Tuesday, September 28, 2010

jenazah datang laskar berulah

Kitabsolo-Jenazah salah satu terduga teroris asal Solo, Yuki Wantoro, 20, dibawa pulang keluarganya. Rabu pagi jenazah sudah tiba di rumah duka, sayangnya kedatangan jenazah ini diwarnai aksi sejumlah orang yang sudah mencegat jenazah di setiap sudut masuk kampung. bahkan mereka bersitegang dengan para wartawan yang hendak meliput, meskipun wartawan sudah menyatakan bahwa dalam tugasnya dilindungi oleh undang-undang.
Namun seakan tidak mau tahu mereka tetap mengahalang halangi upaya wartawan untuk mendapatkan gambar, bahkan tidak segan-segan mereka mendorong dan membentak bentak. warga sekitar yang juga tidak nyaman dengan ulah orang-orang ini tidak mampu berbuat banyak, karena jumlah mereka ratusan orang. setelah beberapa saat disemayamkan di mesjid terdekat jenazah kemudian dibawa ke polokarto, Sukoharjo untuk di makamkan.
Di tempat ini, sejumlah warga menyatakan keberatan jika jenazah Yuki di makamkan di kampung mereka, namun mereka tidak bisa berbuat banyak. sementara itu perlakukan orang-orang ini terhadap para wartawan yang berada di pemakaman juga sama saat disemayamkan di rumah duka. sejumlah wartawan di usir dari area pemakaman dan dilarang mengambil gambar. Kenapa, apa salah wartawan? sedangkan wartawan hanya berusaha mengungkapkan fakta yang terjadi...

Thursday, September 23, 2010

Densus88 terpisah dengan bareskrim

Kitabsolo-Detasemen Khusus Antiteror 88 mulai hari ini memisahkan diri Badan Reserse dan Kriminal Polri. "Mulai hari ini Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 sudah resmi terpisah dari Bareskrim Polri dan telah ditandatangani oleh kapolri," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Rabu.

Adanya pemisahan itu, diikuti perubahan struktur di tubuh Mabes Polri, saat ini ada sosialisasi dan penandatangan organisasi dan tata kerja (OTK) Polri yang baru, ujarnya.

Perubahan struktur ini sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara RI, hal tersebut meliput perubahan struktur dan nama lembaga pada beberapa lembaga di kepolisian, kata Iskandar.

"Tidak ada lagi Densus di daerah, semua Densus itu terpusat di Mabes Polri," kata Kadiv Humas.

Iskandar mengatakan anggota polisi di daerah yang klasifikasinya sebagai anggota Densus mungkin saja yang terpilih di daerah akan dibawa ke pusat, bila klasifikasi kemampuannya bagus.

Sementara itu, anggota Tim Perubahan Struktur Brigjen Ronny F Sompie mengatakan Densus 88 Antiteror, saat ini terpisah dari Bareskrim langsung di bawah kapolri dengan pangkat bintang satu, namanya tetap badan.

Menurut Ronny, keputusan untuk tidak membuat Korps Densus agar nantinya tugas Densus 88 tidak berbenturan dengan Badan Antiteror.

Berdasarkan PP Nomor 52 tahun 2010, struktur Polri mengalami perubahan besar-besaran, dimana sejumlah nama badan Polri berubah nama seperti Babinkam menjadi Baharkam dan Divisi Pembinaan Hukum menjadi Divisi Hukum. Selain itu, dua jabatan Mabes Polri yakni Kalemdikpol dan Kabaintelkam berubah dari pangkat bintang Irjen menjadi Komjen yang menduduki jabatannya.( ngutip Antara News )

Densus88 dibiaya Amerika, Belanda dan Australia

KitabSolo-Mabes Polri mengakui adanya dukungan dana asing terhadap operasional Datasemen Khusus (Densus) 88 Polri. Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Iskandar Hasan mengatakan, dana operasional Polri, temasuk Densus 88, berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN. "Dana operasional kita semua dari DIPA APBN, ujar Iskandar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (15/9), seperti dikutip lnilah.com.

Iskandar mengakui adanya bantuan negara asing yang diberikan kepada Polri, khususnya Densus 88. Namun, jelasnya, bantuan itu tidak berupa dana tunai untuk ope rasional Densus. "Bantuan yang didapat itu dalam bentuk paket proyek, baik itu pelatihan maupun pembangunan seperti di Semarang, JCLEC (Jakarta Centre for Law Enforcement

Cooperation) membangun kompleks itu. Dana itu tidak berupa dukungan dana operasional dana tunai," paparnya. Negara yang memberi bantuan terhadap Densus 88 Polri, imbuh Iskandar, adalah Australia, Belanda, dan Amerika Serikat. Ihwal bantuan asing kepada Densus 88 Ini mencuat karena sebelumnya Pemerintah Australia ingin memeriksa Densus 88 menyusul dugaan penyiksaan terhadap tahanan Republik Maluku Selatan.

Australia merasa berhak memeriksa Densus 88 karena melalui Australian Federal Police (AFP) ikut membiayai secara rutin detasemen itu. Harian The Age dan Sydney Morning Herald menyatakan, dana 40 juta dolar AS dikucurkan Australia untuk pendirian JCLEC.

Tiap tahun dikucurkan dana 16 juta dolar AS. Di laman JCLEC tercatat, Australia sejak 2004 me.lipat gandakan bantuannya untuk JCLEC menjadi 20 juta dolar AS per tahun, terutama untuk program kontraterorisme. Amerika Serikat tak mau ketinggalan. Kantor berita Reuters pada 18 Maret 2010 mengutip dokumendari Deplu AS sejak tahun 2003 yang aktif membiayai program kontraterorisme di sejumlah negara lewat Antiterorism Assistance Program (ATA). Dalam laporannya ke Kongres AS pada 2005, misalnya, ATA mengucurkan dana 5,4 juta dolar AS untuk Densus 88. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak intervensi asing. "Pemerintah harus tegas menolak intervensi yang dilakukan oleh pemerintah Australia, tegasnya, tb

Demo hari Tani Nasional

KitabSolo-Seratusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta, menggelar aksi turun ke jalan untuk memperingati Hari Tani Nasional, Jumat pagi, 24 september 2010 di Bundaran Gladak Solo. Mereka mendesak pemerintah dan masyarakat agar lebih mengutamankan produk lokal dibandingkan dengan produk import.

