikuasai Persemakmuran. Banyak terjadi bentrokan antara RPKAD dan SAS, sehingga menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak. Akibat dari agresifnya serangan Indonesia kedaerah Serawak dan Sabah maka penduduk setempat jadi tidak bersimpati kepada Indonesia.

Melihat dari alutsista Indonesia saat itu yang memiliki perlengkapan AURI (TNI-AU sekarang) yang memiliki perlengkapan yang memadai, sudah dipastikan pasti Indonesia akan menang dalam konfrontasi tersebut. Juga ALRI (TNI-AL sekarang) memiliki beberapa kapal laut yang modern dan terbaru sehingga menebarkan ketakutan kepada Malaysia dan Persemakmuran. Tapi hal itu tidak terjadi juga dikarenakan Indonesia berkomitmen untuk tidak menggelar pasukan regulernya lebih besar. Dan juga tidak ada gerakan profokatif lagi dari Malaysia dan Persemakmuran.

Akhir dari konfrontasi ini adalah penarikan mundur Indonesia dari Serawak dan Sabah. Dikarenakan 1966 Indonesia mengalami G30S-PKI yang mengakibatkan Presiden Soekarno turun dari jabatannya dan diganti Jenderal Soeharto yang langsung menghentikan konfrontasi dan menyetujui perjanjian Bangkok. Indonesia & Malaysia mengalami kerugian yang besar dari harta dan jiwa. Jika terjadi perang yang lebih besar dan terbuka maka tidak akan terelakkan lagi kerugiaan yang lebih besar dikedua belah pihak.

Note :

1. Mapalindo (Malaysia-Pilifina-Indonesia) adalah jargon yang digembar-gemborkan Inggris sebagai penyudut Pemerintahan Soekarno. Inggris menuduh Soekarno ingin menciptakan sebuah Negara yang melingkupi Malaysia-Pilifina-Indonesia yang disingkat MAPALINDO. Sesuai dengan literature yang ada Soekarno tidak ada rencana untuk melakukan hal tersebut, hal itu hanya tuduhan tak berdasar dari Inggris. Malahan Soekarno memiliki komitmen tidak mengakui wilayah Timor Leste yang pada saat itu masih daerah jajahan Portugal. Soekarno hanya menginginkan persatuan Papua dan Borneo Utara dengan Indonesia.

2. TNKU (Tentara Nasional Kalimantan Utara) Pasukan yang dikatakan berhaluan komunis dan melakukan pemberontakan didaerah kesultanan Brunei dan menginginkan kemerdekaan daerah Borneo Utara. TNKU dinyatakan dibantu oleh pemerintah Indonesia untuk melakukan pemberontakan diwilayah Borneo Utara. Sehingga dalam buku-buku sejarah Malaysia sekarang ada sepenggalan cerita tentang pemberontakan komunis di Borneo Utara yang kebetulan bertepatan dengan konfrontasi Malaysia-Indonesia. Sehingga mereka menyatakan kalau Indonesia membantu pemberontakan komunis di Borneo Utara tersebut. Padahal ide perlawanan tersebut sudah berbeda dengan Indonesia yang hanya ingin mempersatukan Borneo Utara ke Indonesia. Sementara TNKU menginginkan kemerdekaan wilayah tersebut dengan haluan komunis.

Malaysia takut dengan RI

Diposkan oleh tono solo

JAKARTA, KOMPAS.com — Konflik Indonesia-Malaysia kian meruncing setelah masalah perbatasan kembali mencuat ke publik. Anehnya, Pemerintah Indonesia selalu berdalih sebagai saudara tua untuk menyelesaikan konflik dengan jalur damai yang semakin membuat politik luar negeri Indonesia tidak memiliki jati diri.
Malaysia itu jangankan perang, mereka itu takut sama Indonesia. Tapi, kalau kita tidak punya konsep, mereka sudah siap mengajukannya untuk masuk ke Indonesia.
-- Zainuddin Sjafar

