Rencana penyerangan Barack Obama dibahas di Solo

Perencanaan aksi penyerangan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama yang bakal datang ke Indonesia November mendatang, dilakukan di Solo, pada Juli 2008. Perencanaan itu dilakukan oleh Noordin M Top dan Mas Selamat Kastari.


Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah menambahkan, pemerintah Amerika belum mengumumkan pembatalan kedatangan Obama ke Indonesia. Menurut dia, aparat keamanan di Indonesia sudah sangat berpengalaman menjaga tamu negara.

“Prosedur tetap pengamanan tamu negara sudah ada. Kami akan memberi perlindungan yang optimal,” ujarnya sebagaimana dikutip dari tempointeraktif.com, Sabtu (22/8). Pengamat intelijen Dynno Chressbon, sebagaimana dikutip tempointeraktif.com menyatakan kelompok teroris Noordin Moh Top mengincar Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama saat berkunjung ke Indonesia.

Sementara itu, sumber Tempo yang dekat dengan kepolisian mengatakan perencanaan aksi itu dilakukan di Solo pada Juli 2008, yang dihadiri oleh Noor Din dan Mas Selamat Kastari. Mereka membahas upaya pembunuhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Obama. Presiden Amerika ini diberi nama sandi artis Hollywood. “Mereka berencana menyerang konvoi Obama saat berada di bandara dengan senapan MK-III,” kata Chressbon, seperti dilansir situs www.timesonline.co.ukn. MK-III adalah senjata buatan Rusia yang biasa digunakan kelompok Taliban di Afganistan dan di wilayah konflik muslim di Filipina Selatan.

Rencananya, Obama datang ke Indonesia setelah menghadiri konferensi tingkat tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Singapura, November mendatang. Namun, tanggal pastinya belum diketahui. Penyerangan terhadap Obama tersebut, Chressbon melanjutkan, akan dilakukan oleh Ario Sudarso dan Mohamad Syahrir, dua dari empat buron yang beberapa hari lalu namanya diumumkan polisi. Tersangka Ario dan Syahrir, menurut polisi, diduga terlibat pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli lalu. Pada bagian lain Markas Besar Kepolisian RI membantah kabar adanya rencana penyerangan terhadap Obama tersebut.

Sementara itu, psikolog hipnoterapis Mardigu, Sabtu, mengatakan jika Noordin M Top mengincar Obama, maka ada harga yang harus dibayar gembong teroris paling dicari itu. Noordin dan kelompoknya harus mempertaruhkan ‘kebebasannya”. “Dengan adanya Obama, dia (Noordin) turun gunung, mereka bisa kena (tertangkap),” kata dia. Mardigu mengatakan, ancaman kelompok Noordin tidak akan membuat Obama takut. Obama justru akan membuat para teroris memperlihatkan diri karena kedatangan Obama memang yang paling ditunggu-tunggu.

Mau tidak mau, kata Mardigu, kelompok Noordin harus keluar dari persembunyiannya jika mengincar Obama. Padahal, saat kedatangan Obama, pengamanan pasti diperketat. “Makanya Obama tetap berani datang kan,” kata pria yang kerap dilibatkan polisi untuk menangani para tersangka terorisme itu.

Sementara itu, Teuku Faizasyah berharap informasi intelijen tidak membuat rencana itu batal. Pada bagian lain, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menyatakan belum mengetahui berita tentang rencana teroris menyerang Presiden Amerika Barack Obama. Atase Pers Kedutaan Amerika, Paul Belmont, yang dihubungi mengatakan akan memberi keterangan tentang hal itu pekan depan. “Saya tidak tahu hal itu. Sebaiknya hubungi saya lagi pekan depan setelah saya dapat informasi banyak mengenai penyerangan tersebut,” kata Belmont. - Oleh : dtc

Comments

Popular posts from this blog

Siswi SMA jadi korban perkosaan hingga hamil

komunitas pehobi airsoft gun

Mantan Brimob jual senjata divonis 10 tahun