Content feed Comments Feed
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 728 X 90

Superbowl

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, ...
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 468x60

Bond with a vengeance

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, ...
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 468x60

Speed race

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus ...
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 468x60
CahayaBiru.com

Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 30 Agustus 2009

Diposkan oleh tono solo Sunday, August 30, 2009

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Minggu pagi, sedikitnya sebelas tentara penjajah NATO dan dua tentara boneka Afghan yang tengah melakukan patroli rutin berjalan kaki di distrik Arghandab, provinsi Zabul, tewas akibat sebuah ledakan bom. Seorang mujahid pemberani melancarkan operasi syahid di hadapan mereka. Seperti biasa, setelah mujahidin melakukan serangan dan berhasil membunuh banyak tentara musuh, tentara musuh melepaskan tembakan ke berbagai arah sebagai pembalasan dendam dan mengenai sipil Afghan. Media-media internasional dan lokal akan melaporkan bahwa serangan bom “bunuh diri” yang dilakukan oleh Taliban telah memakan korban sipil.


Dalam operasi militer lainnya, mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang konvoy militer gabungan tentara penjajah AS dan tentara boneka Afghan di dekat basis distrik Asmar. Serangan kali ini berhasil menghancurkan tujuh tank musuh. Mujahidin menggunakan senjata berat dalam serangannya yang meletuskan pertempuran langsung selama kurang lebih satu jam. 15 tentara penjajah dan boneka tewas dalam pertempuran dan sejumlah besar mereka mengalami luka-luka. Tentara musuh kemudian membombardir area pertempuran, namun mujahidin tidak mengalami kecelakaan.

Minggu siang di distrik Shiwak, provinsi Paktia, mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang konvoy militer tentara penjajah AS, empat tank mereka hancur dalam serangan yang dilancarkan mujahidin. Mujahidin menghancurkan tank musuh menggunakan mortar 83mm yang juga berhasil membunuh sedikitnya 15 tentara penjajah AS yang berada di dalam tank-tank tersebut.


Mujahidin Imarah Islam Afghanistan yang berbasis di Kabul, menyerang bandara Bargram yang dijadikan basisi militer oleh tentara penjajah NATO. Dua misil menghantam sebuah terminal di bandara tersebut, menyebabkan kerusakan parah. Namun kubu mujahidin tidak dapat melaporkan jumlah korban tewas atau terluka yang diakibatkan dari serangan ini. (haninmazaya/TUM/arrahmah.com

Ngabuburit main Airsoftgun

Diposkan oleh tono solo

Kitab Solo-Banyak cara dilakukan umat Islam sambil menunggu datanganya waktu berbuka puasa, salah satunya yang dilakukan para penggemar air softguns solo, setiap sore hari mereka melakukan permainan perang-perang dan berakhir saat waktu berbuka sambil buka bersama.

Biasanya lokasi selalu berganti agar tidak jenuh, yang paling disukai tempat yang yang penuh pepohonan dengan bukit-bukit, kali ini mengambil tempat di kawasan Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta, dengan simulasi pertempuran hutan rimba.

Dalam setiap permainan, selalu di bagi menjadi dua kelompok, kedua kelompok ini saling berlomba untuk menjatuhkan lawan, layaknya sebuah peperangan nyata, komunitas airsoftgun ini juga mengandalkan taktik dan strategi pertempuran. Dalam airsofgun juga dikenal berbagai jenis simulasi pertempuran mulai pertempuran jarak pendek (close quarters battle), pertepuran hutan rimba,pembebesan sandera, perebuta bendera, total eliminasi hingga tembak reaksi.


Dan bagi yang terkena tembakan harus sportif mengangkat tangan, dan keluar dar arena, sehingga lawan tahu kalau sudah tertembak. Seperti yang dialami Johan, meskipun tembakan yang diterimanya tidak terasa sakit, ia harus mengaku kalah dan keluar arena.

“Kena badan mas, tapi ya harus sportif mengaku kalah, dan keluar dari arena permainan, ujar Johan.

Kegiatan ini selain, melatih ketrampilan dan arena berkumpul para penggemar replika senjata yang mirip sungguhan ini, sekaligus sebagai olah raga meskipun dalam keadaan puasa, dan sebagai ajang silahturami sekaligus buka puasa bersama.

“Kalau pas Bulan Ramadhan kita bermain tiap sore mas, sekaligus ngabuburit,” timpal Ucok.

Biasanya menjelang waktu berbuka puasa permainan selesai, dan segera mempersiapkan untuk berbuka puasa bersama antar para pengggemar airsoftgun solo. Kali ini Ucok dan calojn isterinya yang menyiapkan menu berbukanya.

Yang perlu di ketahui untuk dapat mengikuti kegiatan ini yang harus dimiliki selain replika antara lain kacamata pelindung goggles, pelindung kepala dan sepatu lapangan, sedangkan piranti tambahan seperti seragam, penutup kepala (balaclava) sarung tangan,protector rompi danm lainnya, hal ini perlu diperhatikan agar saat melalukan permainan tidak mengalami kecelakan atau cidera. (ton/)

Dituding Teroris, Abu Jibril Lapor ke Densus 88

Diposkan oleh tono solo Saturday, August 29, 2009

INILAH.COM, Tangerang - Abu Jibril merasa tersingung atas pemasangan spanduk "Waspadalah Teroris di Sekitar Kita" di gerbang Komplek Witanaharja, Pamulang, Kota Tangerang Selatan Banten. Ayahanda Muhammad Jibril telah melaporkan hal tersebut ke Densus 88.

"Saya sudah melaporkan pihak-pihak yang memasang spanduk tersebut ke Densus 88 karena di sini saya dianggap seperti itu (teroris) oleh mereka," ujar Abu di Tangerang, Jumat (28/8).

Abu menjelaskan dirinya kecewa dengan langkah yang dilakukan oleh sejumlah warga Kompleks Witanaharja III Blok C, RT 3 RW 16 dengan memasang spanduk tersebut di gerbang kompleks perumahan.

Ia berpikir bahwa apa yang dilakukan warga terhadap dirinya karena anaknya Muhammad Jibril dijadikan tersangka oleh Mabes Polri, karena diduga terlibat peledakan bom Mega Kuningan, 17 Juli lalu.

"Ini jelas fitnah terhadap saya, seharusnya warga tidak boleh melakukan hal tersebut dengan sewenang-wenang," kata warga Witanaharja III Blok C, RT 3 RW 16 No 137 itu.

Abu mengaku, apa yang dilakukan warga Kompleks Witanaharja dengan memasang spanduk tersebut, karena ada pemaknaan berbeda dari apa yang dipahami masyarakat tentang jihad yang dikaitkan dengan terorisme.

"Seharusnya masyarakat kita diberikan pemahaman lebih dalam seperti apa itu jihad dan seperti apa itu terorisme, jadi jangan digabung-gabungkan," ungkap Abu.

Pantauan di lokasi, gerbang Perumahan Komplek Witanaharja, terpampang sebuah spanduk sepanjang tujuh meter berwarna kuning dengan warna merah bertuliskan 'Waspadailah Teroris di Sekitar Kita'.

Sementara itu Kepala Satpam Kompleks Witanaharja Tejo mengaku spanduk tersebut dipasang oleh Ketua RW 16 Kompleks Witanaharja bernama Sutopo bersama sejumlah warga lainnya. "Jumat dini hari tadi sebelum sahur yang memasang spanduk teroris itu adalah pak Sutopo," kata Tejo. [*/bar]

Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdurrochim, membantah organisasi Al Ghuroba yang ada di Pakistan terkait dengan jaringan teroris Al Qaeda, organisasi itu hanyalah sebuah kelompok belajar mahasiswa.

Oranisasi al ghuroba muncul setelah polisi memangkap Muhammad Jibril yang diduga terlibat pengeboman jw marriot dan ritz carlton beberapa waktu lalu// sebagai penyandang pendanaan// dan merupakan mantan anggota al ghuroba.

Bahkan al organisasi ghuroba juga kabarkan terklit jaringan Al Qaeda// tentu saja berita ini dibantah oleh Abdurrochim yang pernaha menjabat sebagai ketuanya// apalagi menurut ustad iim/ panggilan Putera Abu Bakar Ba’asyir ini/ Al Ghuroba hanyalan organisasi para pelajar/ dan tidak ada kaitannya dengan Al Qaeda.

Sementara tuduhan mengenai keterlibatan organisasi tersebut dalam tindakan terorisme/ ditegaskan ustad iim adalah fitnah/ sedangkan m,salah keterlibatan sejumlah mantan anggota al ghuroba dalam tindakan teroris, dirinya berpendapat hal tersebut dicurigai sebagai upaya memutus hubungan kalangan pelajar muslim di indonesia dengan kalangan pendidikan di negara-negara timur tengah.

"Kegiatan belajar kalangan umat Islam di Indonesia ke Timur Tengah adalah untuk menguatkan nilai syariat Islam di kalangan Muslim Indonesia. Upaya memutus hubungan tersebut dilakukan pihak tertentu sebagai salah satu upaya melemahkan umat Islam di Indonesia," tegasnya.

Dijelaskan ustad iim, yang saat ini aktif mengajar di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo ini, kegiatan dalam organisasi tersebut hanya kegiatan belajar dan pemberian motivasi antarsesama mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang bersekolah di Pakistan.

Saat ia masih aktif ia bersama Muhammad Jibril dan Rusman Gunawan alias Gun-Gun pada 2001 hingga 2002, pertemuan rutin yang dilakukan anggota Al Ghuroba/ lanjutnya/dilakukan setiap sekali dalam satu minggu. Sekadar diketahui Gun-Gun pernah divonis bersalah akibat tersangkut kasus terorisme/ sementara/ Muhammad Jibril kini sedang diperiksa intensif oleh Densus 88 atas kasus serupa.(ton)

Situs Arrahmah.com dialihkan ke Blog Wordpress

Diposkan oleh tono solo Friday, August 28, 2009

Surabaya (beritajatim.com) - Meski Muhammad Jibriel Abdul Rahman pemilik situs Arrahmah.com telah ditahan Mabes Polri namun situs jihad radikal tersebut masih terus bisa diakses dengan dialihkan ke arrahmahcom.wordpress.com.

Kantor Arrahmah di Bintaro yang telah disegel tak menyurutkan pengelola situs tetap memberitakannya. Dari situs awal www.arrahmah.com pengelola telah memasang pengumuman yaitu Pengalihan Sementara Arrahmah.com

Berkaitan dengan banyaknya pengunjung ke Arrahmah.com dan keterbatasan server Arrahmah.com, untuk sementara waktu, berita-berita Arrahmah.com kami publikasikan di alamat http://arrahmahcom.wordpress.com/

"Kami mohon maaf kepada seluruh pengunjung atas ketidaknyamanan ini. Doakan kami agar tetap istiqomah dalam memberitakan Dunia Islam dan Jihad Internasional," kata Arrahmah.com, Jumat (28/08/2009).

Sementara itu M Facry Pimred Arrahmah.com juga telah menulis berita terkait dengan kronologi penangkapan M Jebriel pimpinannya tersebut.

"Meskipun sudah empat hari, pen’culik’an pimpinan sekaligus pendiri Ar Rahmah Media, M. Jibril Abdul Rahman terjadi, namun hingga hari ini keberadaan beliau belum diketahui. Majelis Mujahidin yang dipimpin langsung oleh Amir (pimpinan)nya, Ustadz Muhammad Tholib, Ketua Lajnah Tanfiziyah, sekaligus paman beliau, Irfan S Awwas, dan Ustadz Abu Jibril, ayah beliau, Kamis, 27 Agustus 2009 mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan tuntutan dan memastikan keberadaan M Jibril. Bersama perwakilan Majelis Mujahidin dari beberapa daerah, seperti Sumatra, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta, rombongan berangkat dari rumah kediaman Ustadz Abu Jibril di Pamulang," kata M Fachry dalam tulisan di Wordpress.[ted]

Ar Rahmah Pindah alamat

Diposkan oleh tono solo

VIVAnews - Situs media yang kerap memberitakan aksi-aksi jihad umat muslim seluruh dunia, Arrahmah.com, masih mengalami gangguan. Kini, situs yang didirikan Mohammad Jibril, buron teroris yang sudah ditangkap polisi itu, pindah alamat.