Selain membawa poster dan spanduk, secara bergantian para mahasiswa ini melakukan orasi yang mengkritisi kondisi petani di indonesia yang dianggap tidak lagi berdaulat di negeri yang katanya agraris, akibat maraknya beras impor dan gula impor yang masuk ke indonesia sehingga membuat nasib petani semakin menderita.

Melihat kondisi seperti ini, para mahasiswa inipun menuntut keseriusan pemerintah untuk memperhatikan kesejahtaraan petani dengan pengembangan produk local, serta mengajak masyaraklat untuk tetap membeli produk local.

Wednesday, September 22, 2010

JAT bantah terlibat perampokan Medan

Amir sementara JAT, Ustaz Akhwan, menegaskan bahwa JAT belum memiliki anggota di Medan. "Kita belum buka cabang di Medan. Cabang JAT di luar pulau Jawa itu baru ada di Bima, NTB, makanya kita bingung jika dianggap terlibat," ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa JAT tidak menghalalkan perampokan untuk pencarian dana jihad. "Kami ini justru berasas amar maruf nahi mungkar, jadi tidak mungkin kami menghalalkan perampokan seperti itu," ungkap Akhwan.

Walau demikian, Ustaz Akhwan menyatakan bahwa JAT tidak akan mengambil langkah hukum atas fitnah ini. "Kalau kami laporkan sama saja. Saat proses pra peradilan, kami pasti kalah, hanya bikin sakit hati. Biar Allah saja yang membalas," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menuding adanya keterlibatan Abu Bakar Baasyir dalam perampokan di Medan, Agustus lalu. Ia menduga bahwa dana hasil rampokan tersebut digunakan untuk membiayai pelatihan militer di Medan.

Tuesday, September 21, 2010

Kronologis penyerangan Polsek Hamparan Perak

11 Anggota Polsek Hamparan Perak yang tengah berjaga tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan kurang lebih 12-15 orang pria tak dikenal. Pria yang membawa sejumlah senjata itu tiba-tiba menembaki kaca Polsek Hamparan Perak. 3 Personel pun terkena peluru panas mereka.

"Kurang lebih ada 6 motor melintas di depan Polsek. Setelah itu kembali dan langsung memberondong kaca Polsek," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9/2010).

Baharudin menceritakan kronologi peristiwa ini terjadi pukul 00.00 WIB. Setelah memberondong kaca Mapolsek dengan peluru, para pria tak dikenal ini membuang sebuah bungkusan yang berisi bensin yang diberi sumbu atau seperti bom molotov ke papan reklame yang ada di Polsek.

"Reklamenya terbakar. Terus mereka masuk ke dalam lokasi dan melakukan penembakan," jelasnya.

Tiga anggota Polsek Hamparan Perak tertembak. Satu anggota sedang patroli di depan, satu di depan tahanan, dan seorang lagi di ruang kerja. Bahkan pelaku penembakan juga sempat menghancurkan mobil patroli dengan bungkusan bensin yang dibawa.

"Mobil patroli yang di depan juga dikasih bensin sama mereka dilempar seperti bom molotov ke mobil itu," jelasnya.

Menurut Baharudin, pelaku saat itu tidak bisa dikenali karena menutup wajah mereka. Satu orang di antaranya menggunakan helm. Seluruhnya tampak mengenakan pakaian yang beragam.

(gus/vit)

Kalau Benar Teroris Serbu Mapolsek, Intelijen Polri Lemah

Polri menduga pelaku penyerbuan Markas Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, terkait dengan penangkapan tersangka teroris oleh Densus 88 hari Minggu lalu. Jika benar pelakunya teroris, maka intelijen Polri dinilai lemah.

"Kalau benar itu teroris yang melakukan 'pembalasan', operasi intelinjennya lemah," kata Wakil Ketua Komisi I (pertahanan), TB Hasanuddin, kepada detikcom, Rabu (22/9/2010).

"Operasi intelijen kita kurang tajam, tidak mampu melempuhkan mereka sebelum mereka bergerak," imbuhnya.

Punawirawan TNI berpangkat terakhir mayor jenderal ini mengatakan, seharusnya setelah menangkap sejumlah tersangka teroris, Polri mendalami semua informasi dari mereka.

"Informasi harus dieksploitasi dulu, di mana kegiatan berpusat, dari mana senjata mereka didapat. Baru dilakukan operasi pembersihan," kata poitisi PDIP ini.

"Jangan belum menangkap semuanya, ini sudah mendapat serangan balasan," kata mantan sekretaris militer era Megawati dan SBY ini.

Penyerang Polsek pakai Senjata AK-47, M-16 & Pistol

Lebih dari 15 orang yang diduga teroris terkait perampok Bank CIMB menyerbu Markas Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut dini hari tadi. Penyerangan ini adalah bentuk eksitensi karena kondisi mereka sudah terdesak.

"Mereka terpojok, terus frontal karena terdesak sehingga menyerang," ujar pengamat terorisme Mardigu WP kepada detikcom, Rabu (22/9/2010).

Mardigu menjelaskan para teroris tersebut melakukan aksi bertahan karena ruang lingkup mereka semakin sempit untuk bergerak.

"Ini bentuk upaya defense. Mereka terdesak marah, nggak ada support makanan dan mereka juga buron," imbuhnya.

Menurut Mardigu penyerangan teroris kepada kantor polisi bukan pertama kali terjadi. Namun biasanya tujuan mereka menyerang adalah mengambil senjata atau membebaskan rekan mereka yang ditahan.

"Di Ambon dan di Poso sering terjadi penyerangan ke kantor polisi. Jadi ini bukan pertama kalinya," tambahnya.

Mardigu belum bisa menduga aksi penyerangan ini dilakukan oleh kelompok teroris yang dipimpin oleh siapa.

"Itu yang belum kita dapat datanya. Tapi kalau dilihat dari aksi penyerangannya, orang-orang ini pernah berlatih di Aceh, Ambon dan Poso," jelasnya.

Bisa dibilang ini upaya balas dendam dari teroris karena rekannya banyak ditangkap? "Bisa dibilang begitu," tutupnya.

Pakai Senjata AK-47, M-16 & Pistol

3 Jenis selongsong peluru ditemukan di lokasi penembakan Polsek Hamparan Perak, Medan. Dari peluru yang ditemukan tersebut, pelaku penembakan diduga menggunakan senjata AK-47 atau AK-56, senjata SS1 atau M-16, dan pistol jenis FN.