"Mereka tidak risau dengan masa lalu. Kejayaan Indonesia sudah tutup buku di mata mereka, tidak ada lagi istilah abang adik, saudara tua," ujar pengamat politik luar negeri UI, Zainuddin Djafar, Senin (30/8/2010), dalam diskusi CIDES, "Perkembangan Ekonomi dalam Dinamika Politik", di Hotel Ambhara, Jakarta.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, sudah bukan saatnya lagi Indonesia merasa lebih hebat dari Malaysia karena mampu merebut kemerdekaan sendiri karena kini negeri jiran itu sudah berubah. Akan tetapi, ia juga menyatakan bahwa perubahan sikap Malaysia itu bukan berarti mereka hendak perang fisik dengan Indonesia.

"Malaysia itu jangankan perang, mereka itu takut sama Indonesia. Tapi, kalau kita tidak punya konsep, mereka sudah siap mengajukannya untuk masuk ke Indonesia," ungkap Zainudddin.

Salah satu yang dikhawatirkan adalah invasi melalui bidang ekonomi. Maka dari itu, tidak mengherankan apabila nilai-nilai superioritas di kalangan masyarakat Malaysia sudah merebak sejak awal 2000-an. Khusus untuk soal superioritas tersebut, hal ini ditunjang oleh besarnya arus perubahan dan perkembangan ide-ide sipil orang Melayu sejak 2005.

"Perkembangan ide itu seperti orang Melayu harus progresif. Progressive mind ini yang membuat banyak negara menjadi negara maju," ujarnya. Oleh karena itu, untuk mengejar ketertinggalannya, Indonesia harus kembali mencari identitas diri yang kuat.

Setelah reformasi, menurut Zainuddin, Pemerintah Indonesia terlihat tidak pernah mengambil tindakan serius untuk menegakkan politik luar negeri ini. "Postur politik luar negeri ini kesannya sebagai konteks pelengkap penderita. Pejabat banyak bicara politik luar negeri ke sana kemari, tapi ternyata kita tetap kebobolan," tandas guru besar FISIP UI tersebut.

RI Siap perang lawan Malaysia

Diposkan oleh tono solo

JAKARTA -Konflik senjata kemungkinan tak dapat dihindari jika kedua negara bertetangga, Indonesia dan Malaysia, gagal menempuh cara diplomasi. Karena itu, TNI Angkatan Darat (AD) siap memberangkatkan seluruh jajaran ke perbatasan Ambalat yang diklaim negeri jiran tersebut.

''Kami harus siap menghadapi semua kemungkinan, termasuk penempatan pasukan di Ambalat,'' ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal Joko Santoso usai upacara peringatan HUT Kostrad, Selasa kemarin.

Dalam waktu dekat ini, menurutnya, TNI AD akan mempersiapkan seluruh kekuatan untuk diproyeksikan sewaktu-waktu ke Ambalat. ''Eksistensi negara dipertaruhkan di sana, kami harus siap," ujarnya lagi.

Namun dia menyatakan, hingga saat ini belum ada pasukan TNI AD yang diberangkatkan ke Ambalat. ''Kami masih tunggu bagaimana keputusan politik Presiden. Kami menghormati hal itu.''

Menurut dia, pasukan Kostrad dan satuan-satuan TNI AD lainnya dalam posisi siap diberangkatkan ke Ambalat untuk mempertahankan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

''Kostrad dan satuan-satuan lainnya telah mempersiapkan diri untuk diproyeksikan ke perbatasan Indonesia-Malaysia.''

Bagi TNI AD, kata dia, kedaulatan negara adalah harga mati dan tidak ada kompromi bagi siapa pun yang mengganggu NKRI. ''Perkembangan situasi yang terjadi Indonesia-Malaysia merupakan upaya dari negara tetangga untuk mengusik kedaulatan NKRI. Itu tidak boleh terjadi. Kita harus menghadapi dengan tegas.''

Senjata Roket

Dari Surabaya dilaporkan sebanyak satu batalyon atau sekitar 700 personel pasukan baret ungu ini siap diterjunkan ke Ambalat jika Panglima TNI memerintahkan.