Penelusuran di situs berita Arrahmah.com, Kamis, 27 Agustus 2009, ketika dibuka pertama kali tidak akan ditemui isi berita. Yang ada adalah pernyataan dari redaksi, "Arrahmah.com Dalam Perbaikan."

Gangguan yang dialami itu disebutkan dikarenakan banyaknya pengunjung yang masuk ke situs berita ini. Akibatnya, "Pengunjung kesulitan mengakses dan downnya server kami, maka dengan ini Arrahmah.com untuk sementara waktu offline untuk diperbaiki," tulis redaksi Arrahmah.

Maka itu, Arrahmah pun meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. "Untuk sementara, berita-berita arrahmah.com dapat anda akses di arrahmahcom.wordpress.com."

Seperti diketahui, situs arrahmah.com adalah salah satu media yang didirikan dan dimiliki Mohammad Jibril. Polisi juga sudah menggeledah kantor redaksi Arrahmah.com di Bintaro, Jakarta Selatan.

Dalam penggeledahan itu, polisi membawa sejumlah barang dari kantor redaksi Arrahmah. Barang yang dibawa antara lain, CPU dan seperangkat komputer. Hingga kini, Mohammad Jibril masih diperiksa polisi terkait dugaan keterlibatannya dalam hal pendanaan kasus bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews

Presiden AS Barack Obama menyetujui pembentukan unit khusus yang bertugas menginterogasi tersangka terorisme. Kebijakan ini bagian dari upaya Obama mengganti kebijakan interogasi dan penahanan teroris era pemerintahan George W Bush.

Seperti dilaporkan Washington Post yang dikutip dari news.com.au, Senin (24/8/2009), unit itu bernama High-Value Detainee Interrogation Group. Pembentukan unit interogasi ini telah disetujui Obama pekan lalu.

Pejabat senior White House yang enggan disebutkan namanya mengatakan, unit ini berada langsung di bawah kendali White House dan terdiri dari beberapa ahli, intelijen dan aparat penegak hukum.

Unit ini akan berkantor di kantor FBI dan dipimpin oleh pejabat senior biro penyelidik federal itu. Bekerjanya unit ini akan diawasi langsung oleh Dewan Keamanan Nasional, yang berarti memindahkan kewenangan dari CIA dan memberikan kewenangan bagi White House untuk mengawasi langsung proses interogasi dan penahanan tahanan terorisme.

Selain kebijakan interogasi, pembentukan unit interogasi ini juga merubah kebijakan AS tentang pemindahan tahanan terorisme.

Penanganan tersangka teroris di AS memang menuai kecaman banyak pihak. Sejumlah laporan merilis tentang penyiksaan dan cara-cara interogasi tahanan yang keji.


Obama memang pernah berjanji akan merubah kebijakan AS dalam menangani terorisme, terutama soal interogasi dan penahanan tahanan yang kerap disertai penyiksaan kepada tahanan. Dalam suatu kampanyenya, Obama berjanji untuk segera mengubah kebijakan itu jika ia terpilih menjadi Presiden. Dia juga mengatakan akan menutup kamp tahanan teroris di Guantanamo, Kuba, tahun depan.

sumber : www.detik.com

VIVAnews - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menyatakan akan mengajukan tuntutan ke sejumlah pihak.

Menurut Ketua Lajnah Tanfidzyah MMI, Irfan S Awas tuntutan akan dilakukan karena banyak mantan intel melalui media masa atau TV menyatakan bahwa akar dari terorisme adalah pemahaman agama.

"Kepala Densus 88 juga menyatakan mempersilahkan siapa saja, baik mantan intel atau polisi yang menstigma antara teroris dengan pemahanan Islam, silahkan dituntut secara hukum," kata dia di Markas Besar Polisi, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis 27 Agustus 2009.

Irfan mengaku rombongannya diterima Kepala Densus 88 Antiteror, Brigadir Jenderal Saud Usman Nasution, karena mereka tidak bisa diterima Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Siapa saya yang akan dituntut? Irfan menyebut sejumlah nama. "Mantan Kepala BIN, Hendropriyono, mantan Kepala Densus 88 Suryadharma Salim, dan Ansyaad Mbai [Kepala Desk Antiteror Kemnterian Polkam]," kata dia

"Kami akan melakukan tuntutan dan debat terbuka jika mereka siap," kata Irfan.

Sebelumnya, kedatangan rombongan MMI, termasuk Abu Jibril dengan tujuan menemui Mohammad Jibril yang ditahan polisi.

Polisi menetapkan Mohammad Jibril sebagai buronan teroris. Beberapa jam kemudian, polisi menangkap Mohammad Jibril di Pamulang.

Pemilik Arrahmah.com itu diduga terlibat pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Juli lalu. Mohammad Jibril diduga terkait dengan pendanaan teroris di Indonesia.

Berdasarkan data yang diperoleh Polri, Mohammad Jibril memiliki data kelahiran ganda, yang pertama di Banjarmasin pada 3 Desember 1979 dan yang kedua di Lombok timur pada 28 Mei 1989. Data itu diperoleh Polri dari paspor dan data kependudukan.


• VIVAnews

Meskipun sudah empat hari, pen’culik’an pimpinan sekaligus pendiri Ar Rahmah Media, M. Jibril Abdul Rahman terjadi, namun hingga hari ini keberadaan beliau belum diketahui. Majelis Mujahidin yang dipimpin langsung oleh Amir (pimpinan)nya, Ustadz Muhammad Tholib, Ketua Lajnah Tanfiziyah, sekaligus paman beliau, Irfan S Awwas, dan Ustadz Abu Jibril, ayah beliau, Kamis, 27 Agustus 2009 mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan tuntutan dan memastikan keberadaan M Jibril. Bersama perwakilan Majelis Mujahidin dari beberapa daerah, seperti Sumatra, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta, rombongan berangkat dari rumah kediaman Ustadz Abu Jibril di Pamulang.


Tuntutan Majelis Mujahidin


Setelah menunggu cukup lama, rombongan akhirnya ditemui oleh Kadensus 88 Anti Teror, Bareskrim Polri, Drs.S.Usman Nasution pada jam 11 siang. Setelah berbasa basi sejenak, Majelis Mujahidin yang diwakili Irfan S Awwas menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama, dikarenakan M Jibril juga termasuk anggota Majelis Mujahidin, maka Majelis Mujahidin perlu mengetahui keberadaan anggotanya, yakni M Jibril, dan atas tuduhan teroris yang dialamatkan kepadanya. Selanjutnya, Irfan S Awwas juga menyampaikan bahwa karena beliau juga adalah paman dari M Jibril, sangat menyayangkan penangkapan ke M Jibril yang tidak prosedural, apalagi M Jibril sendiri adalah seorang juru dakwah, hal ini membuktikan dugaan bahwa Densus 88 anti Islam dan kaum Muslimin. Untuk itu, Majelis Mujahidin meminta kejelasan atas semua yang terjadi ini.

Kadensus memberikan jawaban awal dan mengakui bahwa memang anggotanya telah menangkap M Jibril, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini menurutnya masih terus dilakukan penyelidikan apakah ada hubungan antara M Jibril dengan peristiwa di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Kadensus berjanji berdasarkan ketentuan bahwa 7 x 24 jam jika M Jibril memang tidak terbukti bersalah maka akan dilepaskan. Kadensus juga menyampaikan permohonan maaf tidak bisa memperlihatkan M Jibril kepada rombongan dikarenakan masih berada di ‘lapangan’ dan tidak di satu tempat, untuk kepentingan penyelidikan. Kadensus juga menegaskan bahwa penangkapan M Jibril adalah murni masalah penegakan hukum dan tidak terkait dengan masalah lain.

Ustadz Abu Jibril ; Kami Ingin Bertemu…!


Ustadz Abu Jibril pada kesempatan itu menceritakan kronologis pen’culikan’ M Jibril, anak beliau. Padahal menurut beliau, setelah ada rilis DPO di TV, M Jibril telah disuruh pulang, dan bermaksud akan diantar ke Mabes Polri. Namun, beliau menyayangkan dan kecewa berat, karena justru tindakan-tindakan mirip preman yang dialami anaknya, yang bermaksud pulang ke Pamulang, dari kantornya di Bintaro. Beliau menuturkan bahwa M Jibril sempat ditelungkupkan, lalu ditekan dan diborgol. Pada saat itu, M Jibril sempat berteriak Allahu Akbar, dan sempat menarik perhatian orang, hingga meletus tembakan ke udara sebanyak satu kali. M Jibril lalu dipaksa masuk mobil dan dilarikan. Sempat terjadi kejar-kejaran, dan cerita selanjutnya sebagaimana sudah banyak diberitakan di media massa. Hal ini menurut Ustadz Abu Jibril menunjukkan ketidakprofesionalan aparat dalam penanganan terorisme.

M Hariyadi Nasutioan, Coorporate Lawyer Ar Rahmah Media, mempertanyakan kejanggalan penetapan DPO kepada M Jibril. Karena menurut beliau pada hari Kamis malam (20/8) M Jibril masih meliput untuk Arrahmah.com di Masjid Munawwarah di antara para aparat polisi yang berjaga-jaga, karena serangan oleh massa BMB. Jadi sangat aneh kalau M Jibril dijadikan DPO, karena dianya masih sering pulang pergi Bintaro Pamulang, meliput berita, dan pelbagai aktivitas lainnya. Jadi mengapa tidak dikeluarkan saja surat penangkapan secara resmi? Inikan polisi bukan preman, ujarnya. Mengapa dalam penangkapan itu juga tidak ada surat tugas. Jadi, sangat tidak profesional.

Digugat seperti ini, Kadensus mengatakan bahwa DPO tidak keluar begitu saja, melainkan sudah dipertimbangkan masak-masak dan prosesnya lama. Artinya M Jibril sudah diawasi berhari-hari, sudah dikaji secara matang dan sudah ditanyakan kepada para saksi-saksi yang ditangkap terlebih dahulu. Kadensus kembali berjanji bahwa 7 x 24 jam tidak terbukti bersalah, maka M Jibril akan dilepaskan. Kami saat ini sedang kejar target tersebut.

Umat Islam Tertuduh?

Dialog masih berlanjut. Ustadz M Thalib, Amir Majelis Mujahidin menjelaskan hal-hal prinsip tentang pengertian jihad yang selalunya secara salah dikait-kaitkan dengan terorisme. Beliau juga menyoroti pola-pola yang berulang yang dilakukan aparat dalam memerangi Islam dan kaum Muslimin, Pada masa Soekarno ada UU Anti Revolusi, yang ujung-ujungnya memerangi Islam dan Kaum Muslimin, Lalu di masa Soeharto ada UU Subversif, yang juga anti Islam dan kaum Muslimin. Kini ada UU Anti Terorisme, dan kembali korban-korbannya adalah Islam dan kaum Muslimin. Apakah Kapolri meneruskan cara-cara dan pola-pola lama ini untuk malawan Islam? Tanya Beliau.

Lantas beberapa delegasi juga menyampaikan uneg-uneg dan kekecewaannya kepada Kadensus akibat tindakan represif Densus 88 Anti Teror kepada kaum Muslimin. Bahkan menurut delegasi dari Sumatra, media massa telah memojokkan Islam, opini media menghakimi umat Islam dan kaum Muslimin. Beberapa bukti berupa klipingan koran juga diberikan kepada Kadensus sebagai bukti.

Bagaimana Kondisi M Jibril


Dialog dan tanya jawab masih terjadi. Namun tentu saja tidak bisa selesai pada waktu itu sekaligus. Rombongan, terutama Ustadz Abu Jibril kembali fokus menanyakan nasib anaknya, M Jibril, dan meminta kepada Kadensus agar beliau bisa bertemu untuk memastikan bahwa M Jibril tidak diculik dan tidak dianiaya. Beliau juga menyampaikan jika M Jibril dianiaya, maka Ustadz Abu Jibril akan menuntut Kadensus hingga hari kiamat. Sebuah tuntutan yang tidak main-main tentunya.