"Senjata kita nggak tahu. Tapi ukurannya dari selongsongnya di TKP kita temukan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9/2010).

Baharudin mengatakan, 3 jenis peluru yang ditemukan polisi di TKP yakni jenis pertama berukuran 762 milimeter yang biasa digunakan untuk AK-47 atau AK-56, jenis kedua berukuran 556 milimeter yang biasa digunakan untuk senjata SS1 atau M-16, dan jenis lainnya berukuran 9 milimeter yang biasa digunakan pistol jenis FN.

"Kita masih otopsi lagi korban siapa dan kena peluru dari senjata yang mana saja," ungkapnya.

(gus/vit)

JAT dikaitkan lagi dengan terorism

Kembali Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang dipimpin Abu Bakar Ba'asyir , dikaitkan lagi dengan para tersangka teroris yang ditangkap Densus88 di Sumatera Utara. Bahkan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) diyakini sebagai metamorfosis dari Jamaah Islamiyah (JI) yang kegiatannya terkait terorisme.

“Kelompok bisa berubah-berubah, nama juga. Dulu JI, sekarang JAT,” kata mantan Ketua Mantiqi III JI Nasir Abas, Selasa (21/9).

Menurut Nasir, JAT memiliki beberapa cabang. Berdasarkan manifesto JAT yang diperolehnya, terdapat kegiatan kemiliteran di JAT. “Selain itu ada pernyataan sikap antipemerintah, mengatakan pemerintah itu kafir dan thagut.”

Meskipun polisi telah menangkap 18 orang yang diduga terkait kegiatan terorisme di Sumatra Utara dan Lampung, namun Nasir mencurigai masih ada kekuatan teroris di daerah itu. “Masih banyak senjata yang belum ditemukan. Saya yakin masih banyak beredar. Kekuatan masih, termasuk personel bisa bertambah kalau aktif merekrut,” terang pria asal Malaysia ini.

Pada Senin lalu, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan kelompok Medan tergabung dalam Al Qaeda Aceh. Organisasi ini gabungan dari sejumlah faksi yakni JI, JAT, Darul Islam dan lainnya. Sedangkan Kadivhumas Polri Irjen Pol Iskandar Hasan menduga biaya pelatihan militer di Sinabung berasal dari Abu Bakar Ba’asyir.

Ba’asyir adalah Amir JAT. Namun menurut kuasa hukum Ba’asyir, Ahmad Kholied, JAT bukanlah kelompok teroris melainkan kelompok pengajian biasa. “JAT murni dakwah, tidak ada kegiatan militer. Anggotanya juga seupil. Lagi pula mau beli senjata dari mana. Ustad Abu juga tidak bisa pakai senjata,” kata Kholied.

Terbuka

JAT sendiri siap diluruskan jika dianggap salah dalam bertindak. “Kalau salah siap diluruskan. Kami terbuka agar tidak disudutkan dengan hal yang tidak kami lakukan,” ujar Sekjen JAT, Abdurrahman.

Abdurrahman menolak anggapan JAT metamorfosis dari JI karena JAT merupakan organisasi yang benar-benar baru dan tidak ada kaitannya dengan JI. Apalagi JI adalah organisasi yang tidak riil. “JI itu tidak riil, jadi kalau metamorfosis ya keliru,” ucap Abdurrahman.

Apakah ada kegiatan kemiliteran dan memiliki persenjataan? “Bukankah tidak boleh ada kegiatan seperti itu? Kalau sampai begitu nanti fatal. Kalaupun membentuk laskar namanya baris-berbaris, untuk membentuk. Senjata kami enggak ada. Paling pisau yang sudah pothol (copot) di dapur untuk memotong kue.” - Oleh : dtc

Kembali warga Solo tewas di tembak Densus88

salah satu tersangka perampok CIMB Medan yang ditembak mati densus88 adalah Yuki warga Solo. Selasa sore, Orangtua Yuki Wantoro, 20, pelaku perampokan CIMB Medan asal Joyosuran, Solo menjalani tes deoxyribo nucleic acid (DNA), di Mapolsek Pasar Kliwon Solo, Selasa (21/9) malam.

Aparat Polresta Solo mengambil sampel DNA pembanding untuk memastikan identitas Yuki Wantoro yang tewas ditembak Tim Densus 88. Mabes Polri menyatakan Yuki terpaksa ditembak karena berusaha melawan. Saat disergap di Medan, Yuki menguasai 1,5 kg TNT siap rangkai. Berdasarkan pantauan Espos, pengambilan sampel berupa usapan air liur dan sampel darah sebanyak @ 2 CC itu dilakukan pada orangtua Yuki, yakni Sina Karyadi dan Ngatini.

Pengambilan sampel dipimpin langsung Paurkes Polresta Solo, Dr Aji Kadarmo. Selama kegiatan berlangsung, kedua orangtua Yuki didampingi Islamic Study and Action Center (Isac).

“Langkah ini merupakan upaya lanjut dari kepolisian guna memastikan korban tewas adalah bernama Yuki. Untuk itu, kami mengambil sampel pembanding dari orangtua. Di mana, nantinya akan dibandingkan dengan sampel sidik jari milik Yuki. Hasil pengambilan sampel air liur dan darah dikirim ke Dokpol Mabes Polri,” tegas Dr Aji Kadarmo mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana.

Sina Karyadi, 61, mengaku kaget saat mendengar anaknya tewas ditembak Densus. Sejauh ini, dirinya sama sekali belum mendapatkan surat pemberitahuan dari aparat kepolisian. Terlepas dari hal tersebut, kalau memang Yuki tersangkut kasus perampokan dan terlibat jaringan teroris, pihaknya mengaku pasrah.

Menurut Sina Karyadi, kali terakhir dirinya berhubungan dengan Yuki Wantoro, yakni beberapa hari sebelum Lebaran tiba. Saat itu, selama kurang lebih dua pekan, Yuki Wantoro berada di rumahnya yang beralamat di Tempen, RT 4/RW II, Joyosuran, Pasar Kliwon. Kemudian Yuki ditemui salah seorang temannya dari Padang untuk diajak berdagang di Jakarta.

“Saya juga tidak tahu latar belakang temannya yang dari Padang itu. Yang jelas, saya pun sebagai orangtua telah memberi restu kepada Yuki,” katanya saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa.

