Teror bom sampai Pasar Klewer

Solo (Espos) Pasar Klewer Solo diancam akan dibom oleh seseorang tak dikenal, Minggu (2/8) siang. Pelaku mengaku telah meletakkan bom di pusat perniagaan tekstil terbesar di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan itu.


Ancaman melalui telepon kali pertama diterima pemilik toko batik Kencana Ungu, Evi Budiharjo, 43. Warga Grogol, Sukoharjo itu mengaku menerima telepon bernada ancaman di tokonya di Blok G-18 lantai dasar Pasar Klewer.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Evi menerima telepon dari seorang laki-laki. Awalnya, pelaku menanyakan apakah benar yang ditelepon kios di Pasar Klewer. ”Saya tidak jawab,” ujar Evi.
Melalui telepon tersebut, pelaku meminta Evi menyampaikan kepada pihak keamanan sudah ada bom yang dipasang di Pasar Klewer. Setelah itu, pelaku langsung menutup telepon.
”Suaranya jelas laki-laki, dan menggunakan bahasa Indonesia. Setelah bilang seperti itu, dia langsung menutup telepon, sehingga durasinya tidak lebih dari satu menit,” lanjut Evi.

Ada Menkes
Begitu pembicaraan singkat berakhir, Evi buru-buru meminta pegawainya, Puguh Triyanto, melaporkan perihal ancaman tersebut ke pos Satpam dan pos polisi di Pasar Klewer.
Laporan ancaman bom kemudian ditindaklanjuti polisi dengan mendatangi lokasi kejadian. Sejumlah pedagang menyatakan saat ada ancaman bom, Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari kebetulan sedang di Pasar Klewer.
Namun, ancaman bom tersebut tidak diketahui oleh sejumlah pedagang maupun pengunjung pasar. Informasi itu sengaja tidak disebarkan dengan maksud menghindari kepanikan.
Aktivitas pasar tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh ancaman bom lewat telepon. Polisi sempat meminta keterangan Evi dan melakukan pengamanan di pasar yang terletak tak jauh dari kompleks Keraton Kasunanan Surakarta itu.
Koordinator Bidang Keamanan Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Tri Suwarni, menduga pelaku yang mengancam menaruh bom cuma orang iseng. ”Dulu pernah ada ancaman. Kami menduga pelakunya cuma iseng...”
Dia menyatakan polisi bijaksana dalam menangani ancaman tersebut. Tri menjelaskan polisi yang menyisir pasar mengenakan pakaian preman, sehingga pengunjung dan pedagang tidak panik.
”Kami menilai langkah polisi cukup baik. Tim Gegana yang diterjunkan berpakaian preman. Tentu itu dilakukan supaya tidak sampai menimbulkan kepanikan,” kata Tri.
Kapoltabes Solo, Kombes Pol Joko Irwanto, melalui Kasatreskrim Kompol Suharyanto menjelaskan berdasarkan hasil penyisiran tidak ditemukan bom ataupun benda mencurigakan.
Dia mengatakan meskipun ada dugaan pelaku cuma iseng, pihaknya tetap melakukan penyelidikan. ”Kami masih selidiki. Yang menerima telepon sudah dimintai keterangan,” papar Suharyanto.
Sebelumnya, ancaman bom juga sempat terjadi di Solo Grand Mall, Kamis (9/7). Seorang penelepon gelap memberi tahu pusat perbelanjaan tersebut akan dihancurkan pukul 18.00 WIB. Setelah itu, ancaman bom juga terjadi di kantor Turindo Tour&Travel di Jl Brigjen Slamet Riyadi No 361, Sanggrahan, Purwosari, Laweyan pada 27 Juli lalu.
Kapolda ke Borobudur
Saat ini, pengamanan di seluruh wilayah di Jawa Tengah (Jateng) ditingkatkan, terutama di tempat-tempat publik yang banyak terdapat kerumunan orang. ”Polri telah memberikan tambahan keamanan di semua objek wisata dan meningkatkan kewaspadaan, agar semua yang datang berwisata menjadi aman dan nyaman,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, di sela-sela pengecekan pengamanan di Candi Borobudur, kemarin.
Peningkatan pengamanan, kata Kapolda, dilakukan dengan cara menambah personel di semua tempat, tidak hanya di lokasi-lokasi wisata. Sayangnya, Kapolda tidak menyebutkan besaran angka penambahan personel, namun menurutnya, di setiap tempat akan ditambah secukupnya, sesuai kondisi tempat tersebut.
Kapolda juga tidak menyebutkan batas waktu penambahan personel. Ia hanya mengatakan ini akan diberlakukan hingga semuanya dinilai kondusif, sesuai perkembangan situasi dari hari ke hari.
Dalam pengecekan kemarin, Kapolda meninjau langsung pengamanan di kompleks peninggalan Dinasti Syailendra abad kedelapan itu. Peninjauan dimulai di loket masuk. Kapolda melihat langsung personelnya yang memeriksa barang bawaan dan isi tas semua pengunjung yang akan naik ke candi.

Kronologi ancaman bom di Pasar Klewer

* Minggu (2/8) sekitar pukul 11.00 WIB, pemilik toko Kencana Ungu, Evi Budiharjo, menerima telepon.

* Penelepon meminta Evi memberi tahu pihak keamanan ada bom diletakkan di Pasar Klewer.

* Polisi langsung menyisir secara tertutup untuk menghindari kepanikan.

* Banyak pengunjung dan pedagang tidak tahu ada ancaman bom sehingga aktivitas pasar tetap normal.

5. Setelah dilakukan penyisiran, ternyata tidak ditemukan bom. Ini merupakan ancaman bom ketiga di Solo pasca Pilpres.

Sumber: Hasil wawancara - Oleh : dni/JIBI/Harian Jogja/nia

Comments

Popular posts from this blog

Siswi SMA jadi korban perkosaan hingga hamil

komunitas pehobi airsoft gun

sekolah mahal?