Begitu juga Irfan S Awwas kembali meminta agar M Jibril segera dibebaskan jikalau memang tidak bersalah. Beliau juga menyampaikan bahwa yang memperkeruh suasana saat ini adalah orang-orang seperti Nasir Abbas, dan sejenisnya. Maka untuk ke depannya, harus ada dialog dengan Majelis Mujahidin, ujarnya lagi menutup pembicaraan. Akhirnya pembicaraan dihentikan dengan janji dari Kadensus untuk mempertemukan Ustadz Abu Jibril dengan anaknya, M Jibril, jika beliaunya sudah berada di tempat (Mabes). Mudah-mudahan hal tersebut bisa tercapai, dan lebih penting lagi M Jibril dapat dibebaskan, Insya Allah! [fachry/arrahmah.com]


Written by arrahmahcom

28/08/2009 pada 6:36 am
Ditulis dalam Artikel

Ditandai dengan Ar Rahmah Media, arrahmah.com, jibriel

Posted by Ust. Abu Jibriel in Dakwah dan Jihad on 06 17th, 2009 |

Kehadiran dan keberadaan kaum Muslim ditengah kehidupan Manusia dibumi bukanlah sebagai bunga hiasan, yang setelah masa mekarnya usai kemudian layu, lantas musnah. Tidak lebih dari sekadar proses menunggu giliran untuk mati. Tetapi, mereka diutus sebagai manusia terbaik untuk menegakkan kebenaran, dipundaknya terdapat beban berat dan tugas besar serta mulia, yang sekaligus sebagai tugas utamanya, yaitu menegakkan dienullah (Agama Allah) secara bersama-sama mengikuti metode kenabian,bukan mengikuti ijtihad peribadi atau kelompok. Maklumat ini dengan jelas dapat dibaca dalam ayat berikut:“… Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya…” (QS. Asy Syura 42:13)Sementara, untuk merealisasikan tugas utama itu, selain dengan iman yang benar (mantap) dan ilmu yang mendalam(luas), kekuatan persenjataan tangguh dan dana yang mencukupi, hal yang paling dibutuhkan sebagai syarat penentu adalah keberanian untuk mengatakan kepada yang benar itu adalah benar,dan mengatakan kepada yang batil itu batil dan berjihad menegakkan kebenaran. Tanpa adanya keberanian mengangkat senjata menghalau segala perintang agama Allah, maka sulit dibayangkan dapat meraih kejayaan tegaknya syari’ah Allah dan khilafatul Muslimin hanya dengan dakwah dan tabligh saja. Adalah Rasulullah Saw memulai risalahnya dengan dakwah kepada tauhidullah dan mengakhirinya dengan jihad bil Qital.Karena itulah, Rasulullah saw begitu bersungguh-sungguh mendidik umatnya untuk menyeimbangkan antara dakwah dan jihad. Penyeimbangan antara kedua pilar tegaknya Islam ini begitu kental terlihat dari perjalanan hidup beliau. Da’wah bil Qur’an teraplikasi benar tatkala beliau masih di Makkah, sedangkan Da’wah bis Saif dimulai, bahkan dilakukan sedemikian intensif semenjak beliau bermukim Madinah. Sebagai bukti, selama 10 tahun di Madinah, tak kurang dari 68 peperangan telah beliau pimpin langsung dan puluhan lain dengan pengiriman ekspedisi (perutusan). Inilah fakta historis betapa untuk menegakkan Islam, kaum Muslimin tidak akan pernah dapat memisahkan misi perjuangannya dengan jihad bis Saif.Selain itu, kebutuhan akan jihad juga merupakan tabiat Agama Allah, bahwa Islam tidak pernah tegak melainkan dengan dua hal yaitu dengan kitab dan besi. Realitas ini segera kelihatan dengan mentadabbur firman Allah swt:“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hadid, 57:25)Al Imam Ibnu Taimiyyah menafsirkan ayat tersebut melalui beberapa perspektif,beliau berkata:Pertama, “Dan sekali-kali tidak akan tegak Dien ini kecuali dengan kitab, mizan (timbangan) dan besi. Kitab sebagai petunjuk dan besi sebagai pembela. Sebagaimana firman Allah, ‘Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami…’. Maka dengan kitab akan tegak ilmu dan dien, sedangkan dengan mizan (neraca) akan tegak hak-hak dan transaksi serta serah terima keuangan, dan dengan besi akan tegak hukum hudud.” (Majmu’ Fatawa XXXV/361)Kedua, “Dan pedang-pedang kaum muslimin sebagai pembela syari’at ini yang berupa al Kitab dan as Sunnah” sebagaimana yang dikatakan oleh Jabir bin Abdullah, ‘Kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk memukul dengan ini, yaitu pedang, orang-orang yang keluar dari ini, yaitu al Qur’an.’” (Majmu’ Fatawa XXV/365)Ketiga, Sesungguhnya tegaknya dien itu dengan kitab yang menjadi petunjuk dan besi yang menjadi pembela, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah. (Majmu’ Fatawa XXVIII/396, dan lihat Tafsir Ibnu Katsier serta Tafsir al Azhar)Itulah nash Qur’ani menjelaskan tentang semangat keberanian berjihaqd dengan besi,berikut berdasarkan ucapan beliau:Dari Ibnu Umar ra berkata, Rasulullah saw bersabda:“Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah ta’ala sajalah yang diibadahi dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku dan dijadikan hina serta rendah atas orang yang menyelisihi perintahku, dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad no: 4869, 5409)Adapun orang-orang yang menyangka bahwa kehidupan jihad hanya semata-mata memerangi suatu kaum, atau pergulatan demi mempertahankan hidup atau mengusir musuh yang menguasai sejengkal tanah, maka mereka dapat dipastikan belum memahami tabiat agama ini. Karena sesungguhnya jihad merupakan tugas wajib yang tergantung di leher setiap Muslim. Tidak ada jalan menghindar dari kewajiban ini, terlebih untuk masa sekarang dimana keberanian berjihad mutlak di butuhkan. Bahkan, kewajiban jihad lebih didahulukan atas shalat dan puasa sebagaimana perkataan Ibnu Taimiyyah:“Tiada sesuatu yang lebih wajib hukumnya setelah iman kepada Allah daripada menolak musuh yang menyerang kehormatan dan agama.” (Majmuu’ al Fatawaa, Ibnu Taimiyyah juz 4, hal. 184)Artinya, jihad itu didahulukan atas shalat, puasa, zakat dan haji serta kewajiban-kewajiban yang lainnya. Jika berbenturan antara kewajiban jihad dan haji, maka hendaklah kewajiban jihad didahulukan. Apabila kewajiban jihad dan shalat berbenturan; maka kewajiban shalat ditangguhkan sebentar, atau diqashar, atau dipersingkat, atau berubah bentuk dan keadaannya demi menyesuaikan dengan jihad. Karena menghentikan jihad sejenak, sama dengan menghentikan gerak laju Agama Allah ‘Azza wa Jalla.Jihad merupakan perkara yang sangat penting, karena itu setiap diri dari kita harus menjadi pelopor-pelopor kaum muslimin dan sekaligus perwira ummat ini. Kita adalah perintis kebangkitan di negeri dan wilayah dimana kaki kita dipijakkan. Kita juga laksana detonator (sumbu api) yang siap meledakkan meriam-meriam perjuangan. Sesungguhnya explosive (bahan peledak) yang tidak bekerja (non aktif) membutuhkan detonator. Dan kalian adalah detonator-detonator itu dengan izin Allah. Beribu-ribu ton bahan explosive tanpa ada detonator yang kecil ini tidak akan berarti apa pun, tidak akan bernilai, laksana sayap nyamuk yang begitu kecil tetapi membawa manfaat yang besar bagi si nyamuk. Oleh karena itu, janganlah anda berputus asa atau merasa gentar, apalagi kecewa dalam mngemban tugas yang maha berat ini.Allah swt berfirman:“… dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Qs. Yusuf, 12: 87)Antum adalah rijal (lelaki sejati) pilihan Allah. Maka pancangkanlah di hadapan antum bahwa jihad adalah risalah, misi dan kewajiban hidup sampai antum bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla kelak. Seluruh kaum Muslimin di muka bumi ini akan terbeban dosa selama masih terdapat sejengkal bumi Islam yang berada di bawah kekuasaan orang-orang kafir. Dan setiap Muslim akan dihisab (diminta pertanggung-jawabannya) tentang negeri Andalusia (Spanyol), akan dihisab tentang jatuhnya Afghanistan dan negeri Asia Tengah yang lainnya seperti Palestina, Philipina, Turki dan negara-negara Islam yang berada dibawah cengkeraman musuh. Dan anda tak akan dapat lari dari pertanggung jawaban membela ummat Islam yang sedang teraniaya dan dizalimi oleh kaum kuffar di negara antum sendiri sekarang ini yaitu Indonesia. Apakah antum menanti datangnya bantuan para mujahidin dari luar sedang anda tengah berpangku tangan membiarkan merajalelanya kezaliman konspirasi Kristen dan Yahudi internasional untuk memusnahkan Islam dan ummatnya? Mengapa antum tidak bangkit mempertahankan kehormatan kaum Muslimin serta membela dan melindungi golongan mustadh’afin?Firman Allah:“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.” (Qs. An Nisaa’, 4: 75)Sesungguhnya jihad tidak mungkin akan tegak kecuali memenuhi dua syarat yang asas dan pokok. Pertama, sabar yang membuahkan keberanian jitu, terpahat dalam hati dan diikuti oleh seluruh anggota badan. Kedua, dermawan yaitu kesiapan mengorbankan hal yang paling berharga dari diri kita, yaitu jiwa raga, keluarga dan harta.Kedua syarat tersebut hampir hilang dari kehidupan ummat Islam hari ini, karena tergeser oleh sifat pengecut dan rasa takut. Sementara itu, kehebatan dan ketinggian martabatnya telah tercabut dari hati-hati musuhnya. Keadaan mereka tidak lebih bernilai dari buih di atas banjir besar, tiada nilai dan kualitas. Rasulullah bersabda:“Hampir semua ummat mengerumuni kamu dari seluruh penjuru, sebagaimana makanan di atas pinggan (piring). Seorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu?” Beliau menjawab, “Tidak! (bahkan jumlah kamu banyak), tetapi kamu bagaikan buih, sebagaimana buih di atas air bah. Ia jadikan Wahn di dalam hati kamu, dan dicabut rasa takut pada musuh kamu, karena kamu cinta dunia dan takut mati”. Dalam riwayat lain, mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Beliau menjawab, “Cintamu terhadap dunia, dan bencimu kepada perang.” (HR Abu Dawud no. 3745; Ahmad no. 8356, 21363)Terlalu cinta kepada kehidupan dunia dan takut berjihad adalah puncak tragedi kebinasaan ummat Islam sepanjang masa. Dan kehinaan itu tidak akan hilang sehingga ummat Islam kembali kepada ajaran jihad yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Beliau bersabda:“Bila kamu berjual?beli dengan ‘inah (dengan cara riba dan penipuan), mengikuti ekor?ekor sapi, menyukai bercocok tanam, dan kamu meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan ke atas kamu yang tidak akan dicabut sehingga kamu kembali kepada agamamu.” (HR Ahmad no: 4765, 5304; Abu Dawud 3003, Lihat Nailul Authar, 5/318; dan Silsilah al Ahaadits ash Shahihah, al?Albani – no: 10, 11).Wahai para pejuang Islam di seluruh belahan bumi Allah, semut-semut akan melaknat anda karena enggan berangkat jihad. Dan ikan di laut hanya memintakan ampunan bagi mereka yang mau berjihad saja. Sebab mereka lah yang mengajarkan kebajikan kepada manusia, serta menjaga dan melindungi kebajikan itu dengan pedang, ruh dan darah mereka. Maukah anda sekiranya seluruh makhluq yang ada di daratan dan lautan melaknat anda karena lari dari tugas murni ini?Firman Allah swt:“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati.” (Qs. Al Baqarah, 2: 159)Bebaskanlah diri anda dari segala belenggu nafsu yang mengajak kepada kejahatan atau dunia beserta kenikmatannya yang sementara, melambai-lambai tangan merayu agar antum mundur dari jalan ini. Bersihkanlah hati dan niat dari segala keterikatan di muka bumi ini. Sayyid Quthb dan Abul Hasan Ali an Nadwi mengatakan tentang orang-orang Salaf, tentang orang-orang pilihan, tentang generasi sahabat yang mulia, generasi yang unik, melalui kata-katanya: “Tatkala jiwa mereka telah bersih dari segala keterikatan, dan Allah mengetahui bahwa mereka tidak mempunyai keinginan di permukaan bumi ini, hingga agama ini menang di tangan mereka, namun jiwa mereka tetap tidak pernah kembali bergantung ke atas kemenangan tersebut. Tatkala Allah mengetahui semua ini dari mereka, maka tahulah Dia bahwa mereka telah siap dipercaya mengemban Syari’ah Nya. Lalu Allah pun menjadikan mereka sebagai penguasa di atas bumi dan mengokohkan Dien mereka yang telah diridhai-Nya. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah:“Sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur (kitab-kitab yang Kami turunkan) sudah tercantum (pada lauhul Mahfudz) bahwasanya, bumi ini akan turun diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shalih.” (Qs. Al Anbiyaa’, 21: 105)Ingatlah, bahwa sekiranya kita mendapatkan kemenangan karena berjihad pada jalan-Nya, maka Allah akan mengurniakan pahala-Nya yang berlipat ganda sedang kita tidak akan dirugikan walau seberat zarah pun. Dan seandainya kita belum menemui kemenangan, Allah tetap akan memelihara agama-Nya sehingga datangnya kiamat, sedang kita tetap mendapat karunia-Nya dan tidak akan dirugikan. Hanyalah tugas kita untuk tetap sabar dan istiqomah di jalan Jihad sehingga hanya datang dua ketentuan yaitu kita syahid karenanya atau menang dalam kemuliaan. Setiap langkah kaki kita di dunia akan menjadikan neraca timbangan di akhirat terangkat, maka sesungguhnya pahala itu akan diletakkan di neraca timbangan akhirat.Pena yang menguntai kata membentuk bahasa untuk menyeru manusia kembali kepada al-Haq pasti akan terus mengalir pahalanya. Seruan dari lisan para da’i yang tak henti-hentinya menyampaikan da’wah juga pasti akan mendapat balasan yang berlipat ganda.Dan kepada para alim ulama khususnya, marilah bersama merenungkan hadits ini, yang selanjutnya tampil menjadi pembawa obor dan cahaya kebenaran bagi segenap lapisan masyarakat dan memimpin para mujahidin berperang di medan laga sehingga memperoleh salah satu di antara dua, hidup mulia di bawah naungan Syari’ah Allah atau syahid di jalan-Nya.Ibnu Abbas Ra. berkata, bahwa Rasulullah bersabda:“Sedekat-dekat manusia dengan derajat kenabian ialah Ahli Ilmu dan Ahli Jihad. Adapun Ahli Ilmu mereka menunjukkan kepada manusia atas apa yang dibawa oleh para Rasul dan adapun Ahli Jihad mereka berjihad dengan pedang-pedang mereka atas apa yang dibawa oleh para Rasul.” (HR Abu Na’im. Ihyaa’ ‘Ulumuddin 1/16).Inilah Imam an Nawawi, seorang ulama dan mujahid yang unggul. Beliau menghabiskan sebagian besar hidupnya di negeri Syam. Namun demikian beliau tidak pernah memakan buah-buahan di negeri tersebut. Tatkala orang-orang menanyakan kepadanya: “Mengapa Tuan tidak makan buah-buahan negeri Syam?” Maka beliau menjawab: “Di sana ada kebun-kebun wakaf yang telah hilang. Maka saya khawatir makan buah-buahan dari kebun-kebun itu.”Oleh karena itu, hati mereka bagaikan hati singa dan jiwa mereka laksana jiwa pendeta. Mereka laksana pendeta di malam hari dan bagaikan ksatria berkuda di siang hari. Mereka tak sudi berhenti di depan rintangan. Halangan dan rintangan yang bagaimana pun tingginya dan bagaimana pun sukarnya akan mereka terobos dan mereka lompati.Tatkala tentara Tartar menyerbu negeri Syam, Zhahir Bebres berkata: “Saya menghendaki fatwa dari kalian wahai para ulama agar saya dapat menghimpun dana untuk membeli senjata guna menghadapi serangan bangsa Tartar. Maka seluruh ulama memberikan fatwa seperti yang diminta oleh Zhahir Bebres kecuali seorang. Dia adalah Muhyiddin an Nawawi. Zhahir bertanya: “Mana tanda tangan Nawawi?” Mereka menjawab: “Dia menolak memberikan tanda tangan…”Lalu Zhahir mengutus seorang untuk menjemputnya. Setelah Imam Nawawi datang, Zhahir bertanya: “Kenapa anda mencegah saya mengumpulkan dana untuk mengusir serangan musuh. Serangan orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin?” Imam Nawawi menjawab: “Ketahuilah, dahulu engkau datang pada kami hanya sebagai budak. Dan sekarang saya melihatmu mempunyai banyak istana, pelayan lelaki dan wanita, emas, tanah, dan perkebunan. Jika semua itu telah engkau jual untuk membeli senjata, kemudia sesudahnya engkau masih memerlukan dana untuk mempersiapkan pasukan Muslimin, maka saya akan memberikan fatwa kepadamu…”Zhahir Bebres amat marah mendengar ucapan Imam Nawawi, maka dia berkata: “Keluarlah engkau dari negeri Syam.” Lalu beliau keluar dari Syam dan menetap di rumahnya yang asli di desa Nawa. Pengusiran Imam Nawawi menimbulkan kemarahan para ulama, mereka datang menemui Zhahir Bebres dan berkata: “Kami tak mampu hidup tanpa kehadiran Imam Nawawi.”Maka Zhahir pun mengatakan: “Kembalikanlah dia ke Syam.” Selanjutnya mereka pergi ke Nawa untuk membawa balik Imam Nawawi ke Syam. Akan tetapi Imam Nawawi menolak ajakan mereka seraya mengatakan: “Demi Allah, saya tidak akan masuk negeri Syam selama Zhahir Bebres masih ada di sana.” Akhirnya Allah memperkenankan sumpahnya, Zhahir mati sebulan sesudah beliau mengucapkan sumpah. Maka kembalilah Imam Nawawi ke negeri Syam. Semoga Allah merahmatinya karena keikhlasannya dan keberaniannya. (Syarah Arba’in: Imam An Nawawi)Kehadiran dan keberadaan kaum Muslim ditengah kehidupan Manusia dibumi bukanlah sebagai bunga hiasan, yang setelah masa mekarnya usai kemudian layu, lantas musnah. Tidak lebih dari sekadar proses menunggu giliran untuk mati. Tetapi, mereka diutus sebagai manusia terbaik untuk menegakkan kebenaran, dipundaknya terdapat beban berat dan tugas besar serta mulia, yang sekaligus sebagai tugas utamanya, yaitu menegakkan dienullah (Agama Allah) secara bersama-sama mengikuti metode kenabian,bukan mengikuti ijtihad peribadi atau kelompok. Maklumat ini dengan jelas dapat dibaca dalam ayat berikut:

“… Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya…” (QS. Asy Syura 42:13)

Sementara, untuk merealisasikan tugas utama itu, selain dengan iman yang benar (mantap) dan ilmu yang mendalam(luas), kekuatan persenjataan tangguh dan dana yang mencukupi, hal yang paling dibutuhkan sebagai syarat penentu adalah keberanian untuk mengatakan kepada yang benar itu adalah benar,dan mengatakan kepada yang batil itu batil dan berjihad menegakkan kebenaran. Tanpa adanya keberanian mengangkat senjata menghalau segala perintang agama Allah, maka sulit dibayangkan dapat meraih kejayaan tegaknya syari’ah Allah dan khilafatul Muslimin hanya dengan dakwah dan tabligh saja. Adalah Rasulullah Saw memulai risalahnya dengan dakwah kepada tauhidullah dan mengakhirinya dengan jihad bil Qital.

Karena itulah, Rasulullah saw begitu bersungguh-sungguh mendidik umatnya untuk menyeimbangkan antara Dakwah dan Jihad. Penyeimbangan antara kedua pilar tegaknya Islam ini begitu kental terlihat dari perjalanan hidup beliau. Da’wah bil Qur’an teraplikasi benar tatkala beliau masih di Makkah, sedangkan Da’wah bis Saif dimulai, bahkan dilakukan sedemikian intensif semenjak beliau bermukim Madinah. Sebagai bukti, selama 10 tahun di Madinah, tak kurang dari 68 peperangan telah beliau pimpin langsung dan puluhan lain dengan pengiriman ekspedisi (perutusan). Inilah fakta historis betapa untuk menegakkan Islam, kaum Muslimin tidak akan pernah dapat memisahkan misi perjuangannya dengan jihad bis Saif.

Selain itu, kebutuhan akan jihad juga merupakan tabiat Agama Allah, bahwa Islam tidak pernah tegak melainkan dengan dua hal yaitu dengan kitab dan besi. Realitas ini segera kelihatan dengan mentadabbur firman Allah swt:

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hadid, 57:25)

Al Imam Ibnu Taimiyyah menafsirkan ayat tersebut melalui beberapa perspektif,beliau berkata:

Pertama, “Dan sekali-kali tidak akan tegak Dien ini kecuali dengan kitab, mizan (timbangan) dan besi. Kitab sebagai petunjuk dan besi sebagai pembela. Sebagaimana firman Allah, ‘Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami…’. Maka dengan kitab akan tegak ilmu dan dien, sedangkan dengan mizan (neraca) akan tegak hak-hak dan transaksi serta serah terima keuangan, dan dengan besi akan tegak hukum hudud.” (Majmu’ Fatawa XXXV/361)

Kedua, “Dan pedang-pedang kaum muslimin sebagai pembela syari’at ini yang berupa al Kitab dan as Sunnah” sebagaimana yang dikatakan oleh Jabir bin Abdullah, ‘Kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk memukul dengan ini, yaitu pedang, orang-orang yang keluar dari ini, yaitu al Qur’an.’” (Majmu’ Fatawa XXV/365)

Ketiga, Sesungguhnya tegaknya dien itu dengan kitab yang menjadi petunjuk dan besi yang menjadi pembela, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah. (Majmu’ Fatawa XXVIII/396, dan lihat Tafsir Ibnu Katsier serta Tafsir al Azhar)

Itulah nash Qur’ani menjelaskan tentang semangat keberanian berjihaqd dengan besi,berikut berdasarkan ucapan beliau:

Dari Ibnu Umar ra berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah ta’ala sajalah yang diibadahi dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku dan dijadikan hina serta rendah atas orang yang menyelisihi perintahku, dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad no: 4869, 5409)

Adapun orang-orang yang menyangka bahwa kehidupan jihad hanya semata-mata memerangi suatu kaum, atau pergulatan demi mempertahankan hidup atau mengusir musuh yang menguasai sejengkal tanah, maka mereka dapat dipastikan belum memahami tabiat agama ini. Karena sesungguhnya jihad merupakan tugas wajib yang tergantung di leher setiap Muslim. Tidak ada jalan menghindar dari kewajiban ini, terlebih untuk masa sekarang dimana keberanian berjihad mutlak di butuhkan. Bahkan, kewajiban jihad lebih didahulukan atas shalat dan puasa sebagaimana perkataan Ibnu Taimiyyah:

“Tiada sesuatu yang lebih wajib hukumnya setelah iman kepada Allah daripada menolak musuh yang menyerang kehormatan dan agama.” (Majmuu’ al Fatawaa, Ibnu Taimiyyah juz 4, hal. 184)

Artinya, jihad itu didahulukan atas shalat, puasa, zakat dan haji serta kewajiban-kewajiban yang lainnya. Jika berbenturan antara kewajiban jihad dan haji, maka hendaklah kewajiban jihad didahulukan. Apabila kewajiban jihad dan shalat berbenturan; maka kewajiban shalat ditangguhkan sebentar, atau diqashar, atau dipersingkat, atau berubah bentuk dan keadaannya demi menyesuaikan dengan jihad. Karena menghentikan jihad sejenak, sama dengan menghentikan gerak laju Agama Allah ‘Azza wa Jalla.