Menurut dia, di lingkungan keluarga anak nomor enam tersebut dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Di lingkungan sekitar, dirinya jarang mengikuti kegiatan-kegiatan kampung. “Di lihat dari pendidikannya, memang anak saya hanya lulus SLTP. Karena, saat sekolah di SMA swasta di Solo, dia keluar ketika kelas II. Dilihat dari ciri fisik, dia memiliki rambut pendek, wajah cerah, tinggi 160 cm,” katanya.

Menurut Ketua RT 4 Tempen, Joyosuran, Sarodi sebelum Yuki pergi meninggalkan Kota Solo, putra dari Sina Karyadi itu menyempatkan diri membuat kartu tanda penduduk (KTP). Di sisi lain, Yuki dikenal masyarakat sekitar sebagai pribadi yang tertutup. “Dia jarang ikut kegiatan di kampung. Sehabis salat, biasanya dirinya langsung pulang ke rumahnya,” kata dia.

Sementara satu tersangka perampokan lain yang berasal dari Karanganyar adalah Agus Sanyoto, 24, alias Saiful Sayaf, warga Dusun Jetak RT 3 RW V Desa Blorong, Jumantono. Pihak keluarga Agus mengaku belum mengetahui jika Agus terlibat dalam aksi perampokan maupun terorisme. Saat wartawan menyambangi rumah orangtuanya, ibu Agus, Parmi, langsung syok. Awak media lalu ditemui oleh kakak tertua Agus, Budi.

Sementara itu, Kepala Dusun Jetak, Sutarnyo mengatakan, Agus Sanyoto adalah anak keempat dari empat bersaudara pasangan Sular dan Parmi. Dua bulan sebelumnya, tambah Sutarnyo, ia pernah didatangi petugas yang mengaku dari kepolisian. “Terus terang saya kaget saat kepolisian mengatakan salah satu warga Jetak, ada yang terlibat dalam perampokan dan jaringan terorisme.”

Sementara itu komplotan teroris yang juga perampok Bank CIMB Niaga Medan segera dibawa ke Jakarta. Para tersangka itu diinterogasi secara intensif di Mabes Polri. “Tersangka diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri di RS Bhayangkara, Medan, Selasa.

Bambang Hendarso tidak merinci siapa saja para tersangka yang akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Yang pasti para tersangka teroris pimpinan Abu Tholut itu akan ditahan di Mabes Polri, “Hingga nanti disidangkan di pengadilan. Paling tidak sekitar satu pekan lagi.”

Jumlah tersangka jaringan terorisme di Medan bertambah satu orang. Densus kembali menangkap satu orang bernama Jaja. Dengan demikian, Polri sudah menetapkan 19 orang tersangka, termasuk tiga yang tewas ditembak. “(Jaja) Ditangkap di Binjai,” kata Kadivhumas Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri.

Sementara itu mengenai Abu Tholut, koordinator Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Michdan mengakui Amir Jamaah Ashorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir mengenal Abu Tholut ketika Ba’asyir dipenjara. Namun mengenai keterlibatan Abu Tholut dalam aksi di Medan, Michdan mengaku tidak mengetahuinya. “Apakah Abu Tholut itu yang mendesain atau dikatakan sebagai project officer di Aceh kita belum tahu. Ini kan belum dibuka persidangannya,” tukasnya.

Senada, Sekjen JAT, Abdurrahman, menjelaskan Abu Tholut pernah dekat dengan JAT. “Tapi itu sudah lama.” Abu Tholut tidak masuk dalam keanggotaan JAT. - Oleh : pso/m87/dtc

Polsek diserbu kelompok bersenjata, 3 polisi tewas

Sekelompok orang bersenjata laras panjang tiba-tiba menyerbu markas Kepolisian Resor Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (22/9/2010) antara pukul 12.00-00.30 dini hari tadi.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Oegroseno, menyatakan, para penyerang sekitar 11 atau 12 orang dengan menumpang enam sepeda motor.

Mereka langsung memberondongkan peluru ke arah kantor polisi itu. Akibatnya, selain kaca kantor rusak, tiga polisi juga tewas seketika.

“Penyerangan ini sama sekali tidak diduga, dan belum bisa diidentifikasi pelakunya. Sangat mungkin pelakunya sudah terlatih, karena pakai senapan laras panjang,” kata Oegroseno saat di lokasi kejadian, Rabu dini hari.

Ditanya Kompas soal kemungkinan serangan ini terkait dengan penyergapan para tersangka teroris sekaligus perampokan di Bank CIMB Niaga Medan, Oegroseno mengaku belum berani menyimpulkan.

Ia hanya memastikan, hubungan anak buahnya di Mapolsek Hamparan Perak dengan warga sekitar selama ini baik-baik saja. Dengan demikian, besar kemungkinan para pelaku bukan dari wilayah hukum Hamparan Perak.

Guna membekuk para pelaku, polisi menyebar ke tiga penjuru, terutama , daerah perbatasan seperti Belawan. Hingga kini, tim forensik masih berada di lokasi kejadian guna melakukan identifikasi.(Kompas.com)

Densus 88 Tangkap 18 Tersangka Teroris

Dugaan bahwa perampokan Bank CIMB Niaga Medan dilakukan teroris tidak terbantahkan. Tidak hanya menangkap tujuh tersangka (tiga di antaranya tewas ditembak), Densus 88 ternyata berhasil melumpuhkan 18 orang yang diduga terkait dengan terorisme dalam operasi sejak Minggu (19/9). Bahkan, 15 tersangka lagi dilaporkan masih dikejar tim antiteror Mabes Polri tersebut.

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) memastikan, para perampok Bank CIMB Niaga di Medan pada 18 Agustus 2010 itu merupakan bagian dari jaringan terorisme. Mereka masih sekelompok dengan pelaku terorisme yang berlatih di Aceh dan Jawa Barat.

Dalam kasus latihan militer di Aceh itu, sudah diungkap 102 tersangka. Bahkan, 33 berkas perkara mereka dalam waktu dekat disidangkan di Jakarta. ''Kasus ini tidak terlepas dari latihan militer di Aceh dan Bandung. Ini juga berkaitan dengan pengembangan kasus terorisme yang diungkap di Bandung,'' kata BHD saat konferensi pers di Mapolda Sumatera Utara kemarin (20/9).

