246 Penghuni Rutan Solo Tidak Bisa Memilih












Karena tidak masuk DPT, 246 penghuni Rutan Kelas I Surakarta tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Semula mereka hendak diperkenankan untuk memilih dengan menggunakan surat penahanan. Namun tadi malam KPU Surakarta mengubah aturan dengan melarang mereka menyontreng.

Kepala Rutan Surakarta, Azwar, memaparkan di Rutan Surakarta terdapat 597 tahanan yang memiliki hak pilih dan 5 tahanan di bawah umur. Dari 597 tahanan itu terdapat 351 tahanan yang masuk DPT tahanan. Sedangkan 246 tahanan lainnya tidak masuk DPT dan juga tidak memiliki kartu A-7 dari tempat asalnya.

"Semula 246 orang ini akan diperbolehkan memilih dengan menunjukkan surat penahanan. Namun rapat pleno anggota KPU Kota Surakarta semalam memutuskan 246 tahanan tidak diperbolehkan memilih. Kami hanya mengikuti aturan KPU sebagai penyelenggara pemilu," ujar Azwar, Rabu (8/7/2007).

TPS khusus di Rutan Kelas I Surakarta ditempatkan di aula rutan setempat. Para tahanan mulai menggunakan hak suaranya pada pukul 8.45 WIB. Mereka dengan tertib menggunakan hak suara dan langsung masuk ke tahanan lagi setelah menyontreng.

Di Solo, suasana pilpres cukup mewarnai kota. Sejak pagi hingga menjelang siang, lalu-lintas di jalanan utama Solo cukup lengang. Beberapa TPS juga sudah dipadati pemilih sejak pagi. Di TPS II Kelurahan Baluwarti misalnya, antrian pemilih terlihat sejak TPS dibuka pukul 08.00 WIB.

Namun demikian ada juga TPS yang sepi. Hingga pukul 09.30 WIB, TPS II Keluarahan Timuran masih terlihat sepi. Para petugas terlihat santai dan hanya mengobrol karena tidak ada pemilih yang harus dilayani.

Comments

Popular posts from this blog

Siswi SMA jadi korban perkosaan hingga hamil

komunitas pehobi airsoft gun

sekolah mahal?