Jihad merupakan perkara yang sangat penting, karena itu setiap diri dari kita harus menjadi pelopor-pelopor kaum muslimin dan sekaligus perwira ummat ini. Kita adalah perintis kebangkitan di negeri dan wilayah dimana kaki kita dipijakkan. Kita juga laksana detonator (sumbu api) yang siap meledakkan meriam-meriam perjuangan. Sesungguhnya explosive (bahan peledak) yang tidak bekerja (non aktif) membutuhkan detonator. Dan kalian adalah detonator-detonator itu dengan izin Allah. Beribu-ribu ton bahan explosive tanpa ada detonator yang kecil ini tidak akan berarti apa pun, tidak akan bernilai, laksana sayap nyamuk yang begitu kecil tetapi membawa manfaat yang besar bagi si nyamuk. Oleh karena itu, janganlah anda berputus asa atau merasa gentar, apalagi kecewa dalam mngemban tugas yang maha berat ini.

Allah swt berfirman:

“… dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Qs. Yusuf, 12: 87)

Antum adalah rijal (lelaki sejati) pilihan Allah. Maka pancangkanlah di hadapan antum bahwa jihad adalah risalah, misi dan kewajiban hidup sampai antum bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla kelak. Seluruh kaum Muslimin di muka bumi ini akan terbeban dosa selama masih terdapat sejengkal bumi Islam yang berada di bawah kekuasaan orang-orang kafir. Dan setiap Muslim akan dihisab (diminta pertanggung-jawabannya) tentang negeri Andalusia (Spanyol), akan dihisab tentang jatuhnya Afghanistan dan negeri Asia Tengah yang lainnya seperti Palestina, Philipina, Turki dan negara-negara Islam yang berada dibawah cengkeraman musuh. Dan anda tak akan dapat lari dari pertanggung jawaban membela ummat Islam yang sedang teraniaya dan dizalimi oleh kaum kuffar di negara antum sendiri sekarang ini yaitu Indonesia. Apakah antum menanti datangnya bantuan para mujahidin dari luar sedang anda tengah berpangku tangan membiarkan merajalelanya kezaliman konspirasi Kristen dan Yahudi internasional untuk memusnahkan Islam dan ummatnya? Mengapa antum tidak bangkit mempertahankan kehormatan kaum Muslimin serta membela dan melindungi golongan mustadh’afin?

Firman Allah:

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.” (Qs. An Nisaa’, 4: 75)

Sesungguhnya jihad tidak mungkin akan tegak kecuali memenuhi dua syarat yang asas dan pokok. Pertama, sabar yang membuahkan keberanian jitu, terpahat dalam hati dan diikuti oleh seluruh anggota badan. Kedua, dermawan yaitu kesiapan mengorbankan hal yang paling berharga dari diri kita, yaitu jiwa raga, keluarga dan harta.

Kedua syarat tersebut hampir hilang dari kehidupan ummat Islam hari ini, karena tergeser oleh sifat pengecut dan rasa takut. Sementara itu, kehebatan dan ketinggian martabatnya telah tercabut dari hati-hati musuhnya. Keadaan mereka tidak lebih bernilai dari buih di atas banjir besar, tiada nilai dan kualitas. Rasulullah bersabda:

“Hampir semua ummat mengerumuni kamu dari seluruh penjuru, sebagaimana makanan di atas pinggan (piring). Seorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu?” Beliau menjawab, “Tidak! (bahkan jumlah kamu banyak), tetapi kamu bagaikan buih, sebagaimana buih di atas air bah. Ia jadikan Wahn di dalam hati kamu, dan dicabut rasa takut pada musuh kamu, karena kamu cinta dunia dan takut mati”. Dalam riwayat lain, mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Beliau menjawab, “Cintamu terhadap dunia, dan bencimu kepada perang.” (HR Abu Dawud no. 3745; Ahmad no. 8356, 21363)

Terlalu cinta kepada kehidupan dunia dan takut berjihad adalah puncak tragedi kebinasaan ummat Islam sepanjang masa. Dan kehinaan itu tidak akan hilang sehingga ummat Islam kembali kepada ajaran jihad yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Beliau bersabda:

“Bila kamu berjual?beli dengan ‘inah (dengan cara riba dan penipuan), mengikuti ekor?ekor sapi, menyukai bercocok tanam, dan kamu meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan ke atas kamu yang tidak akan dicabut sehingga kamu kembali kepada agamamu.” (HR Ahmad no: 4765, 5304; Abu Dawud 3003, Lihat Nailul Authar, 5/318; dan Silsilah al Ahaadits ash Shahihah, al?Albani – no: 10, 11).

Wahai para pejuang Islam di seluruh belahan bumi Allah, semut-semut akan melaknat anda karena enggan berangkat jihad. Dan ikan di laut hanya memintakan ampunan bagi mereka yang mau berjihad saja. Sebab mereka lah yang mengajarkan kebajikan kepada manusia, serta menjaga dan melindungi kebajikan itu dengan pedang, ruh dan darah mereka. Maukah anda sekiranya seluruh makhluq yang ada di daratan dan lautan melaknat anda karena lari dari tugas murni ini?

Firman Allah swt:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati.” (Qs. Al Baqarah, 2: 159)

Bebaskanlah diri anda dari segala belenggu nafsu yang mengajak kepada kejahatan atau dunia beserta kenikmatannya yang sementara, melambai-lambai tangan merayu agar antum mundur dari jalan ini. Bersihkanlah hati dan niat dari segala keterikatan di muka bumi ini. Sayyid Quthb dan Abul Hasan Ali an Nadwi mengatakan tentang orang-orang Salaf, tentang orang-orang pilihan, tentang generasi sahabat yang mulia, generasi yang unik, melalui kata-katanya: “Tatkala jiwa mereka telah bersih dari segala keterikatan, dan Allah mengetahui bahwa mereka tidak mempunyai keinginan di permukaan bumi ini, hingga agama ini menang di tangan mereka, namun jiwa mereka tetap tidak pernah kembali bergantung ke atas kemenangan tersebut. Tatkala Allah mengetahui semua ini dari mereka, maka tahulah Dia bahwa mereka telah siap dipercaya mengemban Syari’ah Nya. Lalu Allah pun menjadikan mereka sebagai penguasa di atas bumi dan mengokohkan Dien mereka yang telah diridhai-Nya. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah:

“Sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur (kitab-kitab yang Kami turunkan) sudah tercantum (pada lauhul Mahfudz) bahwasanya, bumi ini akan turun diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shalih.” (Qs. Al Anbiyaa’, 21: 105)

Ingatlah, bahwa sekiranya kita mendapatkan kemenangan karena berjihad pada jalan-Nya, maka Allah akan mengurniakan pahala-Nya yang berlipat ganda sedang kita tidak akan dirugikan walau seberat zarah pun. Dan seandainya kita belum menemui kemenangan, Allah tetap akan memelihara agama-Nya sehingga datangnya kiamat, sedang kita tetap mendapat karunia-Nya dan tidak akan dirugikan. Hanyalah tugas kita untuk tetap sabar dan istiqomah di jalan Jihad sehingga hanya datang dua ketentuan yaitu kita syahid karenanya atau menang dalam kemuliaan. Setiap langkah kaki kita di dunia akan menjadikan neraca timbangan di akhirat terangkat, maka sesungguhnya pahala itu akan diletakkan di neraca timbangan akhirat.

Pena yang menguntai kata membentuk bahasa untuk menyeru manusia kembali kepada al-Haq pasti akan terus mengalir pahalanya. Seruan dari lisan para da’i yang tak henti-hentinya menyampaikan da’wah juga pasti akan mendapat balasan yang berlipat ganda.

Dan kepada para alim ulama khususnya, marilah bersama merenungkan hadits ini, yang selanjutnya tampil menjadi pembawa obor dan cahaya kebenaran bagi segenap lapisan masyarakat dan memimpin para mujahidin berperang di medan laga sehingga memperoleh salah satu di antara dua, hidup mulia di bawah naungan Syari’ah Allah atau syahid di jalan-Nya.

Ibnu Abbas Ra. berkata, bahwa Rasulullah bersabda:

“Sedekat-dekat manusia dengan derajat kenabian ialah Ahli Ilmu dan Ahli Jihad. Adapun Ahli Ilmu mereka menunjukkan kepada manusia atas apa yang dibawa oleh para Rasul dan adapun Ahli Jihad mereka berjihad dengan pedang-pedang mereka atas apa yang dibawa oleh para Rasul.” (HR Abu Na’im. Ihyaa’ ‘Ulumuddin 1/16).

Inilah Imam an Nawawi, seorang ulama dan mujahid yang unggul. Beliau menghabiskan sebagian besar hidupnya di negeri Syam. Namun demikian beliau tidak pernah memakan buah-buahan di negeri tersebut. Tatkala orang-orang menanyakan kepadanya: “Mengapa Tuan tidak makan buah-buahan negeri Syam?” Maka beliau menjawab: “Di sana ada kebun-kebun wakaf yang telah hilang. Maka saya khawatir makan buah-buahan dari kebun-kebun itu.”

Oleh karena itu, hati mereka bagaikan hati singa dan jiwa mereka laksana jiwa pendeta. Mereka laksana pendeta di malam hari dan bagaikan ksatria berkuda di siang hari. Mereka tak sudi berhenti di depan rintangan. Halangan dan rintangan yang bagaimana pun tingginya dan bagaimana pun sukarnya akan mereka terobos dan mereka lompati.

Tatkala tentara Tartar menyerbu negeri Syam, Zhahir Bebres berkata: “Saya menghendaki fatwa dari kalian wahai para ulama agar saya dapat menghimpun dana untuk membeli senjata guna menghadapi serangan bangsa Tartar. Maka seluruh ulama memberikan fatwa seperti yang diminta oleh Zhahir Bebres kecuali seorang. Dia adalah Muhyiddin an Nawawi. Zhahir bertanya: “Mana tanda tangan Nawawi?” Mereka menjawab: “Dia menolak memberikan tanda tangan…”

Lalu Zhahir mengutus seorang untuk menjemputnya. Setelah Imam Nawawi datang, Zhahir bertanya: “Kenapa anda mencegah saya mengumpulkan dana untuk mengusir serangan musuh. Serangan orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin?” Imam Nawawi menjawab: “Ketahuilah, dahulu engkau datang pada kami hanya sebagai budak. Dan sekarang saya melihatmu mempunyai banyak istana, pelayan lelaki dan wanita, emas, tanah, dan perkebunan. Jika semua itu telah engkau jual untuk membeli senjata, kemudia sesudahnya engkau masih memerlukan dana untuk mempersiapkan pasukan Muslimin, maka saya akan memberikan fatwa kepadamu…”

Zhahir Bebres amat marah mendengar ucapan Imam Nawawi, maka dia berkata: “Keluarlah engkau dari negeri Syam.” Lalu beliau keluar dari Syam dan menetap di rumahnya yang asli di desa Nawa. Pengusiran Imam Nawawi menimbulkan kemarahan para ulama, mereka datang menemui Zhahir Bebres dan berkata: “Kami tak mampu hidup tanpa kehadiran Imam Nawawi.”

Maka Zhahir pun mengatakan: “Kembalikanlah dia ke Syam.” Selanjutnya mereka pergi ke Nawa untuk membawa balik Imam Nawawi ke Syam. Akan tetapi Imam Nawawi menolak ajakan mereka seraya mengatakan: “Demi Allah, saya tidak akan masuk negeri Syam selama Zhahir Bebres masih ada di sana.” Akhirnya Allah memperkenankan sumpahnya, Zhahir mati sebulan sesudah beliau mengucapkan sumpah. Maka kembalilah Imam Nawawi ke negeri Syam. Semoga Allah merahmatinya karena keikhlasannya dan keberaniannya. (Syarah Arba’in: Imam An Nawawi)

Wallahu’alam bish showab…

JAKARTA - Peran Muhamad Jibril dalam pendanaan operasi teror JW Marriott bakal terungkap. Penyidik telah memiliki bukti-bukti kuat terkait keterlibatan anak Abu Jibril tersebut. Karena itu, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyatakan pria berjuluk Prince of Jihad tersebut bakal ditetapkan sebagai tersangka.