Selain itu, jelas dia, perampok Bank CIMB Medan berada di bawah komando Mustofa alias Abu Tholut, pengebom Atrium Senen yang pernah di penjara dan sekarang buron. ''Dari pengakuan tersangka, mereka mengaku digerakkan oleh Mustofa alias Abu Tholut yang sudah divonis 8,5 tahun dan mendapat remisi 4 tahun. Mustofa kembali bermain, beraksi lagi,'' ujarnya.

Mustofa, kata BHD, adalah mantiki atau pimpinan wilayah jaringan teroris untuk Aceh dan Sumatera Utara. Selain Mustofa dan Abu Tholut, lanjut dia, pria tersebut memiliki nama alias Imron. Buron dari kamp militer Aceh itu merupakan mantan narapidana teroris yang terlibat peledakan bom di Atrium Senen, Jakarta, 2001. Mustofa diduga kuat ikut latihan di Aceh. Terakhir, dia tinggal di Permata Hijau, Jakarta.

Dalam jumpa pers kemarin, Kapolri didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Iskandar, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Baharuddin Djafar, Gubernur Sumut Syamsul Arifin, serta jajaran petinggi Polda Sumut di aula Polda Sumut lantai IV.

Jaringan teroris yang merampok di Sumatera Utara itu, ungkap BHD, beranggota 33 orang. Tiga orang di antaranya ditembak mati di dua tempat di Sumatera Utara dan 15 orang ditangkap hidup-hidup. ''Jaringan dari kelompok teror yang melaksanakan kegiatan di wilayah Sumut mencapai 33 orang. Delapan belas tersangka sudah ditangkap dan tiga tersangka tewas di lokasi penangkapan,'' jelasnya.

Jaringan tersebut, kata dia, tidak terputus dengan perampokan sejumlah bank di Sumatera Utara tiga bulan terakhir. ''Sebelum CIMB Niaga dirampok, memang terjadi perampokan di Bank Sumatera Utara, Bank BRI, serta sebuah tempat penukaran uang di Medan dan sekitarnya,'' jelasnya.

Perampok CIMB Niaga Medan itu dilaporkan berhasil membawa lari uang Rp 400 juta. Dalam perampokan tersebut, anggota Brimob Briptu Immanuel Simanjuntak, 28, tewas karena dadanya diterjang dua peluru. Selain itu, dua satpam berkondisi kritis karena ditembus peluru.

Dari rangkaian aksi para teroris tersebut, Bank Sumut Belawan mengalami kerugian Rp 600 juta (30 April 2010), Bank BRI Amplas Rp 60 juta (13 Juni 2010), dan Money Changer Belawan Rp 97 juta (13 Juli 2010). ''Kelompok itu yang di Sumut juga sudah mempersiapkan diri untuk merampok di kawasan Tanjung Balai jika tidak berhasil ditangkap,'' ungkap BHD.

Menurut pengakuan para tersangka yang ditangkap, jelas dia, mereka sudah membeli peralatan di Lampung yang akan dibawa ke Sumut. ''Mereka membeli peralatan dari uang perampokan. Para pelaku tersebar di 13 titik Sumut. Tapi, mereka belum bisa diendus,'' katanya.

Mantan Kapolda Sumut itu menyebutkan, Densus 88 terpaksa melakukan baku tembak lantaran para tersangka memiliki senjata api. Penembakan tersebut dilakukan saat penggerebekan di kawasan Tanjung Balai.

Dua tersangka perampok yang juga teroris, Dani alias Ajo dan Dana, memiliki senpi FN-45. Sementara itu, Juki Wantoro alias Doni alias Rojer yang ditembak di Belawan juga memiliki senpi laras panjang.

Ridwan alias Iwan, 22, asal Jateng, ditangkap. Dari tangan dia, ditemukan bahan TNT seberat 1,5 kg. Dia ditangkap beserta Marwan alias Mak Nong, 39, warga Dusun VI, Hamparan Perak, dan Abah alias Beben alias Reza yang merupakan wakil Al Qaidah Mustaqin (MTQ) Aceh. Sementara itu, Taufik yang diduga menjadi penembak anggota Brimob yang tewas dalam perampokan di Bank CIMB Niaga sampai kini masih buron.

Kapolri juga menegaskan bahwa penangkapan oleh Densus 88 Mabes Polri tidak dilakukan untuk membatasi ruang gerak Kapolda Sumut dalam mengungkap kasus tersebut. Sebab, kasus yang terjadi di wilayah Sumut merupakan jaringan teroris.

''Saya perlu menegaskan sekali lagi, untuk kasus terorisme, penanganan sudah merupakan SOP dalam organisasi kepolisian RI, yakni ditangani Densus. Jangan disudutkan anggota yang sudah bekerja keras sampai mereka tidak berlebaran dengan keluarganya dan bahkan ada yang tidak melihat orang tuanya meninggal,'' tuturnya.

''Dengan demikian, diharapkan jangan ada pihak-pihak yang menafsirkan seolah-olah jajaran kepolisian terputus dan ada intervensi dari Mabes Polri. Itu merupakan rangkaian tindak pidana terorisme yang sudah berhasil diungkap Densus 88. Mulai Jantuh (Aceh), peristiwa Bandung, dan akhirnya kasus yang terjadi pada 19 September 2010,'' ungkapnya.

Sementara itu, menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar, Abu Bakar Ba'asyir diduga kuat terlibat dalam seluruh aksi terorisme tersebut. Berdasar fakta yang dikumpulkan di lapangan, Ba'asyir telah memberikan dana tunai Rp 150 juta. ''Seluruh kegiatan di Aceh akan ditunjukkan,'' tegasnya.

Dari hasil penggerebekan di Tanjung Balai, Jalan Bahagia, Minggu (19/9) pukul 20.30, tim Densus 88 berhasil menangkap J alias S, 30, warga Simpang Tiga Lempeng, Simpang Kawat; KG alias AJ, 45, warga Jalan Bahagia Gang Sehat, Kelurahan Datuk, Tanjung Balai; B alias A, 30, tewas tertembak, warga Desa Batu III, Tanjung Balai; serta Y alias W, 49, warga Joyo Surat, Solo, juga tertembak mati. Polisi mengamankan barang bukti dua senjata api dan sebuah AK-56 plus senjata tajam lain.

Iskandar menambahkan, senjata yang disita dari kawanan yang diduga merampok Bank CIMB Niaga Medan adalah senjata asli. Namun, Polri belum mengetahui asal senjata tersebut. ''Senjata asli, pabrikan,'' ujarnya.