''Ibarat kita sekarang stand by dan on call. Satu batalyon sudah kita siapkan dan sewaktu-waktu dibutuhkan dan ada perintah, ya kita berangkat danbergabung dengan pasukan lainnya,'' tegas Danpasmar Brigjen Baharudin.

Kemarin di Bumi Marinir Karangpilang Surabaya dilangsungkan apel organik kesatuan khusus TNI-AL ini. Inspektur upacaranya Brigjen Baharudin.

Sebelumnya, satu kompi pasukan marinir juga telah diberangkatkan ke Nunukan dan Pulau Sebatik, dua pulau yang berdekatan dengan Pulau Ambalat yang diklaim Pemerintah Malaysia. Tugas satu kompi pasukan marinir tersebut untuk membantu pengamanan di kawasan yang sedang panas tersebut. ''Dan tambahan satu batalyon marinir telah kita siapkan untuk tugas ke sana.''

Satu batalyon pasukan marinir yang dipersiapkan ke Ambalat berasal dari Yonif 1 Marinir. Mereka dilengkapi berbagai macam persenjataan mutakhir, termasuk roket RM-70 yang baru dibeli TNI-AL dari Chekoslovakia. Roket jenis ini telah diuji coba kemampuannya di Puslatpur Marinir Asembagus, Kabupaten Situbondo, beberapa waktu lalu. Jangkauan jarak tembak senjata roket ini 20 kilometer dengan kemampuan daya rusak pada radius 2 kilometer dan sekali tembak mampu memuntahkan 40 peluru. Roket RM-70 ini juga bisa dimanfaatkan dalam pertempuran laut.

Selain roket, juga dilengkapi dengan persenjataan artileri, yakni howitzer-105 dan howitzer-122. Meski secara organik pasukan tersebut berasal dari Yonif 1, namun mereka didukung resimen artileri dan pasukan elite marinir.

Hingga kini Mako Armatim telah memberangkatkan 5 kapal perang ke sana. Di samping itu, 167 kapal perang lainnya juga disiagakan untuk ditugaskan ke sana sewaktu-waktu. Kapal perang TNI-AL juga didukung dua pesawat terbang pengintai jenis nomad.

Demo Marak

Untuk mendukung kedaulatan NKRI, DPD KNPI Yogyakarta menyerukan agar dilakukan mobilisasi umum kepada segenap rakyat Indonesia untuk melawan Malaysia. Mobilisasi umum itu dilakukan dengan mengirimkan para pemuda yang telah dilatih untuk membantu TNI di kawasan Ambalat. Sejumlah spanduk provokatif ajakan berkonfrontasi dengan Malaysia mulai bermunculan.

Spanduk dari kain putih dengan panjang sekitar 8 meter itu di antaranya terbentang di daerah Jl Magelang Km 15 Kecamatan Tempel Sleman. Spanduk itu bertuliskan "Ayo Ganyang Malaysia".

Setelah di Makassar dan Jakarta, bendera Malaysia juga dibakar oleh para demonstran di Surabaya. Sebelum dibakar, bendera itu diinjak-injak terlebih dulu. Aksi pembakaran digelar di halaman patung Gubernur Suryo, Surabaya. Aksi ini dilakukan sekitar 10 mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa Surabaya.

Di Jakarta aksi dorong-mendorong antara sekelompok massa dan aparat keamanan mewarnai demonstrasi di depan pintu gerbang Kedubes Malaysia Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Sekelompok massa yang terdiri atas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pemuda Panca Marga DKI Jakarta, Gerakan Ketahanan Betawi Indonesia, serta Front Penegak Demokrasi tiba pukul 13.20 WIB. Mereka datang menumpang 8 bus Metro Mini, beberapa puluh motor, dan beberapa mobil pribadi.

Aksi menegangkan ini dipicu ketika sedikitnya 100 demonstran memaksa untuk merangsek masuk ke dalam kantor kedubes. Tetapi mereka diadang oleh sekitar 42 personel dari Polsek dan Polres Jakarta Selatan. (di,G14, bu,nas-33t)

Berita Terkini

Recent Comments

try

Followers