''Dari pengembangan penyidikan terhadap tersangka yang sudah ditangkap seperti Amir Abdillah dan yang lain, kami tahu ada tersangka lain, yang termasuk di dalamnya insya Allah Muhamad Jibril,'' ujarnya setelah salat Jumat di masjid Al Ikhlas Mabes Polri kemarin (28/8).

Bambang mengucapkan kata insya Allah hingga empat kali. Bahkan, agar pengungkapan kasus berjalan lancar, dia minta didoakan. ''Mohon doanya karena ini masih panjang. Rangkaian dan prosesnya masih panjang. Nanti pada waktunya kami jelaskan,'' kata mantan Kabareskrim itu.

Menurut dia, pengintaian terhadap Jibril dilakukan cukup lama. ''Kami persempit ruang geraknya. Atas perkenan Yang Mahakuasa, kami bisa menangkapnya 500 meter dari tempat tinggalnya. Saat itu, tim dipimpin Wakadensus langsung,'' tegasnya.

Apakah Abu Jibril (ayah Jibril) juga akan diperiksa? Bambang tak menjawab tegas. ''Yang jelas, siapa pun yang terkait bisa dimintai keterangan atau upaya pemanggilan. Tapi, mari kita jangan menduga-duga, biarkan prosesnya berjalan,'' ungkapnya.

Berdasar informasi yang dihimpun koran ini, pemanggilan Abu Jibril dalam kasus yang melibatkan anaknya tersebut tinggal menunggu waktu. ''Kami menyelesaikan dulu berkas pemeriksaan Jibril. Baru nanti berkembang ke yang lain,'' kata seorang sumber Jawa Pos. Dia lantas menyebut nama lain yang diduga juga terlibat dalam alur pendanaan operasi JW Marriott 17 Juli lalu.

Sumber itu mengungkapkan, tekanan terhadap polisi diprediksi menguat setelah Jibril ditangkap. ''Ada operasi opini yang mereka lancarkan. Anda kan wartawan, tentu tahu maksudnya,'' katanya. Karena itu, kata perwira menengah tersebut, polisi akan menggunakan pendekatan lain. ''Istilahnya soft approach,'' tuturnya.

Di tempat terpisah, pengacara Abu Jibril kemarin mengonkretkan upaya melawan polisi dengan mengajukan gugatan praperadilan. Gugatan diajukan atas penangkapan anaknya, Muhamad Jibril, yang dinilai tidak prosedural. Gugatan ditujukan kepada Polri cq Kapolri cq Kabareskrim cq Kadensus 88.

Gugatan tersebut didaftarkan tim kuasa hukum Abu Jibril, Akhmad Riza Gultom, ke PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta. Berkas permohonan praperadilan diterima Panitera Muda Pidana PN Jaksel Ricar Soroinda Nasution. Gugatan terdaftar dengan nomor 36/pid.prap/2009/PN Jaksel tertanggal 28 Agustus 2009.

''Penangkapan itu harus disertai surat penangkapan, kecuali Muhamad Jibril tertangkap tangan bertindak pidana,'' tegas Haryadi Nasution, kuasa hukum Abu Jibril, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin.

Dia menegaskan, jika Jibril dituduh terkait dengan jaringan terorisme, seharusnya ada penetapan lebih dulu. ''Tapi, kenyataannya, tidak ada surat yang masuk,'' ujar pengacara dari LBH Muslim itu. Dia menjelaskan, Abu Jibril baru mengetahui anaknya sebagai DPO dari berita di televisi.

Riza Gufron, kuasa hukum Abu Jibril lainnya, menambahkan, penangkapan terhadap Jibril sudah melanggar hak konstitusional dan hak asasi manusia yang bersangkutan. Selain itu, setelah penangkapan, pihak keluarga belum menerima tembusan dari kepolisian tentang penangkapan serta penahanan Jibril. ''Kami minta majelis hakim menyatakan penangkapan dan penahanan tidak sah dan membebaskannya,'' ujarnya.

Kemarin, Abu Jibril juga kembali datang ke Mabes Polri selepas salat Jumat. Bapak sembilan anak itu mengaku diundang Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Irjen Pol Saleh Saaf. Dia didampingi pengacaranya, Haryadi Nasution. Setelah pertemuan di Bareskrim Mabes Polri, Abu Jibril mengaku tetap belum bisa menemui anaknya. "'Baru bisa Selasa (1/9) nanti,'' katanya. Keluarga membantah keras bahwa Jibril terlibat Al Qaidah.

''Tadi saya tanyakan mengapa Kapolri bisa sampaikan itu. Dijawab oleh mereka bahwa Kapolri tak pernah menyatakan. Yang bilang itu wartawan. Jadi, kalau mau tuntut, ya tuntut wartawan,'' ungkap Abu Jibril. Dia juga tetap optimistis akan menang dalam proses praperadilan yang telah didaftarkan.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasah menjelaskan, pihaknya telah menerima permintaan klarifikasi dari kedutaan Arab Saudi terkait penahanan Ali Muhammad bin Abdillah oleh Densus 88. ''Mereka akan mengecek dan sudah minta agar ada informasi resmi terkait hal itu,'' jelasnya. Namun, Kedubes Arab Saudi tetap belum mengonfirmasi bahwa Ali Muhammad benar-benar warganya.

Di bagian lain, seorang sumber Jawa Pos menginformasikan bahwa ada perkembangan baru terkait pengejaran DPO JW Marriott. ''Jejak Urwah terdeteksi,'' ujar sumber itu kemarin.

Tim pemburu yakin Urwah alias Bagus Budi Pranoto segera bisa diringkus. ''Jika dia di tangan kami, insya Allah yang lain menyusul,'' katanya menolak mendetailkan pola pengejaran dan terdeteksinya lokasi terakhir Urwah.

Urwah merupakan lingkaran dalam kelompok Noordin. Dia lahir di Kudus, 2 November 1978. Awalnya, dia nyantri di Pondok Pesantren Al Muttaqien, Jepara, 1990-1996. ''Dia bergabung ke JI sejak 1996,'' ujar sumber itu.

Pada 1999, dia berada dalam satu divide dengan Baharudin Latif yang belakangan menjadi mertua Noordin di Cilacap. ''Pada 2000 sampai 2003, dia sempat mengajar di sebuah Ma'had di Solo, Jawa Tengah. Di sela-sela mengajar, dia bertemu kelompok Darul Islam Banten dan ikut berlatih militer di Poso,'' jelasnya. (rdl/fal/iro)

Noordin M Top, jago kawin

Diposkan oleh tono solo


Jakarta - Gembong teroris Noordin M Top menikah lagi dengan gadis berumur 19 tahun. Siapa nama gadis asal Pandeglang, Banten, itu?

"Namanya Novi Lutfiati," ujar pengamat terorisme Al-Chaidar dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (27/8/2009).

Menurut Al-Chaidar, pernikahan berlangsung di kediaman Novi di Pandeglang, Banten. "Tapi saya nggak tahu di mana persisnya," imbuh dosen Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh, ini.

Kenapa Novi mau dinikahi? "Nggak tahu juga kenapa. Orangtua Novi Darul Islam dua-duanya. Novinya juga Darul Islam," kata Al-Chaidar.

Al-Chaidar mengetahui kabar pernikahan Noordin dengan Novi dari temannya di Darul Islam. Pernikahan Noordin dengan Novi berlangsung setelah penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah 8 Agustus silam.
(nik/iy)

Noordin punya agen di Aparat?

Diposkan oleh tono solo

Jakarta - Buronan teroris nomor wahid Noordin M Top selalu lolos dari pengejaran polisi. Langkahnya selalu dua kali lebih cepat dari para pemburunya. Mungkinkah Noordin punya agen yang disusupkan ke aparat?

"Iya, ada kemungkinan analisa seperti itu," kata pemerhati terorisme Mardigu WP saat berbincang lewat telepon, Jumat (28/8/2009).

Menurut Mardigu, kemungkinan ini sudah lama tercium sejak peristiwa Bom Bali I dan II. Namun penyelidikan terhadap para intel tersebut makin mengkristal sejak bom di JW Marriott dan Ritz Carlton. (dtc)

Orang yang dipilih Noordin sebagai intel adalah para penganut paham jihad yang 'soft'. Bukan tipe orang yang secara frontal siap mengorbankan nyawanya demi syariah Islam.

"Bukan orang yang hard seperti para pengantin, yang pasti supaya tidak terlalu mencolok," jelas ahli hipnoterapis yang pernah dilibatkan dalam penanganan teroris ini.

Untuk membasminya, kata Mardigu, perlu dilakukan kerjasama dengan pihak TNI. Terutama untuk melacak kemungkinan agen-agen Noordin di lembaga lain.

"TNI soalnya punya kemampuan untuk langsung bertindak," tutupnya.

Keluarga Jibril Anggap Pernyataan Kapolri Hanya Rekayasa

Diposkan oleh tono solo Thursday, August 27, 2009

Jakarta - Keluarga tersangka teroris Mohamad Jibril mempersoalkan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang mengatakan bos Arrahmah itu adalah eks anggota Al-Qaeda. Menurut paman Jibril, Irfan M Awwas, hal itu adalah rekayasa semata.

"Itu yang kita katakan rekayasa," ujar Irfan saat dihubungi detikcom, Jakarta, Jumat (28/8/2009).

Irfan menjelaskan, polisi harus secara tegas membedakan kaitan Al-Qaeda dengan keponakannya. Membela Al-Qaeda dengan menjadi anggota Al-Qaeda, katanya, adalah suatu hal yang berbeda.

"Kalau Jibril dikaitkan dengan Al-Qaeda hanya karena sering membela, memberitakan dan sebagainya, banyak orang yang melakukan itu," jelasnya.

Pihak keluarga tetap yakin Jibril tidak terkait dengan aksi pengeboman di Hotel JW Marriot & Ritz-Carlton 17 Juli lampau. "Jelas tidak benar (terkait pengeboman Hotel JW Marriot & Ritz Carlton) karena Jibril tidak meletakkan bom dan memiliki ideologi terorisme," imbuh Ketua Majelis Mujahidin Indonesia ini.

Menurut Irfan, hingga saat ini pihak keluarga belum diperbolehkan bertemu dengan Jibril. Mereka juga tidak mengetahui di mana keberadaan Jibril saat ini.

"Katanya sedang dikelilingkan ke beberapa daerah, ini seperti cara-cara Orde Baru," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri mengatakan bahwa Jibril adalah eks anggota Al-Qaeda. Bos Arrahmah, ini diduga polisi sebagai kurir dana pengeboman Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton. Dia ditangkap saat hendak pulang dari kantor Arrahmah ke rumah orang tuanya di Pamulang, Selasa 25 Agustus lalu.

(ape/lrn)

Kapolri : Jibril mantan Al Qaeda.

Diposkan oleh tono solo

JAKARTA - Di tengah simpang siur keterkaitan Mohamad Jibril dengan kegiatan terorisme, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menyatakan bahwa Mohamad

"Iya benar, dia mantan Al Qaeda," ujarnya saat ditanya wartawan di sela buka acara buka puasa bersama di Istana Negara, Kamis (27/8/2009).

Mohamad Jibril disebut-sebut pernah bergabung di organisasi Al Ghuroba di saat dia di Pakistan. Organisasi tersebut erat kaitannya dengan Taliban yang merupakan penghubung Al Qaeda. Kelompok militan tersebut kini diperangi Amerika Serikat, Pakistan, dan Afghanistan.

Lebih lanjut Bambang menyatakan, proses penyelidikan terhadap Mohamad Jibril masih dilakukan. "Biarkan proses berjalan," ujarnya.