Polri, kata dia, hingga kini terus menyelidiki asal senjata yang juga dimiliki TNI dan Polri tersebut. ''Itulah yang sedang kami teliti, dari mana didapatkan,'' ujarnya.

Namun, Polri sementara menduga senjata-senjata itu berasal dari luar negeri. ''AK, polisi punya, TNI punya. Tapi, mungkin masuk secara ilegal. Dari Filipina bisa, Thailand Selatan juga bisa,'' jelasnya.

Hingga kini, Polri telah menangkap 18 tersangka perampokan CIMB Niaga Medan beberapa waktu lalu, termasuk tiga tewas dan dua luka-luka. Mereka ditangkap di tiga tempat berbeda. Yakni, di Belawan dan Tanjung Balai, Sumatera Utara, serta Lampung.

Mereka memiliki peran yang berbeda-beda. Para pelaku yang ditangkap diduga terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam perampokan beberapa waktu lalu itu. Saat membekuk kawanan perampok di Belawan, polisi menemukan senjata yang identik dengan yang digunakan kawanan perampok Bank CIMB Niaga, Medan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Marwoto Soeto mengungkapkan, ada empat jenis senjata yang diduga dipakai kawanan perampok Bank CIMB Niaga Medan. Yakni, AK-47, M-16, SS-1, dan pistol Revolver. (jpnn/c5/iro)

Friday, September 17, 2010

Wartawan Sripo dibunuh?

Arsep Pajario (38) wartawan yang sehari-hari bekerja di harian Sriwijaya Post ditemukan tewas membusuk di rumahnya di Jalan S Suparman, Komplek Citra Dago Blok D No 9 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang. Diduga Arsep tewas lantaran dibunuh dengan racun.

Arsep ditemukan keluarganya, Mahardiko, sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (17/9/2010). Menurut Redaktur Pelaksana Sriwijaya Post Weny Ramdiastuti, kepada detikcom di kantornya, Jalan R. Sukamto, Jumat (17/9/2010) malam, saat ditemukan jenazah Arsep ditemukan oleh keponakannya, Mahardiko, pada posisi terlentang, mengenakan baju kaos putih bermotif, dan celana jins biru.

Tubuhnya membengkak. Di dekatnya ada racun nyamuk semprot. Dugaan awal bunuh diri, tapi setelah diperiksa polisi laptop, ponsel, dan dompetnya ikut raib. Pintu, jendela, dan atap tidak rusak sementara kunci rumah raib. Petugas forensik menyebut korban paling tidak meninggal tiga hari lalu (Rabu, 16/9/2010). "Hasil otopsi yang kami ketahui malam ini, limpahnya pecah akibat cairan. Kemungkinan diracuni," kata Wenny.

Sementara keluarga Arsep di Prabumulih sudah kehilangan kontak sejak Selasa (15/9/2010) lalu. Oleh karena itu, ibunya meminta ponakannya Mahardiko buat mengecek ke rumah Arsep yang tinggal sendirian.

Arsep memang tengah cuti Lebaran. Tapi seharusnya sudah masuk sejak Rabu (15/9/2010) kemarin. Anehnya, pada Kamis (17/9/2010) kemarin ponselnya bisa membalas pesan singkat yang dikirimkan Nila, wartawan Antara di Palembang. Nila menanyakan posisi Arsep, dibalas "Saya mudik".

Arsep mulai bekerja di Sriwijaya Post sejak tahun 1988. Kini sehari-hari, dia bertugas di kantor pemerintah Palembang.
(tw/ape)

Thursday, September 16, 2010

Bupati baru Wonogiri 2010

Kibtabsolo-Hasil sementara penghitungan suara Pilkada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri hingga ditutup pada pukul 20.20 WIB tadi malam, pasangan nomor empat yang diusung tiga partai politik, PAN, PPP dan Gerindra yang tergabung dalam Koalisi Wonogiri Bangkit (KWB), Danar Rahmanto-Yuli Handoko unggul dengan perolehan 205.970 atau 42,22% suara.

Disusul pasangan nomor satu yang diusung PDIP dan PKS yang membawa bendera Koalisi Merah Putih, H Sumaryoto-H Begug Poernomosidi dengan perolehan 129.894 atau 26,62% suara. Sementara pasangan nomor dua dari Partai Golkar dan sejumlah partai non parlemen berada di urutan ketiga dengan perolehan 93.133 atau 19,09% suara. Terakhir pasangan nomor tiga yang diusung Partai Demokrat dan enam partai non parlemen yang tergabung dalam Koalisi Satrio Bangkit (KSB) dengan perolehan 58.873 atau 12,07% suara.

Jumlah suara sah 487.870, sedangkan suara tidak sah 5.869. Jumlah TPS yang sudah melaporkan data sebanyak 1.665 TPS atau 82,18% dari total TPS sebanyak 2.026 TPS dengan DPT sebanyak 915.178 pemilih.

Hasil sementara ini diluar prediksi banyak kalangan, yang merasa dengan sinis menyebut Pilkada berakhir ketika Sumaryoto berpasangan dengan Begug. Apalagi jika melihat perolehan kursi partai pengusung di lembaga legislatif. Berdasarkan hal ini, di atas kertas, pasangan Sumaryoto-Begug dipastikan unggul dengan dukungan 50% kursi DPRD. Sedangkan pasangan Danar-Yuli hanya didukung 16% kursi.

“Ya itulah politik. Perolehan kursi partai pengusung di Pemilu legislatif tidak menjamin akan menang pula saat Pilkada. Hal ini bahkan terjadi di tingkat nasional,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Joko Purnomo, saat ditemui wartawan di sela-sela penghitungan suara.

Penghitungan suara berlangsung lebih lambat dari prediksi semula, yang ditargetkan selesai pukul 18.00 WIB. Menurut Joko, hal itu karena terjadi hujan deras di wilayah timur Wonogiri yang menyebabkan KPPS memilih menyelamatkan surat suara dan menunda penghitungan. Akibatnya, penghitungan di KPU yang semula direncanakan pukul 14.00 WIB molor menjadi pukul 15.00 WIB.

Selama penghitungan, tim sukses masing-masing pasangan calon berdatangan untuk melihat langsung. “Berat, berat,” ujar Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek kepada Espos, saat penghitungan menunjukkan perolehan pasangan Sumaryoto-Begug berselisih cukup jauh dari Danar-Yuli.

