Posts

jenazah datang laskar berulah

Image
Kitabsolo- Jenazah salah satu terduga teroris asal Solo, Yuki Wantoro, 20, dibawa pulang keluarganya. Rabu pagi jenazah sudah tiba di rumah duka, sayangnya kedatangan jenazah ini diwarnai aksi sejumlah orang yang sudah mencegat jenazah di setiap sudut masuk kampung. bahkan mereka bersitegang dengan para wartawan yang hendak meliput, meskipun wartawan sudah menyatakan bahwa dalam tugasnya dilindungi oleh undang-undang. Namun seakan tidak mau tahu mereka tetap mengahalang halangi upaya wartawan untuk mendapatkan gambar, bahkan tidak segan-segan mereka mendorong dan membentak bentak. warga sekitar yang juga tidak nyaman dengan ulah orang-orang ini tidak mampu berbuat banyak, karena jumlah mereka ratusan orang. setelah beberapa saat disemayamkan di mesjid terdekat jenazah kemudian dibawa ke polokarto, Sukoharjo untuk di makamkan. Di tempat ini, sejumlah warga menyatakan keberatan jika jenazah Yuki di makamkan di kampung mereka, namun mereka tidak bisa berbuat banyak. sementara itu perlaku...

Densus88 terpisah dengan bareskrim

Image
Kitabsolo- Detasemen Khusus Antiteror 88 mulai hari ini memisahkan diri Badan Reserse dan Kriminal Polri. "Mulai hari ini Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 sudah resmi terpisah dari Bareskrim Polri dan telah ditandatangani oleh kapolri," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Rabu. Adanya pemisahan itu, diikuti perubahan struktur di tubuh Mabes Polri, saat ini ada sosialisasi dan penandatangan organisasi dan tata kerja (OTK) Polri yang baru, ujarnya. Perubahan struktur ini sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara RI, hal tersebut meliput perubahan struktur dan nama lembaga pada beberapa lembaga di kepolisian, kata Iskandar. "Tidak ada lagi Densus di daerah, semua Densus itu terpusat di Mabes Polri," kata Kadiv Humas. Iskandar mengatakan anggota polisi di daerah yang klasifikasinya sebagai anggota Densus mungkin saja yang terpi...

Densus88 dibiaya Amerika, Belanda dan Australia

Image
KitabSolo- Mabes Polri mengakui adanya dukungan dana asing terhadap operasional Datasemen Khusus (Densus) 88 Polri. Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Iskandar Hasan mengatakan, dana operasional Polri, temasuk Densus 88, berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN. "Dana operasional kita semua dari DIPA APBN, ujar Iskandar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (15/9), seperti dikutip lnilah.com. Iskandar mengakui adanya bantuan negara asing yang diberikan kepada Polri, khususnya Densus 88. Namun, jelasnya, bantuan itu tidak berupa dana tunai untuk ope rasional Densus. "Bantuan yang didapat itu dalam bentuk paket proyek, baik itu pelatihan maupun pembangunan seperti di Semarang, JCLEC (Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation) membangun kompleks itu. Dana itu tidak berupa dukungan dana operasional dana tunai," paparnya. Negara yang memberi bantuan terhadap Densus 88 Polri, imbuh Iskandar, adalah Australia, Belanda, dan Amerika Serikat. Ihwal bantuan as...

Demo hari Tani Nasional

Image
KitabSolo- Seratusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta, menggelar aksi turun ke jalan untuk memperingati Hari Tani Nasional, Jumat pagi, 24 september 2010 di Bundaran Gladak Solo. Mereka mendesak pemerintah dan masyarakat agar lebih mengutamankan produk lokal dibandingkan dengan produk import. Selain membawa poster dan spanduk, secara bergantian para mahasiswa ini melakukan orasi yang mengkritisi kondisi petani di indonesia yang dianggap tidak lagi berdaulat di negeri yang katanya agraris, akibat maraknya beras impor dan gula impor yang masuk ke indonesia sehingga membuat nasib petani semakin menderita. Melihat kondisi seperti ini, para mahasiswa inipun menuntut keseriusan pemerintah untuk memperhatikan kesejahtaraan petani dengan pengembangan produk local, serta mengajak masyaraklat untuk tetap membeli produk local.

JAT bantah terlibat perampokan Medan

Image
Amir sementara JAT, Ustaz Akhwan, menegaskan bahwa JAT belum memiliki anggota di Medan. "Kita belum buka cabang di Medan. Cabang JAT di luar pulau Jawa itu baru ada di Bima, NTB, makanya kita bingung jika dianggap terlibat," ungkapnya. Ia juga menyatakan bahwa JAT tidak menghalalkan perampokan untuk pencarian dana jihad. "Kami ini justru berasas amar maruf nahi mungkar, jadi tidak mungkin kami menghalalkan perampokan seperti itu," ungkap Akhwan. Walau demikian, Ustaz Akhwan menyatakan bahwa JAT tidak akan mengambil langkah hukum atas fitnah ini. "Kalau kami laporkan sama saja. Saat proses pra peradilan, kami pasti kalah, hanya bikin sakit hati. Biar Allah saja yang membalas," ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menuding adanya keterlibatan Abu Bakar Baasyir dalam perampokan di Medan, Agustus lalu. Ia menduga bahwa dana hasil rampokan tersebut digunakan untuk membiayai pelatihan militer di Medan.

Kronologis penyerangan Polsek Hamparan Perak

Image
11 Anggota Polsek Hamparan Perak yang tengah berjaga tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan kurang lebih 12-15 orang pria tak dikenal. Pria yang membawa sejumlah senjata itu tiba-tiba menembaki kaca Polsek Hamparan Perak. 3 Personel pun terkena peluru panas mereka. "Kurang lebih ada 6 motor melintas di depan Polsek. Setelah itu kembali dan langsung memberondong kaca Polsek," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9/2010). Baharudin menceritakan kronologi peristiwa ini terjadi pukul 00.00 WIB. Setelah memberondong kaca Mapolsek dengan peluru, para pria tak dikenal ini membuang sebuah bungkusan yang berisi bensin yang diberi sumbu atau seperti bom molotov ke papan reklame yang ada di Polsek. "Reklamenya terbakar. Terus mereka masuk ke dalam lokasi dan melakukan penembakan," jelasnya. Tiga anggota Polsek Hamparan Perak tertembak. Satu anggota sedang patroli di depan, satu di depan tahanan, dan seorang lagi di ruang k...

Kalau Benar Teroris Serbu Mapolsek, Intelijen Polri Lemah

Image
Polri menduga pelaku penyerbuan Markas Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, terkait dengan penangkapan tersangka teroris oleh Densus 88 hari Minggu lalu. Jika benar pelakunya teroris, maka intelijen Polri dinilai lemah. "Kalau benar itu teroris yang melakukan 'pembalasan', operasi intelinjennya lemah," kata Wakil Ketua Komisi I (pertahanan), TB Hasanuddin, kepada detikcom, Rabu (22/9/2010). "Operasi intelijen kita kurang tajam, tidak mampu melempuhkan mereka sebelum mereka bergerak," imbuhnya. Punawirawan TNI berpangkat terakhir mayor jenderal ini mengatakan, seharusnya setelah menangkap sejumlah tersangka teroris, Polri mendalami semua informasi dari mereka. "Informasi harus dieksploitasi dulu, di mana kegiatan berpusat, dari mana senjata mereka didapat. Baru dilakukan operasi pembersihan," kata poitisi PDIP ini. "Jangan belum menangkap semuanya, ini sudah mendapat serangan balasan," kata mantan sekretaris militer era Megawati dan...