Soal penangkapan Mohamad Jibril, Bambang berkomentar bahwa sudah tertuang di undang-undang bahwa dia tidak bisa ditemua selama 7X24 jam. "Nanti dia didampingi pengacara, jadi 6 hari lagi," tandasnya. (ton)

JAKARTA - Mabes Polri mengakui telah menangkap dan memeriksa Muhammad Jibril. Saat ini pemilik situs berita arrahmah.com sedang diperiksa oleh Polri. "Dia ditangkap tadi sebelum pukul 16.00 WIB," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna kepada detikcom, Selasa malam (25/8/2009).



Menurut Nanan, saat ini M Jibril telah menjalani pemeriksaan. Namun Nanan merahasiakan detilnya. "Untuk sementara kaitannya dia terlibat terhadap kelompok yang membom JW Marriott dan Ritz-Carlton," jelas jenderal bintang dua ini. Sebelumnya Mabes Polri merilis bahwa Jibril masuk dalam DPO karena diduga menjadi perantara aliran dana dari luar negeri ke Indonesia untuk dipakai dalam aksi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.Geledah Kantor Arrahmah



Sementara itu, Kantor Arrahmah di Bintaro, Jakarta Selatan, digeledah kepolisian, sejumlah buku dan VCD disita. Hal ini diduga terkait penangkapan bos Arrahmah, Mohamad Jibril oleh polisi. "Saya sedang di kantor mau pulang, tiba-tiba ada aparat datang ingin menggeledah. Karena ada surat resmi dan kita tidak ada masalah jadi kita silakan saja," ujar Pemimpin Redaksi Arrahmah Mohammad Fachri saat dihubungi detikcom, Rabu (26/8).



Dikatakan Fahri, penggeledahan berlangsung selama 2 jam. Pukul 21.00 WIB, Selasa (25/8), sekitar 30an aparat mendatangi kantor Arramah yang terdiri dari dua lantai ini. Setelah menunjukkan surat resmi, mereka memasang garis polisi dan kemudian memulai pengeledahan di beberapa ruangan. "Ada surat berita acara, ada juga beberapa buku dan VCD yang kita jual yang ikut dibawa. Jumlahnya tidak banyak, hanya sampel-sampel. Selain itu, aparat juga menyita sebuah laptop dan 4 buah CPU untuk diperiksa lebih lanjut," jelas dia.



Fahri mengatakan polisi menggeledah kantor redaksi Arrahmah, ruang tamu, dan ruangan lainnya. Setelah selesai pukul 23.00 WIB, garis polisi yang tadinya dipasang mengelilingi kantor pun dilepas. Penggeledahan berjalan tenang, tidak ada cekcok. Fahri mengatakan pihaknya menginginkan barang-barang yang dibawa segera dikembalikan. "Karena kita gunakan untuk bekerja. Polisi mengatakan setelah selesai secepatnya akan dikembalikan," tuturnya.




Protes




Redaksi Arrahmah.com memprotes penetapan daftar pencarian orang (DPO) dan penculikan terhadap pimpinan dan pemilik Arrahmah.com, Muhammad Jibriel Abdulrahman. Situs berita muslim ini menilai polisi telah memerangi umat Islam. "Ini memperjelas bahwa perang melawan terorisme sejatinya adalah perang memerangi Islam dan kaum Muslimin," tulis Pemimpin Redaksi Arrahmah Muhammad Fachri dalam keterangan yang dikirim ke redaksi detik.com, Selasa (25/8).



Redaksi Arrahmah.com juga memprotes Polri yang menetapkan dan menangkap Mohamad Jibril sebagai salah satu pelaku peledakkan bom Ritz-Carlton dan JW Marriott. Mereka yakin polisi menangkap Jibril karena dakwahnya di bidang media bukan karena terlibat terorisme. Selain mengelola situs arrahmah.com, Jibril juga aktif menyuarakan dakwah lewat facebook dan percetakan Ar Rahmah Media. "Ar Rahmah Media sangat dikenal sebagai situs berita dunia Islam dan jihad dunia. Situs ini tentu saja sering membuat gerah musuh-musuh Islam," tulis Pemred Arrahmah.com, M Fachri dalam keterangan yang dikirim ke redaksi detik.com, Selasa (25/8) malam.



Fachri menilai sangat disayangkan jika kaum Muslimin kembali diperangi dengan jargon memerangi terorisme. Padahal perang melawan terorisme ini adalah arahan Amerika untuk membungkam kebangkitan Islam di seluruh negeri. "Begitu juga dengan syariat jihad, diperangi, seolah-olah siapapun yang berbicara jihad dan menyuarakan jihad adalah teroris yang harus diperangi," tandasnya.



Perangi Ummat Islam



Selain pendiri situs Arrahmah.com, Mohamad Jibril Abdul Rahman juga pendiri sebuah majalah bernama Jihadmagz. Dalam struktur redaksi yang tertera di majalah dwi bulanan itu, Mohamad Jibril menjabat sebagai executive director dan founder. Majalah penuh warna berisi mengenai berita-berita dunia Islam setebal 150 halaman ini bermarkas di River Park, GH 5 No 4, Sektor 8, Bintaro, Tangerang.



Jihadmagz yang masuk dalam Arrahmah Media Group juga memiliki versi online yakni www.jihadmagz.com. Majalah yang dibanderol seharga Rp 45.000 ini memiliki koresponden diantaranya di Iraq, Afghanistan, Somalia dan London. Beberapa rubrik yang disajikan diantaranya Biografi Ulama Mujahid, Literatur Islam dan Wawancara Eksklusif para tokoh jihad seperti Imam Samudera, Syekh Abu Mansur Al Amriky dan Hamza Walker Lindh.



Dalam salah satu rubrik di majalah tersebut, Mohamad Jibril membuat sebuah tulisan berjudul I'daadul Jihad Fie Sabilillah (persiapan jihad di jalan Allah). Berikut salah satu kutipan dalam tulisan Mohamad Jibril yang tertulis sebanyak empat halaman ini. "Namun demi untuk mendapatkan kemenangan, Islam lebih dulu mempersiapkan kekuatan dan perlengkapan berperang yang realistis, yang mampu disediakan oleh kaum muslimin. Islam tidak pernah berkhayal mengharapkan kemenangan itu kecuali setelah ia menjadikan bumi tempat mereka berpijak benar-benar teguh dan kokoh. Usaha mengadakan persiapan semaksimal kemampuan merupakan suatu kewajiban yang bergandengan dengan kewajiban berjihad,"



Majalah yang didapatkan oleh detikcom, Selasa (26/8) ini adalah edisi ekslusif berjudul Road To 911, Hancurnya Sebuah Tirani, Volume 01 Edisi 03 Tahun 2008. Hingga tulisan ini dibuat, telepon redaksi yang tertera dalam majalah yang memiliki tagline always making the world better ini tidak dapat dihubungi.



Fachri menyayangkan aparat yang main tangkap dan main culik pada orang yang menyuarakan Islam. Menurut Fachri, Jibriel siang hari baru saja dijadikan DPO oleh Polri, sore harinya ‘diculik’ orang tak dikenal dan diperlakukan dengan kasar. Hingga kini keluarga Jibriel dan redaksi Arrahman masih belum mengetahui keberadaan Jibriel. Pertemuan ayah Jibriel, Abu Jibriel dengan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna di Mabes Polri tidak membuahkan hasil. "Irjen Nanan Sukarna tidak mengetahui siapa yang 'menculik' Jibriel. Namun Nanan berjanji akan mencari tahu segera," jelas Abu Jibriel.(detik.com)

Polisi Tunggu Teroris Mudik

Diposkan oleh tono solo

WONOGIRI - Polisi terus mempersempit pergerakan buron teroris selama Ramadan dan Lebaran. Polwil Surakarta bahkan sudah bersiap untuk menunggu para buron teroris di kampung halamannya.

Kapolwil Surakarta Kombes Pol Erry Subayo kepada koran ini menyatakn, bakal mengantisipasi kedatangan buronan teroris ke kampung halamanya saat Lebaran nanti. Yang menjadi fokus perhatian adalah sosok Maruto Jati Sulistiyono dan Tedy. Dua orang ini memang berasal dari eks Karesidenan Surakarta. Maruto berasal dari Klaten sedangkan Tedy disebut - sebut dari Wonogiri.

Baik Tedy maupun Maruto santer diberitakan dekat dengan buron teroris nomor wahid Noordin M. Top. Maruto bahkan sempat dikabarkan menolong Noordin pascapenggerebekan di Wonosobo. Sementara Tedy sudah lama menjadi incaran polisi karena dia dipercaya sebagai tangan kanan Noordin. Keberadan Tedy dikabarkan tak pernah jauh dari Noordin.

"Kami akan pantau terus," katanya didampingi Kapolres Wonogiri AKBP Agus Djaka Santosa dan sejumlah perwira Polres Wonogiri dan Polwil Surakarta, kemarin (26/8).

Polisi, lanjut Erry, bakal berupaya memaksimalkan peran pengawasan dan penjagaan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Terkait itu, dia berharap kerjasama antara masyrakat dengan polisi ditingkatkan. Salah satunya adalah terus memberikan laporan situasi kepada polisi.

Hal seperti itu menurutnya telah dilakukan Polres Wonogiri. Caranya adalah dengan membuat buku laporan mengenai lalu lintas orang asing di setiap RT di Wonogiri. Bahkan, sebelum melakukan tanya jawab dengan wartawan kemarin, Ery menyatakan apa yang dilakukan Polres Wonogiri bisa dijadikan proyek percontohan untuk polres lainnya. "Ini bisa dijadikan percontohan," katanya sambil memeriksa buku laporan yang sengaja dikumpulkan dari setiap polsek di Wonogiri.

Dia juga meminta warga untuk tidak mudah terkecoh dengan penampilan orang dan situasi yang ada. Tidak mudah menerima ajakan yang tidak jelas dan melanggar hukum menurutnya juga perlu dilakukan masyarakat. "Jangan mudah terkecoh dengan penampilan dan sikap. Kalau mencurigakan laporkan saja," tandasnya sambil menunjukkan selebaran bergambar buron terorisme.(aw/nan)

Sat-81 Gultor siap buru Noordin M

Diposkan oleh tono solo Monday, August 24, 2009

Nampaknya satuan anti teror TNI seperti Sat-Gultor ini akan mulai dilibatkan secara lebih aktif. Untuk itu, kiranya kita perlu juga sedikit mengetahui tentang satuan kebanggaan ini. Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81 Gultor adalah satuan dalam Kopassus yang komposisinya setingkat dengan Grup. Satuan ini dibentuk oleh Kabais ABRI dan diresmikan pada 30 Juni 1982 dengan nama Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha. Satuan ini dibentuk setelah terjadinya pembajakan pesawat Garuda oleh teroris yang berasal dari Indonesia dan berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Komando TNI AD di Don Muang.

Dari perkembangan namanya kemudian dirubah menjadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor). Dan pada periode 1995­ - 2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror. Satuan ini dilengkapi dengan berbagai macam senjata khusus seperti Minimi 5,56mm, MP5 9mm, Uzi 9mm, Beretta 9mm, Galil, Colt M16A1/A4, SIG-Sauer 9mm, SPR dan beberapa jenis lagi sniper khusus. Selain keahlian penggunaan senjata, satuan juga dilengkapi dengan kemampuan perang biologi dan kimia, penanggulangan bahan peledak, bajak udara.



Itulah beberapa kemampuan Sat-Gultor yang menggiriskan. Satuan ini selalu siap dioperasikan dalam 24 jam, baik untuk penanggulangan teror, operasi intelijen-kontra intelijen, perang kota serta juga bajak udara. Menurut Danjen Kopassus, Mayjen Pramono Edhi Wibowo yang juga putra salah satu sesepuh Kopassus Letjen TNI Sarwo Edhi Wibowo (alm), perlengkapan Gultor hampir 100% lengkap dan yang kini terus dilanjutkan adalah upaya pembinaan sumber daya manusia. Seperti diketahui, selain Sat-Gultor, TNI AL juga mempunyai pasukan anti teror khusus laut yang dikenal dengan nama Den Jaka (Detasemen Jala Mangkara). TNI AU memiliki pasukan anti teror khusus pembajakan udara yang diberi nama Detasemen Bravo-90.