Selain dari partai pendukung Sumaryoto-Begug, tampak pula tim sukses dari pasangan Danar-Yuli, di antaranya anggota DPRD Jateng dari PAN, Subandi PR dan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Danar-Yuli, Sardi. Meski tak bisa menyembunyikan kegembiraan, mereka berusaha untuk tidak terlalu optimistis.

Di Ruang Data Setda Wonogiri, penghitungan perolehan suara juga dilakukan. Namun meski input data relatif lebih cepat, penghitungan ditutup lebih awal, sekitar pukul 19.00 WIB, dengan persentase suara yang masuk sekitar 60%. Di ruangan tersebut sempat hadir pula sejumlah tim sukses pasangan calon. Bahkan terlihat pula mantan Sekda Wonogiri, H Suprapto yang sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan H Sumaryoto ke PDIP. Penghitungan suara akan dilanjutkan Jumat (17/9) ini sedangkan penetapan perolehan suara akan dilakukan pada Selasa (21/9).

(Espos) shs

Monday, September 13, 2010

Pemred Solopos berpulang

Pemimpin redaksi (Pemred) Harian Umum (HU) SOLOPOS, YA Sunyoto berpulang ke pangkuan Tuhan YME, Selasa (14/9),pukul 01.00 WIB di RS dr Oen, Kandang Sapi, Jebres, Solo.

Sebelum meninggal YA Sunyoto menderita sakit beberapa waktu. YA Sunyoto meninggalkan satu orang istri dan lima orang anak. Jenazah saat ini sedang disemayamkan di kediamannya di Jalan Pandan 6 No 17, Griyan, Baturan, Colomadu, Karanganyar.

Saat ini ratusan pelayat sudah memadati rumah keluarga YA Sunyoto. Diantara tamu yang hadir tampak Wakil Pemimpin Umum PT Aksara Solopos Danie H Soe’oed, Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPRD SOlo YF Sukasno dan Sekretaris PMI Solo Sumartono Hadinoto.

Menurut rencana jenazah akan dikebumikan di kota Rembang dan akan diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 09.00 WIB.

tya

Sunday, September 12, 2010

Aniaya wartawan, Dandim karanganyar dicopot

Solo (Espos)–Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro langsung bertindak cepat dan tegas dengan mencopot jabatan Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikno, Rabu (8/9).

Pencopotan mendadak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut pengusutan kasus pemukulan yang bersangkutan kepada wartawan SOLOPOS, Triyono pertengahan pekan kemarin. Demikian ditegaskan Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Kolonel (Inf) Abdul Rahman Kadir di hadapan wartawan di Makorem, Rabu.

Untuk sementara waktu, jabatan Dandim Karanganyar akan dibebankan Danrem 074/Warastratama yang diwakili oleh Kasdim setempat. “Per hari ini memang ada perintah dari Pangdam agar Letkol (Inf) Lilik Sutikno tidak melakukan tugas dan tanggungjawab terhadap jabatannya. Hal itu berdasar surat perintah nomor 1375/IX/2010 tanggal 8 September 2010. Pertimbangan utama surat tersebut, yakni laporan kami yang menjelaskan bahwa benar Dandim Karanganyar telah melakukan pemukulan terhadap wartawan,” tegasnya.

Dia mengatakan, kendati keberadaan Dandim Karanganyar sudah dicopot dari jabatannya, namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya guna mengusut dan memproses yang bersangkutan di depan hukum. Untuk sementara, saat ini pihaknya masih memeriksa Letkol (Inf) Lilik Sutikno secara intensif.

“Dengan demikian, Kodam sudah ambil tindakan cepat dan tegas. Proses pemeriksaan masih berjalan dengan dibuktikan masih lanjutnya penanganan di Denpom. Secara umum, Letkol (Inf) Lilik Sutikno yang lulus Akmil tahun 1989 itu telah menjabat sebagai Dandim Karanganyar selama 2 tahun,” ulas dia.

Sebelumnnya, Komunitas wartawan di Soloraya mendesak pimpinan TNI AD segera mencopot jabatan Dandim Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikno. Hal tersebut didasari pada tindakannya yang langsung main pukul terhadap wartawan SOLOPOS, Triyono hingga menyebabkan luka lebam di sebelah mata kiri.

Menurut pantauan Espos di lapangan, seratusan wartawan baik cetak ataupun elektronik mendatangi Makorem 074/Warastratama Solo pukul 10.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, di antara mereka juga membentangkan spanduk berisi anti kekerasan terhadap wartawan. Di Makorem Solo, seratusan wartawan diterima dengan ramah oleh Danrem Solo. Di mana, antara Danrem dengan wartawan menggelar audiensi di aula Makorem setempat.

“Kami minta kepada pihak terkait untuk menuntaskan kasus kekerasan wartawan yang melanda teman kami Triyono (wartawan SOLOPOS). Untuk itu, kami berharap posisi Dandim Karanganyar saat ini segera dicopot,” terang Ketua PWI Solo, Budi Santosa di sela-sela audiensi berlangsung.

Pernyataan yang sama disampaikan perwakilan AJI Jakarta, Ulin. Peristiwa pemukulan seorang Dandim kepada wartawan sudah semestinya dibongkar secara tuntas. Di sisi lain, dirinya juga meminta agar TNI dapat mereformasi diri di tingkat internal.

pso

Pemudik borong oleh-oleh makanan khas solo

Kitabsolo-Pusat jajanan solo dibanjiri pengunjung. Para pemudik mencari oleh-oleh khas Solo untuk buah tangan keluarga di rumah. Salah satu lokasi yang ramai yaitu pusat oleh-oleh Solo Pasar Jongke. Lokasinya yang strategis membuat para pemudik menyerbu tempat itu.

Kebanyakan oleh-oleh yang dibawa antara lain intip, abon, kripik usus, belut, paru, ceker, ampyang jahe, madu mongso serta onde-onde.


Para penjual jajanan khas solo mengaku omset penjualan meningkat hingga 100 persen di hari biasa, namun begitu para penjual jananan khas solo tidak menaikkan harga, bahkan palayanan semakin ditingkatkan agar pembeli pada tahun mendatang kenbali untuk membeli olejh-oleh di tokonya.