Dari apa yang diamanatkan oleh Presiden kemarin, nampaknya detasemen anti teror TNI akan dilibatkan secara lebih aktif dalam penumpasan ancaman teror yang dirasa semakin mengganggu. Kadang penulispun heran dengan adanya pendapat wakil rakyat yang mengatakan bahwa Satuan Anti Teror TNI jangan dilibatkan dalam penanganan terorisme. Dalam hal ini Presiden kini sudah lebih jelas menekankan, bahwa Polri tetap sebagai garda terdepan, TNI membantu secara aktif. Pelibatan dalam bentuk BKO (Bawah Kendali Operasi) ataupun BP (Bawah Perintah), terhadap “troef” yang dimiliki TNI ini sudah waktunya diturunkan. Penulis yakin pengejaran terhadap tokoh teror Noordin M Top akan lebih cepat tertangkap. Dengan adanya upaya bahu membahu antara TNI-Polri, mudah-mudahan ancaman teror yang sangat berbahaya itu akan segera dapat di eliminir.

Masyarakat hanya menginginkan sebuah kehidupan yang tenang dan aman, agar pemerintah baru yang akan terbentuk bisa lebih fokus dalam melaksanakan pembangunan disegala bidang, khususnya ekonomi. Tidak “direcoki” lagi oleh para bomber itu.

PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana

ABB pernah jadi saksi nikah Urwah

Diposkan oleh tono solo Sunday, August 23, 2009

Solo-Amir jamaah ansharut tauhid/ solo ustad abu bakar ba'asyir/ menyatakan pernah mengenal dekat urwah atau bagus budi pranoto, salah satu buron polisi kasus terorisme/ bahkan abu bakar baa'asyir pernah menjadi saksi pernikahan urwah//
 
ustad abu bakar ba'asyir pernah menjadi saksi pernikahan salah satu buron teroris/ urwah alias bagus budi pranoto/ yang menikah dengan rina yudi astuti yang saat itu dilakukan di tahahan cipinang/ jakarta//
 
urwah sendiri pernah masuk penjara dalam kasus yang sama namun ia kemudian dibebaskan dan kembali menetap di sukoharjo/ bersama ayah angkatnya/ yang juga seorang ketua rt setempat/

bahkan saat perayaan pernikahan urwah dan rina yang dilakukan di rumah ayah angkatnya di kampung buntarejo/ kadokan/ grogol/ sukoharjo/ jawa tengah/ abu bakar ba'asyir juga datang dan memberikan ceramah//
 
sementara itu/ menurut warga sekitar/ penetapan urwah sebagai buron teroris dirasa tidak begitu mengherankan/ sebab selain urwah pernah ditangkap dan masuk penjara gara-gara kasus serupa/ ia selama ini dikenal tertutup dan sering melakukan pertemuan-pertemuan dengan orang asing di rumahnya/ bahkan menjelang penggrebekan densus88 di temanggung/ banyak warga luar kampung berdatangan ke rumah urwah/ bahkan sejak malam itu/ urwah juga menghilang//
 
hingga kini warga berharap urwah segera menyerahkan diri atau dapat ditangkap polisi untuk mempertangungjawabkan perbuatannya jika dugaan polisi benar/ sehingga warga tidak merasa cemas karena sering didatangi para polisi dan wartawan//
 

Bagus Budi Pranoto atau Urwah masuk dalam daftar buron teroris. Dia terlibat dalam pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Apa yang membuat mantan narapidana ini kembali terlibat pemboman?

"Itu sebagai qishas, balas dendam atas 3 orang (Amrozi, Muklas, dan Imam Samudera) yang dieksekusi mati," kata mantan aktivis Jamaah Islamiyah (JI) Farihin saat berbincang melalui telepon, Jumat (21/8/2009).

Urwah pernah dipenjara selama 3 tahun 6 bulan karena menyembunyikan Dr Azahari dan Noordin M Top. Dia bebas pada akhir 2007 lalu.

"Saya sering berdiskusi dengan dia. Dia tinggal di Solo setelah bebas, tetapi tidak pernah bercerita soal rencana aksi pemboman itu. Memang itu semua rahasia bagi kelompok dia," terang Farihin.

Dari 4 buronan itu, Farihin mengenal khusus Urwah. Tapi bagaimana dengan 3 yang lain, Mohamad Syahrir, Syaifudin Zuhri alias Syaifudin Jaelani, dan Ario Sudarso?

"Kalau Urwah banyak bergaul di JI. Tapi yang yang tiga orang itu saya tidak kenal, mungkin mereka orang dari Jawa Barat," tutupnya.
(ndr/nwk)

Abb kecam polisi pantau ceramah ustad

Diposkan oleh tono solo

Solo-Amir Jamaah Ansharut Tauhid Solo, Abu bakar Ba'asir, menganggap upaya polisi untuk memantau ceramah di bulan Ramadhan berlebihan. Ia mengaharapkan polisi mau belajar dan bahkan bisa menangkul para kyai dan ustad untuk sama-sama memerangi terorris.

Penegasan ini disampaikan saat ABB menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan fourm kajian sosial kemasyarakatan dengan mengambil tema "Nasib Umat Islam Pasca Pilihan Presiden, Minggu siang.

Menurut ABB akibat kebijakan polisi ini umat Islam menjadi tertekan, harusnya pemerintah segera menghentikan polemik ini agar segera berakhir. "harusnya polisi bisa belajar," ujar ABB

Dalam diskusi ini hadir pula Munarman, direktur an nars institute. Dalam pandangannya, upaya yang dilakukan polisi hanya untuk melemahkan kelompok mujahidin di Indoeesia, da Amerika di balik semua ini, seperti halnya ketika amerika mendanai Densus88 anti terorr." Agenda besarnya menghatam gagasan kelompok Islam yang ingin menjalankan syariat Islam," kata Munarman.

Pihak polisi sendiri tampak serius mengantisipasi bibit terorisme selama bulan Ramadhan, sehingga kekhawatiran momentum Ramadhan didompleng para agen teroris pun dicoba dieleminir sedini mungkin, kendati demikian polisi membantah melakukan pembatasan terhadap kegiatan kegamaan.

warung terbakar nenek tewas

Diposkan oleh tono solo

Solo-Sebuah rumah di pemukiman padat di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serangan, Kota Solo, hangus dilalap api. Akibat kejadian itu, seorang wanita tua yang biasa dipanggil Mbah Dul, tewas terbakar.

Api pertama kali terlihat berkobar sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (24/8/2009). Dan dalam waktu singkat, api menghanguskan bangunan rumah yang tak terlalu besar itu.
Kebakaran diduga berasal dari bensin yang dituang dekat kompor yang sedang menyala. Korban tewas, Ny Suyatmi atau oleh warga akrab dipanggil Mbah Dul, memang berjualan bensin eceran.

Suyatmi ditemukan tewas terpanggang di salah satu sudut ruangan rumah bagian depan. Diduga, perempuan tua tersebut tidak mampu lagi menghindar dari jilatan api yang langsung membesar akibat menyanbar bensin.

Sejumlah saksi mengatakan, pagi tadi Suyatmi meminta tolong seorang tukang becak bernama Nyoto untuk membelikan bensin di pompa bensin. Setelah sampai di rumah, oleh Suyatmi Nyoto langsung diminta menuang bensin tersebut ke dalam ember dengan maksud segera dipindahkan ke botol-botol literan.

Belum lama berselang, Nyoto yang sudah meninggalkan rumah tersebut melihat ada kepulan asap dari arah rumah Suyatmi. Ketika kembali ditengok ternyata api sudah membesar dan segera meludeskan suluruh bangunan beserta isinya.

Kapolsek Serengan, AKP Edi Wibowo, mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran rumah tersebut. Namun dia membenarkan tukang becak bernama Nyoto, sedang dimintai keterangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di Tipes, Solo, ludes terbakar. rumah tersebut dihuni tiga orang nenek. Salah satu dari mereka, Ny Suyatmi alias Mbah Dul, tewas seketika karena terbakar. Jenazahnya saat ini masih berada di Labfor RS Moewardi, Solo.

”Jemaah Tablikh tak terkait teroris”

Diposkan oleh tono solo Saturday, August 22, 2009

Solo (Espos-Jemaah Tablikh atau Jamaah Jaulah tidak terkait dengan jaringan teroris di tanah air, meski jaringan jemaah ini melibatkan umat Islam dari berbagai negara.


Adanya pemeriksaan terhadap delapan orang warga asing oleh aparat kepolisian hanya sebatas klarifikasi terhadap keberadaan mereka di Mesjid An Ni’mah Tanjunganom, Serengan, Solo.

Demikian diungkapkan penanggung jawab Jemaah Tablikh, Hadi Muhammad, saat bersilaturahmi di Griya Solopos, Sabtu (22/8). “Saya ikut mendampingi ke delapan warga Filipina tersebut. Tidak ada itu penangkapan terhadap mereka. Yang ada hanya mereka (warga Filipina –red) dimintai keterangan,” ungkapnya.
Permintaan keterangan yang dimaksud, menurut dia, terkait dengan keberadaan mereka di Indonesia, khususnya dalam hal izin kunjungan. “Untuk itulah, kami perlu menegaskan kalau Jemaah kami tidak terkait dengan jaringan teroris,” katanya yang didampingi dua orang pimpinan jemaah lainnya, Mahmudi dan H Luthfi Jauhari SH.
Kedatangan tiga orang pimpinan Jemaah Tablikh itu diterima oleh Manajer Sirkulais & Promosi SOLOPOS, Amir Tohari. Dalam kesempatan itu, pimpinan Jemaah Tablikh menilai pemberitaan SOLOPOS, tentang Jemaah Tablikh sudah seimbang.
Tidak curiga

Sementara itu, Mahmudi juga menambahkan, jemaahnya sebenarnya tidak memiliki nama dan tidak mengibarkan bendera apapun. Nama Jemaah Tablikh maupun Jemaah Jaulah tersebut muncul dengan sendirinya, seiring dengan perjalanan dakwah yang dilakukan bertahun-tahun. Dia sangat berharap dengan tidak adanya nama, jemaah itu bisa melakukan dakwah ke berbagai elemen yang ada tanpa harus terkotak-kotak oleh kelompok tertentu.

Terkait dengan pemberitaan pemburuan teroris belakangan ini, Hadi Muhammad sebagai salah satu pimpinan Jemaah tersebut meminta agar masyarakat tidak curiga terhadap jemaahnya. Dia berharap kegiatan Islam dalam hal dakwah yang dilakukan oleh Jemaah Tablikh jangan sampai dikait-kaitkan dengan persoalan terorisme di tanah air maupun terorisme internasional. “Saya tegaskan, kami juga sangat menentang terorisme,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Jemaah Tablikh sangat berbeda dengan jemaah lainnya dalam hal berdakwah di masyarakat. Perbedaan tersebut antara lain, dalam melakukan dakwahnya Jemaah Tablikh tidak diperbolehkan berbicara soal politik, tidak boleh membicarakan tentang perbedaan pendapat dalam Islam, tidak boleh menyinggung soal penyakit masyarakat. “Perbedaan terakhir adalah memberi sumbangan atau menerima sumbangan dari pihak manapun,” ungkapnya.

Bahkan setiap akan melakukan dakwah dan harus menginap di Masjid, anggota Jemaah selalu meminta izin kepada Ketua RT maupun RW yang ditempati dengan menyampaikan identitasnya secara lengkap. “Dakwah yang menjadi misi utama kami adalah pembenahan akhlak. Jadi sekali lagi, dakwah kami tidak akan bicara soal politik, perbedaan faham dan soal penyakit masyarakat,” tegasnya.
Lutfi Jauhari menambahkan, bahwa masyarakat saat ini sudah muak dengan kekerasan-kekerasan yang selalu terjadi di mana-mana. Menurutnya, dalam kondisi perekonomian yang mengalami kelesuan seperti sekarang ini perlu suasanya damai dan kasih sayang antar sesama. Hanya dengan kasih sayang terhadap sesama itulah berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat bisa segera ditanggulangi.

Berita Terkini

Recent Comments

try

Followers