Sunday, September 5, 2010

Malaysia Rugi Rp 7,5 Triliun Akibat Serangan Hacker Indonesia

sumber: http://ganyangmalingshit.wordpress.com/ & http://kompasiana.com/topjaya

Serangan para hacker Indonesia terhadap 500-an website Malaysia pada hari kemerdekaan mereka 31 Agustus 2010 kemarin masih saja menjadi buah bibir. Aksi heroik para hacker ini sungguh-sungguh monumental dan menaikkan moral sebagian masyarakat Indonesia yang mengetahui berita aksi tersebut.

Saya baca, dengar, dan lihat komentar berbagai pihak atas aksi hacker Indonesia ini. Mayoritas menganggap itu ide brilian, cerdas, taktis, dan seperti penilaian saya sendiri, itu membanggakan. Ada juga sih yang mengecilkan arti serangan mereka itu.

Lalu iseng-iseng saya mengalkulasi dampak serangan hacker Indonesia atas situs-situs penting Malaysia. Asal Anda tahu, masuk dalam ratusan situs yang dilumpuhkan itu adalah situs pemerintah, situs lembaga pendidikan, situs perusahaan, sekuritas, trading, dan masih banyak lagi jenis situs-situs komersial yang menggunakan intsrumen internet sebagai media transaksi.

Mari ambil perkiraan konservatif bahwa masing-masing lembaga yang dimediumi situs tersebut memiliki nilai transaksi antara minimal Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar per hari. Saya ambil nilai tengahnya Rp 500 juta nilai transaksi per hari, maka dalam sehari saja kerugian yang diderita oleh 500 situs/institusi itu mencapai Rp 250 miliar! Jika sebulan penuh gangguan itu tidak berhasil diatasi, kerugiannya akan mencapai Rp 7,5 triliun.

Hanya sebuah perang kecil yang dijalankan oleh anak-anak SMA atau kuliahan, dikerjakan di warnet-warnet atau dengan komputer-komputer dan laptop pinjaman, dampaknya sudah begitu menusuk ekonomi Malaysia. Anda bisa bayangkan, itu aksi-aksi spontanitas belaka, bukan aksi yang terencana layaknya perang para jenderal kita lho!

Saya telusuri informasi di internet, 2009 lalu hanya 100 website yang mereka ganyang. Kemarin meningkat menjadi 500 website dan Anda bisa bayangkan kerugiannya seperti apa. Kita tidak tahu esok hari akan berapa banyak lagi yang mereka lumpuhkan. Asal tahu saja, hacker Indonesia juga pernah menyusupi website Mossad, agen rahasia Israel. Pamor hacker kita kondang sekali di dunia maya.

Kalau sudah begitu, apa sih yang tidak bisa mereka sikat? Ekonomi Malaysia sebagai jantung kehidupan negara itu bisakah? Saya tidak menyepelekan kemampuan para hacker Indonesia ini. Salut atas patriotisme dan kecerdasan mereka.(tj)

Demo anti Malaysia dan SBY

Kitabsolo-Di saat Pemerintah Republik Indonesia, berunding dengan pemerintah malaysia / di kinabalu, aksi unjuk rasa, menuntut agar presiden s-b-y, bersikap tegas atas perilaku malaysia, masih terjadi di tanah air. kekecewaan atas kebijakan, luar negeri s-b-y yang dianggap lembek memicu protes protes masyarakat.

Seperti yang terlihat, di bundaran gladag, kota solo, jawa tengah ini, senin siang, puluhan orang yang tergabung, dalam aliansi masyarakat untuk kesejahteraan. Amuk rakyat, turun ke jalan untuk berunjuk rasa, menyuarakan kekecewaan mereka, atas lemahnya posisi tawar, pemerintah tanah air pada negeri upin ipin.

Amuk rakyat menganggap, jika s-b-y masih terus / tidak bersikap tegas pada malaysia / berarti s-b-y layak untuk dilengserkan / dan diganti pemimpin lain / yang memperjuangkan kemandirian / di segala bidang politik / ekonomi / maupun di bidang budaya //
Dalam orasinya / massa menuntut agar / s-b-y bertanggung jawab / atas pelanggaran teritorial / yang dilakukan malaysia dengan mudah // selain itu / s-b-y juga harus bertanggung jawab / atas nasib ratusan w-n-i / yang terancam hukuman mati di malaysia / serta berbagai kasus kekerasan / yang menimpa t-k-i di malaysia //
Dalam aksi ini massa yang marah dengan sikap tidak tegas presiden ri/ juga membawa pocong dengan gambar foto presiden ri/ sby/ massa juga meninjak-injak foto sby sebelum akhirnya membubarkan diri//

Pelajar Sragen pesta seks digrebeg warga

Sragen (Espos)–Warga menggerebek pesta seks pelajar di sebuah rumah kosong di Dukuh Baoks,Ngrampal, Sragen. Sepasang pelajar berhasil diringkus warga akibat melakukan perzinaan, yakni SS, 17, pelajar STM swasta di Sragen dan Suk, 14, siswi SMP negeri di Sragen.

Akibat ulah perbuatan tak senonoh itu, SS, warga Kepoh, Wonotolo, Gondang, Sragen terpaksa mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen, Minggu (5/9). Peristiwa itu bermula, saat pasangan pelajar dimabuk asmara. Mereka lantas melampiaskan hasrat mereka ke sebuah rumah kosong di dukuh Baok.

Pada awalnya, warga sekitar curiga dengan adanya sebuah motor diparkir di teras rumah kosong. Mereka juga mendengar suara gaduh dalam dalam rumah. Beberapa warga mengintip rumah itu. Sontak warga kaget dan segera memanggil warga lainnya untuk menggerebek rumah kosong.

Warga menemukan pasangan pelajar dalam kondisi selesai berhubungan intim. Warga langsung menggelandang pasangan pelajar itu dan membawanya ke Mapolsek Ngrampal. Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi membenarkan peristiwa penggerebekan tersebut.

Menurut dia, SS terpaksa harus mejalani hukuman atas perbuatannya itu. “Karena wanita itu merupakan gadis di bawah umur, SS dikenai hukuman UU perlindungan anak. SS dijerat Pasal 81 ayat (2) UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. Atau denda sedikitnya Rp 60 juta dan maksimal Rp 300 juta,” ujarnya.

trh

Kostum 11 negara Asean bakal ramaikan SBC 2019

KITABSOLO- Ajang tahunan Solo Batik Carnival (SBC) kembali dihelat di Solo, Jawa Tengah. Penyelenggaraan SBC ke XII tahun ini ber...